Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Gambaran Karakteristik Ibu Menyusui Tidak Memberikan Asi Eksklusif Di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Tahun 2015 Hanifah, Silva Agustini; Astuti, Sri; Susanti, Ari Indra
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.803 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i1.13960

Abstract

     Pemberian ASI banyak manfaatnya, baik untuk ibu maupun untuk bayinya, namun kecenderungan untuk ibu menyusui bayinya secara ekslusif masih rendah. Riset WHO pada tahun 2011 di seluruh dunia menyatakan kurang dari 40% bayi menyusu eksklusif. Rendahnya pemberian ASI ekslusif dapat disebabkan oleh faktor karakteristik, internal, dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik yang dapat menyebabkan ibu tidak memberikan ASI ekslusif di Desa Cikeruh pada bulan Agustus 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data yang diperoleh adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner. Dengan sampel sebanyak 36 orang responden. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian ini adalah rendahnya pemberian ASI ekslusif oleh ibu menyusui berdasarkan karakteristik yaitu ibu berusia 20-35 tahun (80,6%), tidak bekerja (66,7%), multipara  (66,7%), motivasi ibu dalam menyusui (50%), ibu dengan pengetahuan kurang (41,7%), dukungan keluarga mengenai ASI eksklusif yang rendah (55,6%), dan waktu awal pemberian susu formula diberikan kepada bayi saat usia 0-1 bulan (91,7%). Simpulan penelitian ini adalah gambaran karakteristik ibu menyusui yang tidak memberikan ASI eksklusif yaitu usia ibu 20-35 tahun, dan waktu ibu memberikan susu formula saat bayi berusia 0-1 bulan.Kata Kunci : ASI eksklusif, ibu menyusui, karakteristik
Prevalence of dentigerous cysts due to impaction of mandibular third molar teeth Nuraini, Hanifah; Yusuf, Harmas Yazid; Hardianto, Andri
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 25, No 1 (2013): March
Publisher : Faculty of Dentistry Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.49 KB) | DOI: 10.24198/pjd.vol25no1.15425

Abstract

Dentigerous cyst is an odontogenic cyst that surrounds the crown of an impacted tooth, caused by fluid accumulation between the reduced enamel epithelium and the enamel surface, usually associated with mandibular third molars. The purpose of this study was to find out the prevalence of dentigerous cyst caused by impaction of mandibular third molar at the oral and maxillofacial surgery department of Hasan Sadikin hospital Bandung. This study was a descriptive survey study. Samples were taken from the data of patient’s medical record from July 2006 until June 2011. The result of this study showed the number of oromaxillofacial cyst cases in the period was as much as 316 (0.78%). Dentigerous cyst was the most common odontogenic cyst (48,64%). Dentigerous cyst most commonly caused by impaction of the mandibular third molar (13,89%). The amount of male and female patients with dentigerous cyst was the same (50% each). The most age group that suffered dentigerous cyst due to impaction of the mandibular third molars was the age group of 41-50 years (40%). The most chosen therapy was enucleation (100%). From the results of this study can be concluded that dentigerous cyst due to impaction of mandibular third molars was the most common case, with the same frequency found in both male and female, the most age group of impacted was the age group of 41-50 years old, and the most chosen therapy was enucleation.
Pengaruh perlakuan ethyl methanesulphonate terhadap perkecambahan dan pertumbuhan kentang granola (biji) Hanifah Nuraeni Suteja; Neni Rostini; Suseno Amien
Kultivasi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.603 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i1.19110

