Puspita, Ira
FKIP Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN DAERAH (SIMDA KEUANGAN)DENGAN METODE PIECES DI SEKOLAH MENENGAH NEGERI KOTA SURAKARTA Puspita, Ira; Witurachmi, Sri; Hamidi, Nurhasan
Tata Arta : Jurnal Pendidikan Akuntansi Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Pendidikan Akuntansi
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.8 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research is to investigate the success rate of the Regional Financial Manage-ment Information System (SIMDA) with performance, information, economy, control, efficiency, and ser-vice (PIECES) evaluation methods at state secondary schools of Surakarta City. Its population was treas-urers of Junior High Schools, Senior High Schoolsand Vocational High Schools of Surakarta City. They consisted of 44. Its samples were 40 treasurers and were determined by using the proportional random sampling. The data of research were collected through questionnaire and analyzed by using the left-tailed t-test at the significance level of 0.05. The success rate attained was 81.13%. The success rate of the SIM-DA based on the indicators of PIECES evaluation methods was 84% at highest (-ttable = -1.645 >-tcount =-3.12). The strongest indicator of the SIMDA was information (85%) and the weakest indicator was econo-my (62%). The indicator of efficiency was adequately successful (75%), but it was fairly low if compared with other indicators. The results of identification both the strength and weakness of the SIMDA can be inputs for the Finance and Development Supervisory Agency (BPKP) in developing the future SIMDA through, for instance, provision of online reporting facilities so that the treasurers can save theirtime.Keyword :SIMDA at school, System Evaluation, PIECES evaluations method.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuksesan SIMDA Keuangan berdasar indi-kator metode evaluasi PIECES di Sekolah Menengah Negeri Kota Surakarta. Populasi penelitian terdiri atas bendahara SMPN, SMAN, dan SMKN Kota Surakarta yang berjumlah 44 orang. Sampel ditentukan sebanyak 40 orang bendahara. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Bentuk penelitian evaluasi kuantitatif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket. Analisis da-ta menggunakan uji-t pihak kiri dengan taraf signifikansi 0,05. Tingkat kesuksesan yang dicapai yaitu sebesar 81,13%. Hipotesis “Tingkat kesuksesan SIMDA Keuangan berdasar indikator metode evaluasi PIECES di Sekolah Menengah Negeri Kota Surakarta paling tinggi 84%” diterima berdasar pada (-ttabel>thitung atau -1,645>-3,12). Berdasar metode evaluasi PIECES, SIMDA Keuangan di Sekolah Menen-gah Negeri Kota Surakarta memiliki kekuatan pada indikator information dengan nilai sebesar 85%. Kelemahan SIMDA terletak pada indikator economic dengan nilai sebesar 62%. Indikator efisiensi tergo-long sukses dengan persentase 75% namun hal ini cukup rendah jika dibanding dengan indikator lain. Hasil identifikasi kekuatan dan kelemahan SIMDA Keuangan di Sekolah Menengah Negeri Kota Surakar-ta dapat menjadi bahan masukan bagi BPKP dalam pengembangan SIMDA Keuangan kedepannya. Per-baikan tersebut antara lain pemberian fasilitas pelaporan online sehingga membantu bendahara dalam efisiensi waktu pelaporan.Kata kunci : SIMDA Keuangan Sekolah, Evaluasi Sistem, Metode Evaluasi PIECES.
