Mulyadi
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL DI TRANSPORTASI UMUM Athilla Irgeuazzahra; Aulia Dwi Damayanti; Mulyadi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i2.413

Abstract

Pelecehan seksual adalah tindakan yang tidak pantas melanggar prinsip-prinsip moral dan hukum. Tingkat keparahan pelecehan seksual terhadap perempuan berbeda-beda tergantung pada jenis pelanggaran dan jangka waktunya. Pemerkosaan, pelecehan seksual, dan tindakan kekerasan lainnya dimotivasi oleh nafsu adalah contoh-contoh kejahatan kesusilaan yang terus terjadi hingga saat ini terhadap perempuan. Para korban kejahatan sebenarnya paling menderita akibat dari kejahatan. Dalam situasi seperti ini, pengadilan yang menangani masalah hukum harus memberikan sanksi kepada pelecehan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efisiensi undang-undang anti pelecehan seksual saat ini dan langkah-langkah penegakan hukum. Penulis menggunakan metodologi yuridis normatif dan deskriptif analitis dalam penelitian ini, yaitu membaca bahan pustaka dan undang-undang sambil memperhatikan topik-topik yang berkaitan dengan subjek yang sedang dibahas. Hasil penelitian penyelesaian kasus ini yaitu benar-benar memiliki efek jera jangka panjang, sangat penting untuk mengembangkan pendekatan penegakan hukum yang lebih transparan dan responsif. Hal ini untuk melindungi para korban yang akan merasa aman dan nyaman dalam menggunakan transportasi umum, serta untuk memastikan bahwa pelaku mengetahui hukuman yang akan diterapkan.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE Alexandra Exelsia Saragih; Muhammad Fadhil Bagaskara; Mulyadi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i2.414

Abstract

Melalui pertumbuhan teknologi yang kian pesat proses melakukan jual beli barang bukan lagi menggunakan toko fisik dengan konsumen datang bahkan dengan teknologi internet sekarang semua orang dapat melakukan jual beli barang dengan sentuhan jari tanpa keluar dari rumah. Inovasi pada bidang teknologi informasi adalah E-commerce, merupakan bentuk perdagangan yang dilaksanakan melalui online yang memanfaatkan internet selaku platform untuk melaksanakan proses jual beli dan banyak platform yang sudah dikeluarkan. dengan banyaknya platform untuk digunakan terjadi transaksi antara manusia secara online yang merupakan ruang publik yang rentan akan terjadinya permasalahan hukum. Pengkajian ini mempunyai tujuan guna mengetahui bagaimana cara perlindungan hukum atas pelanggan, serta membantu konsumen bila terjadi suatu kerugian dalam melakukan transaksi. metode yang digunakan menggunakan pendekatan normatif, yaitu penelitian menggunakan cara mengkaji bahan pustaka ataupun data sekunder melalui membahas tentang perlindungan hukum konsumen pada transaksi E-commerce.
PERATURAN HUKUM TERHADAP PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA DITINJAU DARI HUKUM POSITIF INDONESIA Mohammad Haikal Rasyid; Ghina Rhoudotul Jannah; Risky Tara Nabita Sari; Vinka Arzetta Fiana; Ahmad Farouk Djayadiningrat; Ghifari Vioga Batubara; Mulyadi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v3i2.428

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, saling berinteraksi hingga muncul rasa saling peduli, saling menyayangi, saling mencintai dan berkeinginan untuk hidup bahagia serta memperbanyak keturunan dengan melangsungkan perkawinan. Menurut UU Perkawinan bahwa perkawinan dapat dikatakan sah apabila dilakukan menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Namun sampai saat ini masih terus terjadi perkawinan beda agama dalam lingkungan masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui apa penyebab terjadinya perkawinan beda agama, bagaimana peraturan perkawinan beda agama ditinjau dari hukum nasional Indonesia, dan bagaimana pandangan masyarakat mengenai perkawinan beda agama. Penelitian artikel ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan yuridis normatif. Hasil penelitian artikel ilmiah ini menjelaskan bahwa belum adanya aturan yang tegas mengenai perkawinan beda agama dan banyaknya penyebab terjadinya perkawinan beda agama sehingga perkawinan beda agama terus terjadi walaupun beberapa agama dan pandangan masyarakat telah melarang melangsungkan perkawinan beda agama. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil langkah atau solusi mengenai hal tersebut dengan membuat regulasi dan kebijakan mengenai perkawinan beda agama dan pemerintah serta petugas pengurus perkawinan harus tegas dalam melakukan pengadministrasian sehingga perkawinan beda agama dapat dihindari.