Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN EDUKASI CORRECT BREASTFEEDING TECHNIQUES PADA IBU PRIMIPARA DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL Wahyuni, Ida Tri; Wulandari, Siswi; Nikmah, Anis Nikmatul
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13952

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan bagian fundamental dalam proses tumbuh kembang bayi, karena ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dengan sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Oleh karena itu, keberhasilan pemberian ASI di Indonesia menjadi salah satu indikator penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak. Sebagian besar ibu primipara menghadapi tantangan dalam memahami posisi yang tepat, cara menyusui yang efektif, dan tanda-tanda bayi yang sudah kenyang atau masih lapar. Tanpa keterampilan yang baik, proses menyusui dapat menjadi masalah, baik bagi ibu (misalnya sakit pada puting susu) maupun bagi bayi (misalnya bayi tidak mendapatkan ASI dengan optimal). Mengingat pentingnya pengetahuan yang tepat tentang teknik menyusui, berbagai metode edukasi telah diterapkan untuk membantu ibu primipara memahami cara menyusui yang benar. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain pemberian informasi melalui konseling langsung, buku panduan, dan seminar-seminar tentang menyusui. Namun, efektivitas dari setiap metode ini seringkali bervariasi, tergantung pada cara informasi disampaikan dan diterima oleh ibu. Peran seorang Bidan dalam kasus ini yaitu memberikan pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang mengenai cara menyusui yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini digunakan metode pelaksanaan terdiri tiga tahap yaitu persiapan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan mayoritas peserta mengalami peningkatan tingkat pengetahuan dengan baik setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan media audiovisual mengenai teknik menyusui dengan benar. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan untuk meningkatan pengetahuan masyarakat direkomendasikan sebagai promosi kesehatan salah satunya tentang pentingnya upaya pemberian teknik menyusui dengan tepat
Kajian Literatur Analisis Faktor Perilaku PUS tentang Penapisan Kanker Serviks dengan Metode IVA Wahyuni, Ida Tri; Wahyuni, Sri; Astuti, Endri
JURNAL KEBIDANAN Vol. 14 No. 1 (2025): JKDH
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v14i1.402

Abstract

World Health Organization (WHO) states, there are an estimated 500,000 people with cervical cancer every year in the world and 274,000 or 54.8% of deaths occur every year due to this preventable disease. The prevalence of non-communicable diseases in Riskesdas in 2018 shows an increase, among others in the incidence of cancer which has increased from 1.4% to 1.8%. Cervical cancer is the second most deadly disease contributor in women after breast cancer. The purpose of the study was to analyze the results of the literature review by researching factors related to couples of childbearing age behavior in screening for cervical cancer by the VIA method.This type of qualitative research uses library research. The design used was literature review, articles were collected using search engines such as Google Scholar, Science Direct, EBSCO, Proquest, and Repository Poltekkes Kemenkes Seamarang. Criteria for articles used are those published in 2015-2020. Based on 12 the articles collected, the results show that there is a significant relationship between knowledge, access to information / mass media and husband's support with couples of childbearing behavior in screening for cervical cancer by VIA method, and there is no relationship between education with couples of childbearing behavior in screening for cervical cancer with VIA method. The role of midwives with health cadres and husbands is very influential on the behavior of couples of childbearing women in screening for cervical cancer by the VIA method. Keywords : Behavior, Couples of Childbearing , Cervical Cancer, VIA
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE TERHADAP KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU KLIMAKTERIUM Rofiah, Khofidhotur; Wahyuni, Ida Tri; Nirwana, Betanuari Sabda
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.01 JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i01.878

Abstract

Background: Menopause is the period that a woman experiences when she is about to enter old age. Women before menopause will experience a decrease in various bodily functions. Based on the number of climacterium mothers, there are 15 mothers who are physically, psychologically or mentally not ready to enter old age or menopause. The purpose of this study is to determine the effect of health counseling about menopause on readiness to face menopause in climacterium mothers at the Tiron Health Center, Kediri Regency. Research Method: The research design used is Pre Experiment research with the One Group Pre Test Post Test Design approach. The population in this study is 34 climacterium mothers aged 40-50 years and the sample in this study is 16 climacterium mothers. The sampling technique is Purposive Sampling. Data collection was done using questionnaires and research results were analyzed using the Wilcoxon test. Research Results: Based on the results of the statistical test, p value = 0.001 (<0.05) was obtained. Conclusion: there is an effect of health counseling on menopause on menopause readiness in climacterium mothers.
Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Ba’a Nusa Tenggara Timur Ndolu, Wita Marselina; Wahyuni, Ida Tri; Saidah, Halimatus
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v6i2.6500

