Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI LOGAM BERAT PADA MAKANAN BERBASIS ARDUINO Aditiya Rahman; Akhmad Fauzi Ikhsan; Tri Arif Wiharso
Fuse-teknik Elektro Vol 3, No 2 (2023): Jurnal FUSE-Teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v3i2.3420

Abstract

Di Indonesia, produksi, impor, dan distribusi pangan harus mematuhi standar ketat yang mencakup kriteria keamanan, kualitas, dan gizi pangan. Peraturan ini mencakup penetapan ambang batas maksimum pencemaran logam berat., perusahaan makanan besar biasanya menggunakan sistem pendeteksian logam yang baik. Sebaliknya, industri makanan skala kecil dan menengah cenderung menghindari penggunaan sistem deteksi logam canggih karena biayanya yang besar. Tujuan penelitian ini agar terciptanya alat deteksi logam pada makanan yang dapat deterapkan oleh industri menengah kebawah. Pada alat ini menggunaan metode sistem koil seimbang. Bukaan tempat produk bergerak dikelilingi oleh tiga kumparan. Pada inti deteksi terdapat kumparan pemancar yang memancarkan sinyal yang menghasilkan medan elektromagnetik,.sehingga koil antar sisi penerima dapat menerima sinyal elektromagnetik yang dapat berubah ketika adanya gangguan logam yang melewatiya,  gangguan tersebut dapat diketahui dengan megukur tegangan keluaran pada pemerima sehingga metode ini cocok untuk peterapkan pada deteksi logam makanan. Logam yang sangat kecil merupakan tantangan bagi sensor untuk dibuat dengan sensitifitas yang sangat tinggi , sehingga keberadaan logam didalam makanan dapat dideteksi dengan baik. Berdasarkan hasil dari pengujian alat ini logam berjenis besi (Fe), Alumunium (Al), Timbal (Pb), dan Stainless (Ss) dengan ukuran masing-masing 0,1 gr, 0,2 gr, 0,3 gr, 0,4 gr, dan 0,5 gr dapat dideteksi dengan pembacaan beda  tegangan pada millvolt. Sistem komunikasi antara sistem pedeteksi dan penyortir bekerja sangat baik sesuai dengan cara kerja alat.
RANCANG BANGUN ROBOT PENYEMPROT PESTISIDA DENGAN SISTEM WALL-FOLLOWER PADA TANAMAN CABAI Iwin Widiyanti; Akhmad Fauzi Ikhsan; Tri Arif Wiharso
Fuse-teknik Elektro Vol 3, No 2 (2023): Jurnal FUSE-Teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v3i2.2788

Abstract

Sebagai negara yang subur kebanyakan penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Dalam proses penyemprotan cairan pestisida pada tanaman di lahan terbuka biasanya menggunakan tenaga manusia, jenis penyemprot yang biasa digunakan yaitu knapsack sprayer, menggunakan mesin bahan bakar bensin, helikopter dan traktor. Penggunaan beberapa alat penyemprot memiliki kelemahan yaitu seperti knapsack sprayer dan penyemprot menggunakan mesin berbahan bakar bensin sangat melelahkan, karena petani harus menggendong sprayer dengan bobot mencapai 15 kg. Dengan demikian dibutuhkan sistem yang mampu membaca dinding bedengan yang akan dijadikan lintasan robot dalam melakukan penyemprotan pestisida, sistem tersebut yaitu sistem wall follower. Sistem wall follower bergerak dengan membaca dinding lintasan. Dengan menggunakan alat ini, yang dirancang untuk penyemprotan lebih mudah dan tidak lagi membutukan begitu banyak tenaga manusia, dimana alat ini menggunakan sensor ultrasonic sebagai pengukur jarak dan Arduino Uno sebagai alat kontrol penggerak motor penyemprotan. Dari hasil pengujian Penyemprotan pestisida otomatis menggunakan sensor ultrasonik dapat mendeteksi tanaman cabai pada jarak maksimum 15 cm. Untuk kecepatan PWM motor DC dapat diatur sesuai dengan kondisi dengan cara menginput kecepatan PWM secara manual dari angka 255 sampai 120, untuk angka dari <120 PWM maka motor DC tidak akan berfungsi.
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI KONSENTRASI TIMBAL DALAM AIR Riswanto Riswanto; Akhmad Fauzi Ikhsan; Sifa Nurpadillah
Fuse-teknik Elektro Vol 3, No 2 (2023): Jurnal FUSE-Teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jft.v3i2.3399

