Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN INISIASI USAHA SOUVENIR BERBASIS ECOPRINT MANGROVE BAGI PENGELOLA KAWASAN EKOWISATA DESA TAMBAKREJO, KABUPATEN MALANG Pradipta, Naresvara; Prakosa, Galit Gatut; Muttaqin, Tatag; Triwanto, Joko; Kayanti, Mardita Riski; Ainiyah, Qurrotul; Anggara, Arik
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v7i2.5569

Abstract

Ecotourism is a form of tourism that still pays attention to the preservation of unspoiled nature (ecology), maintaining social culture (Social), empowering local communities around the area (economic), and can provide learning and education to the community or visitors (education). If one of these aspects is missing, it is necessary to evaluate the ecotourism. Clungup Mangrove Conservation Tiga Warna (CMC Tiga Warna) is located in Tambakrejo Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency. The ecotourism area here is managed by the local Sendang Biru community who are members of the Bhakti Alam Sendang Biru Foundation. Socio-economic problems are one aspect that needs to be resolved in an effort to impact community welfare. This Community service provided by training in ecoprint production and assisting in digital marketing and advertising for CMC managers and agents to decrease the sosio-economic tension.
Implementasi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Selelos, Lombok Utara Kayanti, Mardita Riski; Ramadhan, Ramli; Triwanto, Joko
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.22227

Abstract

Penelitian ini meneliti terkait aspek ekonomi masyarakat, tingkat partisipasi dan hubungan anggota HKm dengan KPH Rinjani Barat. Hasil yang didapat, yaitu pendapatan HKm memberikan kontribusi dengan rerata pendapatan 89%=Rp39.122.000,-/kapita/tahun untuk HKm Murbonong dan 62%=Rp9.408.00,-/kapita/tahun untuk HKm Murbantenan. Tingkat kesejahteraan anggota dari kedua HKm yang dikaitkan dengan kriteria BPS yaitu 84% tergolong tidak miskin dan 16% tergolong miskin. Kemudian dengan kriteria Bank Dunia 75% anggota HKm tergolong miskin dan 25 tergolong tidak miskin. Perbedaan hasil dari kedua kriteria tersebut terdapat pada standar kesejahteraan. Kemudian tingkat partisipasi masyarakat terhadap kelestarian hutan dengan lima indikator mencapai kategori sangat memuaskan. Hasil kesesuaian implementasi dan hubungan kedua HKm dengan KPH Rinjani Barat memperlihatkan bahwa kesesuaian antara tugas, fungsi dan tanggung jawab KPH disusun dalam peraturan pemerintah yang diukur dengan tingkat pelaksanaan ada 8 narasi yang sesuai dan 4 narasi yang tidak sesuai.