Abstract

Masalah yang dapat terjadi pada bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah meningkatkan resiko kesakitan dan kematian bayi, terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan kognitif, dan memiliki resiko lebih besar untuk terkena penyakit-penyakit kronis dikemudian hari. BBLR memiliki resiko kematian neonatal 40 kali lebih besar dibandingkan berat bayi lahir normal, penurunan durasi menyusui dan resiko untuk tubuh pendek ketika masa kanak-kanak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang tercatat dibuku register medical record (MR), ruang mawar dan perinatal RSUD Ba’a Nusa Tenggara Timur  pada bulan Januari- Desember 2024 berjumlah 254 bayi dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas  sebanyak 74 responden yang mengalami anemia sebanyak 46 (57,5%) melahirkan bayi BBLR dengan nilai P =0,007. Terdapat 59 responden yang paritas kategori resiko tinggi (paritas 1 dan >4) melahirkan bayi BBLR sebanyak 29 (36,2%), sebanyak 42 responden yang usia kategori resiko tinggi (usia <20 tahun dan >35 tahun) melahirkan bayi BBLR sebanyak 23 (28,8%) dengan nilai P =0,590. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan anemia pada Ibu Hamil dengan kejadian bayi BBLR. Peran petugas kesehatan untuk memberikan informasi yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan dengan memberikan sosialisasi pada masyarakat untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil sehingga dapat menekan AKI dan AKB di Kota Nusa Tenggara Timur.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN PANGAN UNTUK MENINGKATKAN GIZI BALITA Nirwana, Betanuari Sabda; Nikmah, Anis Nikmatul; Awatiszahro, Alfika; Rofiah, Khofidhotur; Wahyuni, Ida Tri
Abdi Panca Marga Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdi Panca Marga Edisi November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/abdipancamarga.v5i2.2204

Abstract

Nutritional problems for toddlers will arise if the food intake consumed does not match the nutritional needs of toddlers. Nutritional problems that commonly arise include malnutrition and malnutrition. The prevalence of malnutrition and malnutrition among children under five in Indonesia is increasing compared to 2010 to 2019. The number of children under five with malnutrition and malnutrition in Indonesia in 2019 was 19.6% and it is estimated that there are still 4.5 million children under five with malnutrition and malnutrition. less has not been detected. The aim of this community service is to increase the knowledge and skills of mothers of toddlers to use Moringa leaves as an additional food ingredient to improve toddler nutrition. Moringa leaves contain many nutrients and are a source of vitamins and minerals for the body, so they are good for use as a food additive for toddlers. This community service activity was carried out at the Posyandu in Kawedusan Village, Plosoklaten District, Kediri Regency. This activity provides health education and skills in making food menus using Moringa leaves to 25 mothers of toddlers. Evaluation of success was assessed by a post test given to mothers of toddlers. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge and skills about the benefits of Moringa leaves for mothers of toddlers with an assessment of knowledge and skills in the good category, namely 8% during the pre-test, after health education and skills in processing Moringa leaves, the post-test results were in the good category, 84%. The conclusion of this community service activity was an increase in the knowledge and skills of mothers of toddlers in understanding the importance of nutrition for toddlers and how to make toddler food menus using Moringa leaves. Keywords : Moringa leaves, improving nutrition, toddler nutrition
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMINORE Wahyuni, Ida Tri; Laili, Fauzia; Nirwana, Betanuari Sabda; Rofiah, Khofidhotur; Husna , Dewi Asmaul
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7064

Abstract

Abstrak Dismenore merupakan keluhan umum pada wanita usia produktif yang ditandai dengan nyeri haid yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri disminore pada remaja putri pada SMP 7 Negeri Kota Kediri.  Kompres hangat adalah suatu metode dalam penggunaan suhu hangat setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologis. Kompres dingin adalah suatu metode dalam penggunaan suhu rendah setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 32 responden remaja putri yang mengalai nyeri haid dengan menggunakan metode simple random sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ρ = 0,000 dan α = 0,05 sehingga ρ < α maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri disminorhea terdapat perbedaan jumlah nyeri disminorhea setelah diberikan kompres hangat dimana dalam kategori nyeri sedang sebelum diberikan terapi kompres hangat terdapat 29 responden, sedangkan sebelum pemberian kompres hangat tidak terdapat remaja yang mengalami nyeri disminorhea, dan setelah pemberian kompres hangat terdapat 6 penderita yang tidak mengalami nyeri. Penurunan nyeri pada masing-masing responden sangat bervariasi, hal itu sangat erat terkait denan factor-faktor yang mempengaruhi nyeri yang dibawa oleh responden baik dari diri responden sendiri maupun dari lingkungan luar   Kata Kunci: Dismenore, nyeri haid, remaja, kompres hangat, manajemen nonfarmakologis.
Pengaruh ekstrak daun kelor (moringa oleifera) terhadap perbaikan kadar hemoglobin pada mahasiswa kebidanan dengan anemia Wahyuni, Ida Tri; Rofiah, Khofidhotur; Nirwana, Betanuari Sabda; Ningtyas, Yulfa Wahyu; Putri, Eka Diana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.2190

