Putri Nurmayanti
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Wali Songo Situbondo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TOLERANSI UMAT BERAGAMA : ANALISIS PERNIKAHAN BEDA AGAMA DESA WONOREJO KEC. BANYUPUTIH KAB. SITUBONDO Putri Nurmayanti; Mufida Aly; Habsatun Nabawiyah
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 3 No 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.843

Abstract

Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi manusia dimuka bumi, mengajarkan umat manusia untuk saling belajar bagaimana menjadi hamba yang tertuntun dan bertoleransi kepada sesamanya, karena Indonesia merupakan Negara multikultural yang benyak mempunyai keaneka ragaman ras, budaya dan agama. hal ini berdampak pada banyaknya pernikahan beda agama di Indonesia. Artikel ini ditulis dengan metode kualitatif berdasrrkan pendekatan studi kasus di desa wonorejo,dengan tujuan agar kehidupan umat beragama berjalan harmonis, khususnya di Indonesia juga untuk para penerus bangsa agar sikap toleransi semakin kuat sesuai dengan sila pertama pada pancasila.
Dimensi Filosofis Ketuhanan dalam Sila Pertama Pancasila: Analisis Teoretis atas Tafsir Al-Maraghi Sofiyatus Soleha; Putri Nurmayanti
Al-Qolam: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, menempati posisi fundamental sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia. Sila ini mengandung makna tauhid yang diyakini sebagai sumber nilai dan norma, serta menegaskan prinsip tauhid sebagai dasar kehidupan berbangsa. Prinsip ini tidak hanya mengatur hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, tetapi juga menata hubungan horizontal manusia dengan sesamanya. Dengan demikian, sila pertama menjadi sumber etika, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan yang menopang keadilan, persatuan, serta kehidupan sosial yang harmonis. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), berfokus pada penafsiran Ahmad Musthafa Al-Maraghi. Melalui analisis terhadap Surah Al-Ikhlas (1–4), Al-Baqarah (163), dan Al-Baqarah (255), ditemukan bahwa konsep tauhid dalam Tafsir Al-Maraghi tidak hanya menekankan dimensi transendental, tetapi juga memiliki implikasi sosial yang nyata. Secara garis besar, hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi antara ajaran tauhid menurut Al-Maraghi dan falsafah sila pertama Pancasila, di mana konsep Ketuhanan dipahami tidak hanya sebagai keyakinan teologis, tetapi juga sebagai dasar etis bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.