Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ACCELERATIVE AND TRANSFORMATIVE: THE LEADERSHIP OF DEDI ISKANDAR BATUBARA IN STEERING AL-JAM’IYATUL WASHLIYAH IN NORTH SUMATRA Zalukhu, Devrichan Syahputra Zalukhu; Sukiman, Sukiman; Syahminan, Mhd
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2.12621

Abstract

This study aims to analyze the leadership model of Dedi Iskandar Batubara at the North Sumatra Regional Board of Al-Washliyah, characterized by an accelerative and transformative vision within the framework of Islamic political thought. Employing a qualitative case study methodology, data were collected through in-depth interviews with the research subject and key informants. The findings indicate that Batubara’s leadership is grounded in a spiritual philosophy that construes his position as a sacred trust (amanah) and an act of worship (ibadah), compelling him to drive innovation and systematic improvements. His leadership model is democratic, transparent, and humanistic, consistently implementing Islamic political principles such as consultation (syura) and trustworthiness (amanah) in all decision-making and organizational management processes. He has also successfully addressed internal challenges, including political diversity and intergenerational dynamics, by upholding the principle of independence and prioritizing cadre regeneration. This accelerative and transformative vision has not only yielded significant advancements in the fields of Islamic propagation (da’wah), education, and asset management but has also enhanced Al-Washliyah’s public credibility. This study concludes that Dedi Iskandar Batubara’s leadership exemplifies an effective model of how a leader can balance Islamic idealism with the demands of modernity to ensure the organization’s sustainability and relevance in the contemporary era.
Moderasi Beragama Sebagai Landasan Dalam Membangun Masyarakat Harmonis: Analisis Kasus Pada Dusun Kehutanan Desa Secanggang Syahminan, MHD; Arrasyid, Khainur; Alfitrah, Nur Aulia; Lesmana, Cindy Satika; Azzahara, Aisyah Lutiza; Muharrani, Wan Kesturi Anisa; Hajijah, Humairah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1628

Abstract

Moderasi beragama menjadi landasan penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, khususnya di Indonesia yang dikenal dengan keragaman budaya dan agama. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran moderasi beragama dalam membangun keharmonisan masyarakat di Dusun Kehutanan, Desa Secanggang. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, saling menghormati, dan dialog antarumat beragama, telah berhasil diterapkan dan menjadi fondasi utama dalam menjaga kerukunan masyarakat di dusun tersebut. Meskipun terdapat tantangan, seperti perbedaan pandangan keagamaan dan potensi konflik, upaya kolaboratif dari tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat setempat mampu mengatasi perbedaan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa moderasi beragama tidak hanya berperan dalam mencegah konflik, tetapi juga sebagai katalisator dalam memperkuat hubungan sosial dan membangun masyarakat yang harmonis di Dusun Kehutanan, Desa Secanggang.
RESOLUSI KONFLIK ANTAR JAMAAH MASJID BAITURRAHMAN DAN BAITURAHMAN AL-LATIF DI DUSUN ASAM JAWA BARAT DESA ASAM JAWA KECAMATAN TORGAMBA Wahyudi Pohan, Diki; Syahminan, Mhd; Ekowati, Endang
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 2 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i2.333-349

Abstract

Konflik Intern jamaah Masjid Baiturrahman adalah konflik yang terjadi antar jamaah masjid baiturrahman. Konflik ini terjadi dengan berbagai faktor yang kompleks faktor-faktor penyebabkonflik intern jamaah Masjid Baiturrahman yaitau Pemindahan dan Pembangunan Masjid Baiturrahman, Isu Wakaf dan Pengelolaan serta Pembentukan BKM secara sepihak oleh H. Latif.Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan dari konflik yang terjadi antara jamaah Masjid Baiturrahman, upaya mediasi yang dilakukan pemerinah untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara jamaah Masjid Baiturrahman. Serat bagaimana resolusi konflik yang tepat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara jamaah Masjid Baiturrahman. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk menggambarkan bagaimana pengalaman seseorang ketika berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungan sekitarnya. Temuan dalam penelitian ini adalah hingga saat ini masih terjadi konflik dingin antar jamaah Masjid  Baiturrahman, meskipun dulu sempat beberapa kali dilakukan media oleh pemerintah setempat. Namun mediasi itu tidak berhasil menyatukan jamaah Masjid Baiturrahman. Saat ini pemerintahan setempat telah berganti pada pemerintahan yang baru. Setelah peneliti telusuri ternyata pemerintah baru ini tidak mengetahu konflik yang terjadi di intern jamaah Masjid Baiturrahman.
TRADISI MARKOBAR DALAM KAJIAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DI KABUPATEN MANDAILING NATAL Hasibuan, Anisah; Syahminan, Mhd; Yasmin, Nabila
SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/siwayang.v1i3.391

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar budaya dalam tradisi Markobar pada adat pernikahan di Mandailing. Teori yang menjadi pendukung penelitian ini antara lain, tradisi Markobar dan komunikasi antar budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi (etnis) dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam penyampaian isi Markobar memiliki urutan dalam penyampaiannya yaitu dimulai dari suhut yang merupakan orang tua dari dari kedua mempelai yang bertanggung jawab dalam pernikahan, kahanggi, anak boru merupakan menantu atau kelompok keluarga yang mengambil istri dari keluarga suhut, mora yang merupakan kelompok dari suhut yang mengambil istri, yaitu saudara laki-laki ayah, hatobangon merupakan tokoh adat yang memilki sifat dan karakter yang dewasa dan termasuk orang yang paling paham adat-istiadat di daerah tersebut. Tradisi Markobar juga bukan menjadi suatu hambatan jika terjadi perbedaan budaya dalam sebuah pernikahan. Dalam teori analisis komunikasi antar budaya juga terdapat beberapa pendekatan yang ada di tradisi Markobar, hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antar budaya dan tradisi Markobar memiliki keterkaitan dalam beberapa bentuk.