Wininda Qusnul Khotimah
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI DUKUNGAN SOSIAL BIPOLAR CARE INDONESIA DALAM PEMBERIAN EDUKASI DAN DUKUNGAN BAGI PENYINTAS BIPOLAR Vilya Dwi Agustini; Ghoziyyah Ibnati Jamal; Wininda Qusnul Khotimah
KOMUNIKATA57 Vol 5 No 1 (2024): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v5i1.1253

Abstract

Masyarakat Indonesia saat ini masih banyak yang minim informasi dalam memahami pentingnya kesehatan mental khususnya bagi gangguan mental Bipolar, berangkat dari permasalahan itulah terbentuknya komunitas Bipolarcare Indonesia (BCI). Penelitian ini berfokus pada bagaimana strategi dukungan sosial yang diberikan BCI kepada penyandang Bipolar. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan teori dukungan sosial yang di kemukakan oleh Daena Goldsmith. Teori dukungan sosial didalam penelitian ini menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan BCI memberikan dampak hidup yang lebih berkualitas bagi anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari informasi bentuk dukungan yang diberikan BCI kepada penyintas. Pendekatan yang digunakan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. penelitian ini ialah BCI membentuk tahapan strategi komunikasi untuk menerapkan strategi dukungan sosial yang efektif bagi penyintas. Tahapan strategi BCI berbentuk pemilihan khalayak, tujuan program, strategi penyusunan pesan dan pemilihan media. BCI memberikan dukungan sosial berupa dukungan informasi edukasi, dukungan instrumental dan dukungan penghargaan. Dukungan ini disampaikan melalui kegiatan support peer group, postingan edukasi melalui sosial media, maupun dukungan antar anggota pada laman sosial media Facebook dan WhatsApp BCI.
Peran Buzzer Marketing dalam Melakukan Branding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Uswatun Nisa; Siti Manzilla Amalia; Rahmawati Rahmawati; Wininda Qusnul Khotimah
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 17 No. 1 (2025): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v17i1.7870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan buzzer marketing selaku pihak ketiga dalam melakukan branding terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode snowball sampling (bola salju) yang dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi dengan lima informan penelitian. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa peranan buzzer dalam melakukan branding pada UMKM adalah sebagai manager branding, media pengubung, serta media promosi. Melalui strategi viral marketing, buzzer mampu menciptakan rasa perhatian (attention) dan ketertarikan (interest) calon konsumen dalam meningkatkan brand awareness terhadap suatu produk. Pemilihan topik buzzer UMKM masih terbilang minim sehingga penting untuk dikembangkan oleh peneliti lain kedepannya. Namun, jika ingin melihat proses branding secara keseluruhan disarankan menggunakan peranan digital agency. Hal ini dikarenakan, pihak digital agency memang berfokus pada segi branding dan mengelola akun instagram dari suatu produk. Sementara buzzer lebih digunakan untuk meningkatkan brand awareness setelah terbentuknya branding yang kuat.   Numerous new communicators who contribute to the marketing process have emerged as a result of the ongoing development of digital marketing. This study aims to see the role of buzzer marketing as a third party in branding Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Banda Aceh City. The AISAS model (attention, interest, search, action, share) is used in this study to assess the extent to which buzzer marketing plays a role in product branding. The research method uses a qualitative approach with semi-structured interview techniques. The findings of this study indicate that buzzer marketing serves three functions in branding MSME products: branding manager, media liaison, and promotional media. Through a viral marketing strategy, buzzers are able to create a sense of attention (attention), interest (interest) and stimulate the action of searching for product information (search) by potential consumers for a product. This study also found that the role of buzzer marketing in Banda Aceh City has not reached the action and share stage. The MSME buzzer subjects is still limited, therefore additional study is needed in the future. However, if you want to see the entire branding process, it is best to assume the position of a digital agency. This is because the digital agency specializes in product branding and Instagram account management. Buzzers are more commonly utilized to boost brand recognition when strong branding has been established.