Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Batakarang

PENGARUH GADGED TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK BINA KARYA LARANTUKA: THE INFLUENCE OF GADGED ON THE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN CLASS XI SMK BINA KARYA LARANTUKA Anselmus B. Muda; Hikmah; Andriana Deku
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Karya Larantuka merupakan salah satu sekolah kejuruan yang terletak di kelurahan Postoh, kecamatan Larantuka kabupaten Flores Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui: (1) intensistas penggunaan gadged, (2) prestasi hasil belajar siswa, dan (3) menganalisis pengaruh penggunaan gadged terhadap prestasi hasil belajar siswa kelas XI SMK Bina Karya Larantuka. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Bina Karya Larantuka. Penelitian dilakukan dengan teknik sampling dengan stratified random sampling, dan sampel yang digunakan sebanyak 53 siswa yang tersebar di 4 program keahlian. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 33 siswa atau 62,26% dengan intensitas penggunaan gadget kategori tinggi; 20 siswa atau 37,74% kategori Rendah (RD). Demikian juga dengan hasil belajar siswa menunjukkan ada 34 siswa atau 64,15%, kategori tinggi, sisanya 15 siswa atau 28,31% dengan kategori sangat tinggi, dan 4 siswa atau 7,54% dengan kategori rendah. Sedangkan hasil penelitian tentang pengaruh penggunaan gadged terhadap hasil belajar siswa menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara variable intensitas penggunaan gadged terhadap hasil belajar siswa. Hasil ini bermakna bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadged maka akan menunjang hasil belajar siswa.
KAJIAN KONDISI STRUKTUR JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT PASCA BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE “BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM” (BMS) KASUS: JEMBATAN BENENAIN DESA HAITIMUK KABUPATEN MALAKA: STUDY OF POST-FLOOD COMPOSITE STEEL GIRDER BRIDGE STRUCTURE CONDITIONS USING THE “BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM” (BMS) METHOD CASE: BENENAIN BRIDGE, HAITIMUK VILLAGE, MALACCA DISTRICT Oktovianus J. S. D. Gomes; Jakobis J. Messakh; Andriana Deku
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Benenain merupakan satu-satunya akses transportasi yang menjadi jembatan penghubung antara Malaka bagian barat dan Malaka tengah Kabupaten Malaka. Jembatan tersebut berada di dusun kota foun B desa Haitimuk Kabupaten Malaka, dengan panjang jembatan yang mencapai 295 meter. Secara geografis Jembatan Benenain berada pada koordinat 9°35’59” lintang selatan dan 12451’50” bujur Timur. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tingkat kerusakan struktur jembatan Benenain sesuai dengan prosedur pemeriksaan Bridge Management System (BMS), mengetahui indikasi penanganan menurut metode Bridge Management System (BMS).
EVALUASI SANITASI LINGKUNGAN DI PASAR OMBA KOMI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA: EVALUATION OF ENVIRONMENTAL SANITATION IN OMBA KOMI MARKET, SOUTHWEST SUMBA REGENCY Emanuel Umbu Tara Kalli; Paul G. Tamelan; Andriana Deku
BATAKARANG Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui kondisi sanitasi dan kesesuaian sanitasi lingkungan pasar di pasar Omba Komi dengan standar pasar yang sehat. Lokasi penelitian di pasar omba komi Kabupaten Sumba Barat Daya. Teknik sampling menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria sesuai prosedur standar PU (Permen PU 12-2014) tentang pasar sehat yang meliputi: air bersih, kamar mandi dan toilet, pengelolaan sampah, drainase dan tempat cuci tangan. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keterbatasan akses air bersih, kualitas air yang tidak konsisten, fasilitas sanitasi yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak efektif, drainase yang bermasalah, dan minimnya tempat cuci tangan semuanya berkontribusi pada lingkungan pasar yang tidak memenuhi standar sanitasi yang diharapkan. Sedangkan evaluasi kesesuaian sanitasi lingkungan pasar di pasar Omba Komi dengan standar pasar yang sehat sesuai prosedur standar PU (Permen PU 12-2014) tentang Pasar Sehat tidak memenuhi standar sanitasi yang diharapkan.