Shomedran
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOPAN SANTUN ANAK Juliana, Ameliana; Nurrizalia, Mega; Shomedran
PANDU : Jurnal Pendidikan Anak dan Pendidikan Umum Vol 1 No 3 (2023): AGUSTUS
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/pandu.v1i3.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penerapan komunikasi interpersonal orang tua dalam membentuk perilaku sopan santun anak pada keluarga pekerja buruh pabrik di Desa Lorok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Studi kasus digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang interaksi komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak. Subjek penelitian terdiri dari enam orang, yaitu dua pasang orang tua dan dua anak. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat lima indikator utama dalam penerapan komunikasi interpersonal orang tua yang mempengaruhi perilaku sopan santun anak. Pertama, terkait sikap keterbukaan, anak cenderung enggan membuka diri kepada orang tua mengenai masalah-masalah yang dihadapinya baik di sekolah maupun di luar sekolah karena kurangnya waktu interaksi bersama orang tua. Kedua, terkait sikap positif, anak cenderung menunjukkan rasa hormat terhadap orang tua ketika mereka memberikan contoh perilaku sopan santun. Namun, jika interaksi dengan orang tua terbatas dan lebih banyak waktu dihabiskan dengan perangkat elektronik, anak cenderung kehilangan rasa hormat tersebut. Ketiga, terkait sikap kesetaraan, anak cenderung kurang merasa akrab dengan orang tua karena interaksi yang minim, sehingga seringkali komunikasi cenderung berlangsung dengan nada tinggi. Keempat, terkait sikap empati, orang tua cenderung lebih cenderung memberikan kritik daripada memahami perspektif anak, yang mengakibatkan anak sering kali merasa perlu untuk menyela ketika orang tua berbicara. Kelima, terkait sikap saling mendukung, orang tua cenderung memberikan dukungan terhadap tindakan positif yang dilakukan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan interaksi dan komunikasi dengan anak secara lebih intensif dan membuka ruang untuk anak mengungkapkan permasalahan dan pendapat mereka, sehingga dapat membentuk perilaku sopan santun yang lebih baik pada anak.
DAMPAK PENYIMPANGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERAGAMA DAN MORAL BAGI REMAJA DI DESA SEJARO SAKTI KABUPATEN OGAN ILIR Annisa, Annisa Fitriyani; Shomedran
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.6.2.137-146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penyimpangan sosial terhadap perilaku beragama dan moral bagi remaja di desa Sejaro Sakti. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan informan sebanyak 8 orang. . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian dalam penelitian ini berupa mengetahui dampak penyimpangan sosial terhadap perilaku beragama dan moral bagi remaja di desa Sejaro Sakti. Adapun hasil penelitian mengenai dampak perilaku beragama ialah memiliki akhlak yang buruk, tata krama yang tidak sopan dan malas melaksanakan ibadah. Oleh karena itu seharusnya ada bimbingan dari orang tua tentang pentingnya berakhlak yang baik kepada sesama. Untuk dampak perilaku moral nya ialah remaja menampakkan sikap kurang hormat antar sesama, kepedulian remaja yang menampakkan sikap yang baik terhadap sesama, memiliki sikap tanggung jawab yang baik untuk ikut serta dalam kegiatan sosial yang di selenggarakan di Desa Sejaro Sakti. Oleh karena itu diharapkan perangkat Desa Sejaro Sakti dapat menciptakan banyak kegiatan sosial di masyarakat diharapkan remaja tersebut ikut terlibat dan diberi tanggung jawab untuk mengelola suatu kegiatan sehingga dapat meminimalisir penyimpangan sosial.
Pengembangan Buku saku literasi keislaman bagi pengurus rohani Islam di SMA negeri 1 Rantau alai Ogan Ilir Risa, Melda; Shomedran
Journal of Millennial Community Vol. 6 No. 2 (2024): September -Journal of Millennial Community
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmic.v6i2.60919

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku saku literasi keislaman yang valid dan praktis bagi pengurus rohani islam di SMA Negeri 1 Rantau Alai Ogan Ilir. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan Rowntree yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap persiapan penulisan, dan tanap penulisan dan penyuntingan. Taknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Observasi digunakan untuk mengamati berbagai keadaan peserta didik yang menjadi pengurus rohis dalam berprilaku dilingkungan sekolah, wawancara dilakukan studi awal untuk memperoleh data, sedangkan angket digunakan untuk memperoleh hasil analisis kebutuhan, mengetahui kevalidan dan kepraktisan dengan 3 ahli untuk validasi dan 20 responden untuk uji coba kepraktisan. Hasil menujukkan pada validasi oleh 3 orang ahli dengan persentase yang didapat pada ahli materi 82,5%, dari ahli bahasa dengan persentase 75%, dan ahli media dengan persentase 85%. Hasil rekapitulasi rata-rata validasi ahli sebesar 80,8%. Kepraktisan produk dinilai dengan melakukan uji coba secara one-to-one dan small group dengan persentase yang didapat 96,5% pada uji coba one-to-one dan 93,3% pada uji coba small group. Hasil di atas dapat menyatakan bahwa pengembangan buku saku literasi keislaman ini bersifat valid dan sangat praktis bagi pengurus rohani islam di SMA Negeri 1 Rantau Alai Ogan Ilir. 
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU SAKU DIGITAL UNTUK PENGENALAN WISATA DANAU TELUK SERUO DI DESA SEJARO SAKTI KABUPATEN OGAN ILIR Syafitri, Rahmia; Shomedran; Erna Retna Safitri; Henny Helmi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12140

