Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dengan Anemia pada Remaja di Kabupaten Bulukumba Rahmaniyah Rahmaniyah; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti; Jusni Jusni
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v2i2.3215

Abstract

Anemia is a deficiency in hemoglobin levels in the blood and is a major nutritional problem in Indonesia. The World Health Organization (WHO) in its 2021 world health statistics shows that the prevalence of anemia in women of reproductive age (15-49) in the world in 2019 was around 29.9%. The results of the 2018 Basic Health Research report by Balitbangkes in Indonesia, the prevalence of anemia in young women is around 27.2% in the 15-24 year age group. One of the factors causing anemia is nutritional status. Nutritional status is a factor that is closely related to anemia. This research uses quantitative descriptive, and the research design used in this research is cross sectional. The number of samples used was 10 young women using total sampling techniques. The research was conducted at the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Academy. Adolescents with an inappropriate BMI experienced severe anemia, namely 4 adolescents (80%), 1 respondent (20%) with an inappropriate BMI experienced severe anemia, while 5 respondents (100%) with an appropriate BMI experienced mild anemia. Based on the results of the statistical test p value = 0.004, it can be concluded that there is a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescents at the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Academy
Pendampingan Pada Remaja Dalam Menurunkan Nyeri Dismenorea Dengan Pijat Endorphine Di Kabupaten Bulukumba Jusni; Rahmaniyah. R; Arfiani; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti
JCS Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v7i1.129

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, experiencing physical, hormonal and sexual changes. One of the changes that occurs is menstruation. Menstruation or menstruation is a physiological change that occurs in accordance with a woman's body cycle and is influenced by reproductive hormones. Menstruation can cause discomfort, one of which is dysmenorrhea. Dysmenorrhea refers to pain, soreness and cramps felt in the lower abdomen to the back which can interfere with daily activities. The incidence of dysmenorrhoea in Indonesia reached 54.98%. Dysmenorrhea pain can be treated, one way, with non-pharmacological measures, namely endorphine massage. This massage functions to stimulate the body to release endorphin compounds which are pain relievers and can create a feeling of comfort. The aim of this mentoring service is to reduce dysmenorrhoea pain in students. Demonstration and intervention methods, the target of this activity is all 10 students of the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Academy who experience dysmenorrhoea. Results: there was a reduction in dysmenorrhea pain in students at the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Academy after endorphine massage, so it can be concluded that assisting teenagers with endorphine massage can be used as an effort to reduce dysmenorrhoea pain.
Pendamping Persalinan (Suami Yang Menemani Istri) Terhadap Proses Kemajuan Dalam Persalinan Pada Ibu Bersalin Astin Nur Hanifah; Andi Ernawati Manuntungi; Warda; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti; Karnely
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2497

Abstract

Partisipasi suami sebagai pendamping persalinan semakin diakui dalam meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami terhadap kemajuan proses persalinan pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran suami selama proses persalinan berhubungan signifikan dengan percepatan dilatasi serviks dan penurunan rasa nyeri. Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan suami dalam mendukung proses kelahiran secara fisiologis dan psikologis.
Efektivitas Mobile Health (mHealth) dalam Mendukung Continuity of Care Kebidanan pada Ibu Hamil Trimester III Adisty Dwi Treasa; Sitti Nur Intang; Aisyah Vitariani; Fanny Astuti; Ni Luh Gede Sri Wahyudianti; A. Eka Ridha Suhartini Yusuf
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7244

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan telah membuka peluang baru dalam meningkatkan pelayanan kebidanan, salah satunya melalui mobile health (mHealth). Penggunaan aplikasi berbasis ponsel dapat memperkuat kesinambungan asuhan kebidanan (continuity of care) dengan memberikan pemantauan dan edukasi yang berkelanjutan kepada ibu hamil. Pada trimester III, kebutuhan akan pemantauan yang intensif menjadi penting untuk mendeteksi dini komplikasi dan meningkatkan kesiapan persalinan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mHealth dalam mendukung continuity of care kebidanan pada ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas X Kabupaten Y. Sebanyak 60 responden ibu hamil trimester III dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (menggunakan aplikasi mHealth selama 4 minggu) dan kelompok kontrol (pelayanan konvensional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, kepatuhan ANC, dan kepuasan ibu, kemudian dianalisis dengan paired t-test dan independent t-test pada taraf signifikansi 0,05. Terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan ibu hamil (p < 0,001), kepatuhan antenatal care (p = 0,02), serta kepuasan terhadap pelayanan kebidanan (p = 0,03) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Penggunaan aplikasi mHealth efektif dalam meningkatkan continuity of care kebidanan pada ibu hamil trimester III melalui peningkatan pengetahuan, kepatuhan pemeriksaan kehamilan, dan kepuasan terhadap pelayanan. Implementasi mHealth perlu dikembangkan lebih luas di pelayanan kebidanan sebagai inovasi pendukung digitalisasi kesehatan ibu dan anak.