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian terkait penginderaan kandungan ion timbal dalam air dengan memanfaatkan serat optik plastik dan sensor cahaya LDR. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan karakterisasi sensor ion timbal berbasis serat optik plastik. Serat optik dikupas jaket dan claddingnya, kemudian claddingnya diganti dengan gel kitosan. Serat optik dikonfigurasi dengan variasi panjang dan pelapisan kitosan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gelombang evanescent. Hasil pengujian menunjukan bahwa semakin panjang pelapisan kitosan pada serat optik, cahaya yang merambat pada core dan sampai pada sensor LDR semakin mengecil. Pengecilan rambatan cahaya tersebut berakibat pada tegangan output pada LDR semakin turun. Hasil pengujian terbaik sensor ion logam timbal dalam air diperoleh dari variasi pengupasan 2cm dengan  nilai koefisien korelasi sebesar R2 = 0.9524. Bilai lebih dari alat penginderaan yang telah dirancang ini adalah mempunyai kepekaan yang cukup tinggi, biaya lebih murah, dan fabrikasi yang tidak rumit.
Renewable Energy Education through Solar-Powered Toy Car Assembly Activities for Junior High School Students Tri Arif Wiharso; Helfy Susilawati; Akhmad Fauzi Ikhsan; Gandi Sugandi; Putri Asti Meilani; Agistian Hendryansyah; Dama Robiul Awaludin
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i3.1612

Abstract

Renewable energy sources are a solution to fossil energy sources, which are increasingly depleting every day. Renewable energy has various types; however, the most widely used at present is solar energy, commonly referred to as solar power generation (photovoltaic systems). The development of solar power in Indonesia has begun to be implemented in several sectors to support government programs, particularly national energy security. Considering the importance of renewable energy, early socialization and education are needed, especially for junior high school students. Early education is expected to raise students’ awareness of the importance of environmental preservation in maintaining renewable energy resources provided by nature. To make the educational process more engaging, a hands-on practice method was applied. In this community service activity, students assembled solar-powered toy cars so that the cars could operate. This activity aimed to directly involve students in the use of renewable energy and to help them understand how renewable energy can be applied in simple applications. The results show that students were able to complete the assembly of solar-powered toy cars; 48.28% of students rated the activity as very beneficial, 48.28% as beneficial, and 3.45% as moderately beneficial. Based on these results, it can be concluded that the community service activity was successfully implemented.
Peningkatan Kreativitas dan Pemahaman Siswa tentang Energi Terbarukan Melalui Perakitan Mobil Mainan Bertenaga Surya di SMP Baitul Hikmah Akhmad Fauzi Ikhsan; Rifki Nurpalah; Ginaldi Ari Nugroho; Sani Moch Sopian; Sekar Ayu Kusuma Wardani
Educatio Vol 20 No 1 (2025): Educatio
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v20i1.29853

Abstract

This activity was organized with the aim of introducing the concept of renewable energy, particularly solar energy, to students of SMP Baitul Hikmah through the assembly of solar-powered toy cars. The program was designed to raise students' awareness of the importance of environmentally friendly energy while also enhancing their critical thinking skills and creativity in applying theory to practice. Throughout the activity, students actively participated in the assembly process and encountered various technical challenges that encouraged them to find solutions independently. As a result, the activity demonstrated an improvement in students' understanding of solar energy as well as the development of their creativity in completing assigned tasks.