Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Pemberian ASI Eksklusif Reni Muhka; Sari Wulan Asih; Risnadhia Risnadhia; Fevi Padhila; Marista Fiana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.19

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif tanpa makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. Namun, di berbagai daerah, termasuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tingkat pemberian ASI eksklusif masih belum sesuai dengan target yang diharapkan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan erat dengan praktik pemberian ASI eksklusif adalah tingkat pendidikan ibu. Studi ini bertujuan untuk menilai hubungan antara pendidikan ibu dan praktik memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang berumur di bawah enam bulan di area Puskesmas Jetis, Yogyakarta. Studi ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan terdiri dari 30 ibu yang memiliki anak berusia antara 0 hingga 24 bulan, dan pemilihannya dilakukan dengan purposive sampling. Pendidikan ibu ditetapkan sebagai variabel independen, sementara praktik pemberian ASI eksklusif berfungsi sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Kuesioner berisi pertanyaan tentang tingkat pendidikan ibu dan pola pemberian ASI eksklusif pada bayi. Pengolahan data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Sebagian besar responden memiliki gelar sarjana (63,3%), dan sekitar 70% dari mereka memberikan ASI eksklusif. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan pemberian ASI eksklusif (p = 0,0036). Ibu yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, khususnya yang lulus dari perguruan tinggi, cenderung lebih sering memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang memiliki pendidikan menengah atau kurang. Tingkat pendidikan ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. Semakin tinggi pendidikan ibu, semakin besar kemungkinan pemberian ASI eksklusif dilakukan.
Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Pada Siswa Sekolah Menegah Atas Marista Fiana; Reni Muhka; Risnadhia Fiana; Sari Wulan Asih
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i1.322

Abstract

ullying is an act in which someone hurts, insults, pressures, mentally undermines, and controls another person by using violence so that the victim receives all kinds of treatment carried out by the perpetrator. Bullying is an unwanted act, especially in a school environment. Bullying is behavior carried out by one or more people intentionally harming another person repeatedly. The purpose of this community service is to provide knowledge to students regarding an understanding of bullying behavior among students and to help students know how to avoid bullying at school. The method used in this Community Service activity is a lecture method that discusses material on the impact of bullying on mental health which is directly delivered by the resource person, as well as a question and answer session. The results of this socialization activity provide a clear picture that the issue of bullying among high school students still occurs. Many children do not understand that the behavior of teasing, pushing, ostracizing, or spreading rumors can be a form of hurtful bullying. Community service activities regarding the impact of bullying on mental health show that most students have a limited understanding of the forms of bullying and their consequences for mental health.