Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN RASULULLAH DALAM PERANG BADAR MENURUT PERSPEKTIF TEORI KEPEMIMPINAN OHIO Alwi, Khanabi
Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization Vol 3 No 1 (2024): Historia Islamica
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/historia.v3i1.700

Abstract

Prophet Muhammad’s leadership in the Battle of Badr is a prime example of effective and successful leadership. The victory of the Islamic community in the Battle of Badr can be attributed to Prophet Muhammad’s high leadership in both the structural and human relations dimensions of Ohio leadership. The structural dimension pertains to how a leader organizes and directs tasks, while the human relations dimension involves how a leader builds relationships and interacts with followers. In the structural dimension, Prophet Muhammad demonstrated high leadership by crafting well-thought-out and precise war strategies, assigning tasks and responsibilities to the Islamic forces, and ensuring their readiness for battle. In the human relations dimension, Prophet Muhammad exhibited high leadership by providing motivation and spirit to the Islamic forces, attending to their needs and well-being, and fostering a harmonious relationship with them. His leadership in the Battle of Badr serves as a model for Muslims in leading various organizations and groups. With effective leadership, the Muslim community can achieve victory and success in diverse fields.
Penerapan Plea Bargaining Dalam Hukuman Ta’zir di Pondok Pesantren Putra Al-Ishlah Singosari Malang Alwi, Khanabi; Abdurrahman, Ulinnuha; Akmal, Ahmad Wildan Rofrofil
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2026): 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.181-

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik penyelesaian pelanggaran santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah Singosari Malang dalam perspektif plea bargaining. Penelitian menggunakan metode studi lapangan dengan pendekatan hukum empiris dan desain kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pengurus dan pengajar pesantren serta dokumentasi kasus pelanggaran santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus pesantren secara implisit menerapkan prinsip plea bargaining melalui pemberian keringanan sanksi kepada santri yang secara sukarela mengakui pelanggaran sebelum diketahui oleh pihak keamanan. Praktik ini diterapkan terutama pada pelanggaran ringan dan sebagian pelanggaran berat, dengan pertimbangan edukatif, humanis, dan pembinaan moral santri. Namun, keringanan tidak diberikan pada pelanggaran berulang tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik tersebut mencerminkan adaptasi nilai keadilan restoratif dalam konteks pesantren dan relevan dengan konsep plea bargaining dalam hukum modern