Pola dan Sensitivitas Antibiotik Bakteri Yang Berpotensi Sebagai Penyebab Infeksi Nosokomial di Ruang Rawat Bedah RSUDZA Banda Aceh Hayati, Zinatul; Azwar, Azwar; Puspita, Ira
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.351 KB) | DOI: 10.33476/jky.v20i3.168

Abstract

Infeksi Nosokomial masih menjadi masalah serius di rumah sakit baik di Indonesia maupun di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan sensitivitasnya terhadap antibiotik serta sumber penularan yang berpotensi sebagai penyebab infeksi nosokomial di Ruang Rawat Bedah RSUDZA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui metode observasional laboratorium. Sampel penelitian diambil dari Ruang Rawat Bedah RSUDZA berupa spesimen yang terdiri dari usap tangan/hidung/luka pasien, tangan/hidung tenaga kesehatan, peralatan, mobiler ruangan dan udara ruangan. Spesimen yang diperoleh dilakukan kultur dan uji sensitivitas antibiotik di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUDZA. Data dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 64spesimenyang diperoleh, 36 spesimen(56,25%) diantaranya terisolasi bakteri sebanyak 38 isolat, sementara 28 spesimen (43,75%) lainnya steril. Hasil identifikasi dari 38 isolat bakteri ditemukan bakteri patogen sebanyak 10 isolat (26,31%) dan non patogen sebanyak 28 isolat (76,32%). Pola kuman patogen yang berpotensi sebagai penyebab infeksi nosokomial di Ruang Rawat Bedah RSUDZA terbanyak adalah Staphylococcus aureus (70%), diikuti P. aeruginosa, E. coli danAcinetobacter sp. masing-masing 10%. Sumber penularan terbanyak yang berpotensimenyebabkan infeksi nosokomial adalah mobiler ruangan, kemudian diikuti dengan pasien dan tenaga kesehatan. Staphylococcus aureus masih sensitif terhadap vankomycin dan clindamycin masing-masing sebesar 100% dan 85,71%, namun demikian semuanya telah resisten terhadap oxacillin sehingga bakteri ini digolongkan ke dalam MRSA. Pseudomonas aeruginosa hanya sensitif terhadap meropenem sehingga digolongkan ke dalam bakteri penghasil ESBL. Escherichia coli masih sensitif terhadap antibiotik golongan cephalosporin, fluoroquinolon dan meropenem sedangkan Acinetobacter sp sudah resisten terhadapantibiotik golongan cephalosporin, fluoroquinolon dan meropenemnamun masih sensitif terhadap gentamisin dan tobramisin. Infeksi Nosokomial masih menjadi masalah serius di rumah sakit baik diIndonesia maupun di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui polabakteri dan sensitivitasnya terhadap antibiotik serta sumber penularan yangberpotensi sebagai penyebab infeksi nosokomial di Ruang Rawat BedahRSUDZA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui metodeobservasional laboratorium. Sampel penelitian diambil dari Ruang Rawat BedahRSUDZA berupa spesimen yang terdiri dari usap tangan/hidung/luka pasien,tangan/hidung tenaga kesehatan, peralatan, mobiler ruangan dan udararuangan. Spesimen yang diperoleh dilakukan kultur dan uji sensitivitasantibiotik di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUDZA. Data dianalisissecara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa 64spesimenyang diperoleh, 36 spesimen(56,25%) diantaranya terisolasi bakteri sebanyak 38 isolat, sementara 28spesimen (43,75%) lainnya steril. Hasil identifikasi dari 38 isolat bakteriditemukan bakteri patogen sebanyak 10 isolat (26,31%) dan non patogensebanyak 28 isolat (76,32%). Pola kuman patogen yang berpotensi sebagaipenyebab infeksi nosokomial di Ruang Rawat Bedah RSUDZA terbanyak adalahStaphylococcus aureus (70%), diikuti P. aeruginosa, E. coli danAcinetobactersp. masing-masing 10%. Sumber penularan terbanyak yang berpotensimenyebabkan infeksi nosokomial adalah mobiler ruangan, kemudian diikutidengan pasien dan tenaga kesehatan. Staphylococcus aureus masih sensitifterhadap vankomycin dan clindamycin masing-masing sebesar 100% dan85,71%, namun demikian semuanya telah resisten terhadap oxacillin sehinggabakteri ini digolongkan ke dalam MRSA. Pseudomonas aeruginosa hanyasensitif terhadap meropenem sehingga digolongkan ke dalam bakteri penghasilESBL. Escherichia coli masih sensitif terhadap antibiotik golongancephalosporin, fluoroquinolon dan meropenem sedangkan Acinetobacter spsudah resisten terhadapantibiotik golongan cephalosporin, fluoroquinolon danmeropenemnamun masih sensitif terhadap gentamisin dan tobramisin.