Abstract

This study aims to develop an educational medium in the form of a digital pocketbook for tourism introduction for youth in Sejaro Sakti Village, Ogan Ilir Regency, which is assessed from the aspects of validity and practicality. The type of research is development using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), but only covers four stages up to implementation. Data collection was conducted using questionnaires and interviews. The development results show material expert validation of 100% (very valid), media expert 75% (valid), and language expert 92% (very valid). One-to-one trials reached 90% (very practical), while small group trials reached 98% (very practical). Thus, the product is categorized as valid and very practical for use by youth in Sejaro Sakti Village as an educational medium for introducing Teluk Seruo Lake tourism.
PENGARUH KOMPETENSI TUTOR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PAKET B DI SPNF SKB KABUPATEN LAHAT Ramadhanti, Trias; Helmi, Henny; Saputra, Ardi; Shomedran
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13086

Abstract

This study is motivated by the suboptimal learning outcomes of Package B students at SPNF SKB Kabupaten Lahat, as indicated by an average score of 78.6. The main problem addressed is whether tutor competence influences students’ learning outcomes. This research aims to determine the extent of the influence of tutor competence, which includes pedagogical, personal, social, and professional competencies, on the learning outcomes of Package B students. This study employed a quantitative approach with a descriptive method. The population consisted of 98 students, all of whom were selected as the sample using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instrument was tested for validity and reliability, with all items declared valid and a Cronbach’s Alpha value of 0.963, indicating high reliability. Data analysis was conducted using percentage analysis and simple linear regression to test the hypothesis. The results showed that tutor competence was generally in the “fairly good” category across all aspects, particularly pedagogical competence with a percentage of 57.9%. Statistical testing revealed that tutor competence has a positive and significant effect on students’ learning outcomes. This indicates that higher tutor competence leads to improved learning outcomes among Package B students. In conclusion, tutor competence is an important factor influencing the success of learning in nonformal education. Therefore, efforts to improve tutor competence are necessary to enhance students’ learning outcomes.
PROBLEMATIKA REGENERASI PENENUN SONGKET DI DESA MUARA PENIMBUNG ULU Masyiroh, Uchie; Ardi Saputra; Aswasulasikin; Shomedran
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13352

Abstract

This study aims to analyze the problems of songket weaver regeneration in Muara Penimbung Ulu Village, Indralaya District, Ogan Ilir Regency. Regeneration is important in maintaining the sustainability of weaving skills as part of preserving local culture, but the involvement of the younger generation is still low. This study used a descriptive qualitative method with a purposive sampling technique involving 8 informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the regeneration of songket weavers faces social, economic, and policy barriers. Social barriers include low interest from the younger generation and low environmental support. Economic barriers are related to low income and the attractiveness of weaving. Policy barriers are evident in the limitations and suboptimal implementation of programs. Government efforts through training have been carried out, but participation from the younger generation is still limited. The conclusion of this study indicates that the regeneration process of songket weavers has not been running optimally. Synergy is needed between the government, the community, and educational institutions to increase interest from the younger generation and strengthen the sustainability of weaving culture.
BENTUK BENTUK KREATIVITAS MENGAJAR TUTOR DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR SISWA PAKET C DI SPNF SKB OGAN ILIR Sartika, Dewi; Shomedran; Helmi, Henny; Saputra, Ardi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13373

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas pengajaran tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar di kalangan mahasiswa Paket C di SPNF SKB Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor menerapkan tujuh bentuk kreativitas pengajaran, yaitu variasi metode pengajaran, pemanfaatan media pembelajaran, pendekatan pembelajaran kontekstual, fleksibilitas dalam pengajaran, inovasi dalam strategi pengajaran, pembelajaran interaktif dan partisipatif, serta pengembangan bahan ajar. Bentuk-bentuk kreativitas ini memungkinkan tutor untuk mengubah keterbatasan fasilitas dan waktu belajar menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan menarik. Akibatnya, motivasi mahasiswa bergeser dari motif ekstrinsik, seperti kebutuhan administratif, menjadi motivasi intrinsik yang ditandai dengan partisipasi aktif, antusiasme, dan pembelajaran mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas pengajaran memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar di lingkungan pendidikan nonformal. Disarankan agar lembaga meningkatkan fasilitas pembelajaran digital dan memberikan pelatihan berkelanjutan bagi tutor untuk mempertahankan inovasi dalam praktik pengajaran.