Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Communication strategies in the mental development of soldiers for strengthening religious moderation in the military environment Andi Hasriani; Badruddin Kaddas; St. Samsuduha; Maryati Mallongi; Andi Paduppai
Islamic Communication Journal Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2026.11.1.31620

Abstract

Da'wah communication plays an important role in fostering moderate religious attitudes amid the challenges of extremism, radicalism, and intolerance in plural societies. In military institutions, strengthening religious moderation is essential to maintain soldiers’ professionalism, social stability, and national commitment. This study aims to analyze the strategies of da'wah communication in soldiers’ mental development to strengthen religious moderation within the military environment. This research employs a descriptive qualitative method using a da'wah communication approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that da'wah communication strategies in soldiers’ mental development are implemented through religious lectures, interfaith dialogue, and the internalization of national and historical values using persuasive, rational, and humanistic approaches. These strategies contribute to shaping inclusive and tolerant religious attitudes while strengthening national integration within the military environment. Theoretically, this study enriches the field of Islamic communication by demonstrating that da'wah communication in military settings functions not only as a medium for transmitting religious values but also as an integrative instrument that connects religiosity, nationalism, and military professionalism in strengthening religious moderation. ***** Komunikasi dakwah memiliki peran penting dalam membangun sikap keagamaan yang moderat di tengah tantangan ekstremisme, radikalisme, dan intoleransi dalam masyarakat plural. Dalam lingkungan militer, penguatan moderasi beragama menjadi bagian penting untuk menjaga profesionalitas prajurit, stabilitas sosial, serta komitmen kebangsaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah dalam pembinaan mental prajurit untuk memperkuat moderasi beragama di lingkungan militer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komunikasi dakwah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah dalam pembinaan mental prajurit dilakukan melalui ceramah keagamaan, dialog lintas agama, serta internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan sejarah perjuangan bangsa dengan pendekatan persuasif, rasional, dan humanis. Strategi tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap keagamaan yang inklusif, toleran, serta memperkuat integrasi nasional di lingkungan militer. Secara keilmuan, penelitian ini memperkaya kajian komunikasi Islam dengan menunjukkan bahwa komunikasi dakwah dalam lingkungan militer tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen integratif yang menghubungkan nilai religiusitas, nasionalisme, dan profesionalisme keprajuritan dalam penguatan moderasi beragama.
Eksistensi Kafa’ah Nasab dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Cikoang Kecamatan Laikang Kabupaten Takalar) Ahrianto; Said Syaripuddin Abu Baedah; Maryati Mallongi
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21806102

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi kafa’ah nasab dalam perspektif hukum Islam di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafa’ah nasab masih menjadi prinsip penting dalam perkawinan wanita Syarifah di Desa Cikoang. Prinsip tersebut mengharuskan perempuan Syarifah menikah dengan laki-laki keturunan Sayyid sebagai upaya menjaga keberlangsungan nasab Rasulullah saw. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun, menjadi bagian dari identitas masyarakat Sayyid, serta diperkuat oleh norma adat yang berlaku, termasuk adanya sanksi sosial berupa ammere bagi pelanggarnya. Selain itu, motivasi wanita Syarifah menjadikan kafa’ah nasab sebagai syarat pernikahan didasarkan pada keyakinan untuk menjaga kemurnian keturunan Rasulullah saw, yang didukung oleh adat, warisan leluhur, serta sistem kekerabatan patrilineal. Kepatuhan terhadap prinsip tersebut juga dipengaruhi oleh sosialisasi keluarga sejak dini dan keberadaan sanksi sosial, sehingga kafa’ah nasab dipahami sebagai bagian dari identitas, kehormatan, dan nilai budaya yang terus dipertahankan. Dalam perspektif hukum Islam, praktik kafa’ah nasab di Desa Cikoang dapat dipahami sebagai bentuk ‘urf (adat kebiasaan) yang hidup dalam masyarakat. Selama tidak dijadikan sebagai syarat sah perkawinan menurut syariat dan tidak menghilangkan hak seseorang untuk menikah sebagaimana ketentuan Islam, praktik tersebut dapat dipandang sebagai tradisi yang berkembang dalam ruang sosial masyarakat dan menjadi bagian dari upaya menjaga identitas keturunan Sayyid.