Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Bimbingan Pribadi Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Pada SMA Negeri 1 Palibelo Alya Nurmaya; Sarbudin Sarbudin; Amiruddin Amiruddin; Sulistia Indah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 6 No 2 (2023): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v6i2.1446

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMA Negeri 1 Palibelo kendala yang mempengaruhi kepercayaan diri pada siswa adalah siswa masih merasa kurang percaya diri dengan apa yang dicita-citakan dimasa depan dan dengan kemampuan yang dimiliki, banyak anak yang memiliki sifat yang kurang percaya diri hal ini dapat dipengaruhi oleh sifat rendah diri yang berlebihan yang mempengaruhi pribadi anak baik secara internal maupun secara eksternal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pengaruh bimbingan pribadi terhadap kepercayaan diri siswa kelas X pada SMA Negeri 1 Palibelo. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan pribadi terhadap kepercayaan diri siswa kelas X pada SMA Negeri 1 Palibelo. Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh bimbingan pribadi terhadap kepercayaan diri siswa kelas X pada SMA Negeri 1 Palibelo. Variabel dalam penelitian ini adalah bimbingan pribadi variabel bebas (X) dan kepercayaan diri siswa bertindak sebagai variabel terikat (Y). Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas X dari SMA Negeri 1 Palibelo. Berdasarkan uraian tersebut, maka sampelnya diambil 15% dari 172 orang (172/ 100 x 25% = 43), dibulatkan menjadi 40 jadi sampelnya sebanyak 40 orang siswa SMA Negeri 1 Palibelo. Sampel diambil secara acak pada tiap tingkatan kelas X pada siswa mengalami kepercayaan diri dalam belajar. Berdasarkan analisis data yang peneliti peroleh dari bimbingan pribadi terhadap kepercayaan diri pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Palibelo, hal ini dapat terlihat pada hasil angket siswa dimana rhitung=0,912 sedangkan rtabel =0,312 atau rxy = 0,912 > 0,312 pada taraf signifikansi 5%. maka rhitung > rtabel yang berarti bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan diterima. Artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan antara bimbingan pribadi terhadap kepercayaan diri siswa pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Palibelo
Development of a Diagnostic Assessment Model based on the EWS (Early Warning System) Approach to Support Student Academic Performance in Elementary School Sarbudin; Mei Indra Jayanti; Syamfia; Umar
JIP Jurnal Ilmiah PGMI Vol 11 No 2 (2025): JIP (Jurnal Ilmiah PGMI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jip.v11i2.31282

Abstract

This research was conducted to produce a diagnostic assessment instrument using an EWS (Early Warning System) approach that is able to detect early learning problems in students accurately and comprehensively and to assess their impact on the academic performance of elementary school students. The research method used is research and development (R&D) using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The research subjects were fifth-grade students in three elementary schools in Bima City. Data were collected using cognitive and non-cognitive diagnostic assessment instruments based on an EWS approach as well as student academic performance assessment instruments. Research data analysis was carried out by testing the validity of the diagnostic assessment model using descriptive statistics and multiple regression tests to determine the effect of the assessment model with the help of Jamovi software. The results of the validity test showed that the EWS-based diagnostic assessment model was found to be very feasible based on the analysis by two validators (learning evaluation experts and elementary education experts) with the characteristics of the assessment model, namely comprehensive, preventive, and solution-oriented. The implementation of this assessment facilitates teachers in making informed decisions regarding learning strategies and specific interventions needed by students based on the results of cognitive and non-cognitive diagnoses. Statistical test results showed a significance value (p-value) <0.001, indicating a significant effect of the EWS-based diagnostic assessment model on student academic performance, with an effect size (R2) of 63.7% of the variation in student academic performance scores.
Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja Di Desa Nunggi Kac.Wera Nur Syariful Amin; Sarbudin Sarbudin; Muhamadiah Muhamadiah; Sulistia Indah; Israfil Israfil
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4041

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial remaja, terutama melalui penggunaan media sosial. Media sosial yang awalnya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi, kini juga memengaruhi perilaku, moral, serta kedisiplinan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap perilaku remaja di Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram selama lebih dari empat jam per hari. Media sosial memberikan dampak positif berupa peningkatan wawasan, kemampuan komunikasi, dan akses informasi, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti penurunan motivasi belajar, lemahnya kedisiplinan ibadah, serta munculnya perilaku konsumtif dan ketergantungan digital. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dampak media sosial bersifat dua arah, bergantung pada tingkat kontrol diri, bimbingan keluarga, dan lingkungan sosial yang mendukung penggunaan media secara bijak.
Eksplorasi Penerapan Pendekatan Bimbingan Kelompok Berbasis Nilai Maja Labo Dahu dan Pendekatan Konvensional dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia Dini Nurrahmania Nurrahmania; Ade S. Anhar; Sulistia Indah; Israfil Israfil; Sarbudin Sarbudin; Muchlis Muchlis
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu dan pendekatan konvensional dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada pemahaman mendalam terhadap proses, pengalaman, dan dampak dari kedua pendekatan bimbingan yang diterapkan di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Subjek penelitian terdiri dari guru, konselor, dan anak usia dini yang terlibat dalam kegiatan bimbingan kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu lebih efektif dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini dibandingkan pendekatan konvensional. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kerja sama, empati, tanggung jawab, dan kontrol diri anak dalam kegiatan kelompok. Pendekatan berbasis nilai budaya memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena anak tidak hanya menerima aturan secara verbal, tetapi juga menginternalisasi nilai melalui aktivitas sosial yang kontekstual. Sementara itu, pendekatan konvensional cenderung bersifat satu arah sehingga kurang memberikan ruang interaksi aktif bagi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam layanan bimbingan kelompok memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan perilaku sosial anak usia dini.