Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan prinsip dasar taekwondo dalam pembentukan keluarga sakinah pasangan pelatih cabang olahraga beladiri taekwondo perspektif qirā’ah mubadalah Akmal, Ahmad Wildan Rofrofil
Sakina: Journal of Family Studies Vol 7 No 2 (2023): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v7i2.3668

Abstract

Menjalani hidup berkeluarga dengan pasangan tentu menjadi impian setiap orang, apalagi memiliki pasangan yang mengerti satu sama lain, saling memahami dalam kondisi suka maupun duka. Demikian juga dengan pasangan suami istri pelatih cabang olahraga beladiri taekwondo, tentu mereka memiliki cara tersendiri dalam menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Di wilayah Malang Raya tepatnya di Kabupaten Malang dan Kota Malang terdapat 5 pasangan pelatih cabang olahraga beladiri taekwondo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan prinsip dasar taekwondo dalam pembentukan keluarga Sakinah pasangan pelatih Cabang Olahraga Beladiri Taekwondo Malang Raya, dan menganalisis penerapan prinsip dasar taekwondo dalam pembentukan keluarga Sakinah pasangan pelatih Cabang Olahraga Beladiri Taekwondo Malang Raya perspektif qirā’ah mubadalah. Penelitian ini merupakan penelitian empiris (lapangan) dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil data yang diperoleh dari wawancara tersebut kemudian diproses melalui beberapa tahan seperti: edit, klasifikasi, verifikasi, análisis dan kesimpulan. Hubungan keluarga pasangan pelatih cabang olahraga beladiri taekwondo Malang raya cukup harmonis walaupun mereka lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah. Dalam menjaga keharmonisan keluarga agar tetap sakinah, mereka menerapkan prinsip dasar taekwondo dalam kehidupan mereka, seperti: budi pekerti, kejujuran, ketabahan, pengendalian diri, dan semangat pantang menyerah. Penerapan prinsip dasar taekwondo ini selaras dengan lima pilar mubadalah yang bertujuan membangun pondasi keluarga sakinah, seperti: janji atau komitmen yang kuat, berpasangan, mu’asyaroh bil ma’ruf, musyawarah, dan menciptakan kenyamanan bersama. Para pasangan ini menerapkan prinsip kemitraan dalam menjalani profesi kepelatihan. Sehingga dalam menjalani profesi dan kehidupan rumah tangganya, para pasangan ini telah menerapkan prinsip dasar taekwondo sebagai bentuk implementasi pilar-pilar mubadalah dalam membangun keluarga sakinah
Analysis of Fairness in Inheritance Distribution according to Badamai Customs among the Muslim Banjar Community in South Kalimantan Syifa, Siti Nur; Akmal, Ahmad Wildan Rofrofil; Muzainah, Gusti; Ahmad, Ahmad; Ali, Ghifari Hirza Firhan
Suhuf: International Journal of Islamic Studies Vol. 37 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v37i2.13106

Abstract

The distribution of inheritance according to the Badamai custom is a form of customary inheritance law practised by the Muslim Banjar community in South Kalimantan. This custom results in an equal distribution pattern between male and female heirs. This study aims to analyze the value of justice within this equal distribution system using John Rawls’ Theory of Justice. Conducted as a field study with a sociological approach in South Kalimantan, the research draws on interviews with members of the Indigenous Muslim Banjar Community, community leaders, and supporting literature, including four journal articles. Viewed through Rawls’ theory, the Badamai inheritance system is considered fair because it aligns with two key principles. The first is the principle of equal liberty, which ensures that both men and women have the same fundamental right to inherit property. The second is the difference principle, which seeks to minimize inequality. By implementing equal distribution, the Badamai custom removes disparities in inheritance allocation, ensuring equal opportunities for all heirs. This study contributes to the development of Customary Inheritance Law and encourages local governments to support the establishment of the Badamai institution to help resolve inheritance-related disputes.
Dynamics of Infatuation Trends in Indonesia: Between Forgiveness and Divorce from the Perspective of Maqashid al-Usrah Faqih, Yurika Anidza; Akmal, Ahmad Wildan Rofrofil
Kutubkhanah Vol 25, No 2 (2025): December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v25i2.38717

Abstract

A common issue in Indonesian divorces is infidelity, as evidenced by the frequent circulation of divorce news on social media. Infidelity has become a prevalent trend, particularly within families, influenced by various factors, including the advancement of increasingly sophisticated technology. Moreover, the problem of infidelity remains contentious, with assumptions and arguments that sometimes justify condoning infidelity or even endorsing divorce. This study explores why infidelity has emerged as a significant socio-religious issue in contemporary Muslim family discourse. The analysis interprets infidelity and examines responses such as forgiveness and divorce through the lens of Jamaluddin Athiyyah's Maqashid al-Usrah framework. The research employs normative legal methods, library research, and document analysis. The findings suggest the necessity of strengthening Islamic family ethics, focusing on protecting dignity, ensuring relational justice, and preventing broader socio-religious harm.