Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Health

EFEKTIVITAS TEH FORTIFIKASI DAUN KELOR DAN KAYU MANIS TERHADAP HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI ANEMIA DI SMP NEGERI 8 KOTA TENGAH, KOTA GORONTALO Rahim, Eman; Daud, Susanty; Ottay, Christian Julius; Sau, Rahmawati A.; Ismail, Nurain Rahim
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i4.34598

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi pada remaja putri, terutama akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya pencegahan dan penanganannya adalah pemanfaatan pangan lokal kaya zat besi, seperti daun kelor, yang dapat difortifikasi dengan bubuk kayu manis untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizi. Penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan kapsul atau ekstrak daun kelor serta berfokus pada kelompok dewasa, karena menekankan pendekatan aplikatif melalui konsumsi teh fortifikasi berbasis pangan lokal pada remaja putri anemia usia sekolah menengah pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi teh fortifikasi daun kelor dan bubuk kayu manis terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia kelas VIII di SMP Negeri 8 Kota Tengah, Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Intervensi berupa pemberian teh fortifikasi daun kelor dan bubuk kayu manis dilakukan sebanyak dua kali sehari selama 14 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCHb sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden (100%) berada pada kategori anemia, sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan kadar hemoglobin, dimana 76,70% responden berada pada kategori normal dan 23,30% masih berada pada kategori anemia namun telah mengalami peningkatan kadar hemoglobin dari 9,1 g/dL menjadi 11,7 g/dL. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi teh fortifikasi daun kelor dan bubuk kayu manis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia 
TINJAUAN PROSES PENYELENGGARAAN MAKANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA GORONTALO Amay, Seftianisa; R. Ismail, Nurain; Rahim, Eman; Open, Ripki
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i4.34612

Abstract

Penyelenggaraan makanan merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar narapidana yang harus dilaksanakan secara layak, bergizi, dan higienis. Kasus keracunan massal yang terjadi di Lapas Kelas IIA Gorontalo tahun 2021 menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem pengelolaan makanan dan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses penyelenggaraan makanan sebagai upaya menjamin keamanan pangan dan mencegah kejadian luar biasa di lingkungan pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelenggaraan makanan di Lapas Kelas IIA Gorontalo yang meliputi perencanaan anggaran, menu, pengadaan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, distribusi, higiene dan sanitasi, pencatatan dan pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penyelenggaraan makanan sudah sesuai pedoman, dengan tenaga dapur bersertifikat dan penerapan kebersihan yang baik. Namun, masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya pada ruang penyimpanan dan pengolahan yang belum memadai. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyelenggaraan makanan berjalan cukup baik, tetapi membutuhkan perbaikan infrastruktur fisik untuk mencegah kontaminasi silang dan menjamin keamanan pangan bagi narapidana.