Abstract

Background: Adolescence is the second period of rapid growth and development after infancy and toddlerhood. Anemia is one of the nutritional problems in the world. Adolescent girls are at risk of iron deficiency anemia due to insufficient iron intake in the body. The efficacy of Moringa Oleifera leaf extract as a complementary therapy in increasing hematocrit levels and erythrocyte count Purpose: To determine the effect of moringa leaf extract (Moringa oleifera) on improving hemoglobin levels in students with anemia Method: A quasi-experimental study using a pre-posttest control with group design was conducted in October 2025 at the Midwifery Study Program, Kadiri University. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 50 participants divided into an intervention group and a control group. The independent variable in this study was moringa leaf extract, while the dependent variable was hemoglobin levels. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis using the independent t-test. Results: Giving 1 gram of moringa leaf extract (Moringa Oleifera) for 14 days was shown to significantly increase hemoglobin levels (p-value=0.013; p<0.05) in the group that received moringa leaf extract and iron tablets. Conclusion: Giving Moringa Oleifera leaf extract as a complementary therapy influenced the increase in hemoglobin levels in the intervention group.   Keywords: Adolescents; Anemia; Hemoglobin; Moringa Oleifera.   Pendahuluan: Masa remaja adalah periode kedua pertumbuhan dan perkembangan yang cepat setelah bayi dan balita. Anemia adalah salah satu masalah gizi di dunia. Remaja putri memiliki risiko anemia zat besi akibat kurangnya asupan zat besi dalam tubuh. Khasiat ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan kadar hematokrit dan jumlah eritrosit Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap perbaikan kadar hemoglobin pada mahasiswa yang mengalami anemia Metode: Penelitian quasy experimental dengan metode pre-posttest control with groulp delsign, dilaksanakan bulan Oktober 2025 di Program Studi Kebidanan Universitas Kadiri. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 partisipan yang terbagi kedalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Variabel independent dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kelor, sedangkan variabel depeden ialah kadar hemoglobin. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan uji indepdendet t-test. Hasil: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dosis 1 gram selama 14 hari terbukti meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan (p-value=0.013; p<0.05) pada kelompok yang menerima ekstrak daun kelor dan tablet Fe. Simpulan: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai terapi komplementer memengaruhi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok intervensi.   Kata Kunci: Anemia; Hemoglobin; Daun Kelor (Moringa Oleifera); Remaja.
Implementasi Program Edukasi dan Latihan Yoga Prenatal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Hamil Trimester II dan III di Kota Kediri Tahun 2025 Wulandari, Siswi; Utomo, Bram Mustiko; Wahyuni, Ida Tri; Aminah, Siti
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 1 (2025): November 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v2i01.7144

Abstract

Kehamilan pada trimester II dan III sering disertai keluhan nyeri punggung, sulit tidur, serta kecemasan menjelang persalinan. Kondisi ini, bila tidak dikelola, dapat menurunkan kenyamanan dan kesejahteraan ibu hamil. Salah satu upaya komplementer yang dapat dilakukan adalah yoga prenatal, yaitu latihan yang menggabungkan gerakan lembut, pernapasan, dan relaksasi yang disesuaikan dengan perubahan tubuh ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kenyamanan fisik dan psikologis ibu hamil melalui program edukasi dan latihan yoga prenatal di Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dan praktik yoga prenatal terstruktur pada 85 ibu hamil (45 trimester II dan 40 trimester III) dalam empat sesi latihan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, keluhan fisik, dan persepsi kesejahteraan sebelum dan sesudah program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu tentang manfaat dan prinsip aman aktivitas fisik, penurunan keluhan nyeri punggung dan kesulitan tidur, serta meningkatnya rasa rileks dan percaya diri menghadapi persalinan. Sebagian besar peserta menyatakan puas dan bersedia melanjutkan latihan secara mandiri di rumah. Disimpulkan bahwa program yoga prenatal dapat diterapkan di tingkat komunitas dan berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari kelas ibu hamil rutin untuk mendukung kesehatan fisik dan mental ibu hamil.