Abstract

Sari. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh ethyl methanesulphonate (EMS) terhadap pertumbuhan tanaman kentang Granola dari biji botani dan memperoleh konsentrasi efektif untuk mendapatkan mutan berdaya hasil tinggi. Percobaan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan di laboratorium kultur jaringan BALITSA, Lembang, yang terdiri dari tahap perlakuan EMS pada biji dengan konsentrasi  0,01%; 0,03%; 0,05%; 0,07%; 0,10%; 0,13%; 0,15%; 0,17%; dan 0,20%; selama 3 dan 6 jam, penanaman biji pada media kultur MS, perbanyakan planlet dan pengamatan planlet. Tahap kedua dilakukan di rumah kasa di Pangalengan yang terdiri dari tahapan aklimatisasi menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 14 perlakuan EMS yang diulang 3 kali dan pengamatan pertumbuhan tanaman. Hasil menunjukkan bahwa EMS menyebabkan penurunan pada daya kecambah. Pengamatan pertumbuhan di rumah kasa menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun, indeks kandungan klorofil, dan berat ubi pertanaman hasil perlakuan memiliki hasil yang lebih rendah dibandingkan kontrol. Konsentrasi EMS 0,07% dengan perendaman 3 jam dan konsentrasi 0,01% dengan perendaman 6 jam menghasilkan genotipe 3D12 dan 6A8 yang memiliki hasil panen tinggi. Kata kunci: kentang, EMS, mutasi, pertumbuhan. Abstract. The aim of the study was to evaluate the effect of ethyl methanesulphonate (EMS) on true potato seed germination and growth of potato Granola also obtained effective concentrations of EMS to produce mutants with high yield. Experiment was conducted in two stages. The first stage was carried out in BALITSA tissue culture laboratory, Lembang which consisted of EMS treatment steps in seeds with concentrations of 0.01%, 0.03%, 0.05%, 0.07%, 0.10%, 0.13%, 0.15%, 0.17%, and 0.20% for 3 and 6 hour; seeds planting on MS culture media; planlet propagation and plantlets observations. The second stage was carried out in screen house in Pangalengan which consisted of acclimatization stages using a randomized block design with 14 EMS treatment repeated 3 times and observations of plant growth, and yield. The results showed that EMS caused a decrease in germination. Growth observation results at screen house showed plant height, number of leaves, chlorophyll content index, and weight of tubers from treatment had lower than controls. Treatment with 0.07% EMS concentration for 3 hours and 0.01% consentration for 6 hours produced 3D12 and 6A8 mutan genotypes which had high yields.  Keywords: potato, EMS, mutation, growth.
Pengaruh suhu penyimpanan dan konsentrasi sitokinin terhadap pematahan dormansi benih kentang (Solanum tuberosum L.) G2 Anne Nuraini; Sumadi Sumadi; Yuyun Yuwariah; Hanifah Rulistianti
Kultivasi Vol 18, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.097 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v18i3.21468

Abstract

Sari. Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu komoditas yang mendapat prioritas pengembangan, karena produk tanaman ini dipakai sebagai sumber karbohidrat serta memiliki potensi dalam diversifikasi pangan. Salah satu permasalahan dalam produksi kentang adalah terbatasnya persediaan benih kentang, karena adanya fase dormansi. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara suhu penyimpanan dan konsentrasi sitokinin terhadap pematahan dormansi benih kentang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga ulangan.  Petak utama adalah suhu penyimpanan dengan tiga taraf, yaitu: suhu rendah ±10oC , suhu ruang  ±25oC  dan suhu tinggi ±30oC. Anak petak adalah empat taraf konsentrasi sitokinin, yaitu: 0 mgL-1, 50 mgL-1, 100 mgL-1, dan 150 mgL-1. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara suhu penyimpanan dengan konsentrasi sitokinin dalam mempercepat pematahan dormansi benih kentang. Penyimpanan benih kentang pada suhu ruang disertai pemberian konsentrasi sitokinin 50 mgL-1 dapat mempercepat pematahan dormansi benih kentang G2. Perlakuan suhu rendah menghasilkan tunas yang lebih panjang tapi bobotnya tidak berbeda dengan yang diberi perlakuan suhu ruang dan suhu tinggi, sedangkan pengaruh perlakuan sitokinin tidak berbeda terhadap panjang tunas, persentase tumbuh tunas per ubi, dan bobot segar tunas.Kata Kunci : Benih Kentang, Suhu Penyimpanan, Sitokinin, DormansiAbstract. Potato (Solanum tuberosum L.) is one of the important agriculture commodities, because it contains carbohydrates and can use for food diversification in Indonesia. One of the problems in potato production is the limited of seed potatoes, because of potato seed dormancy. This experiment analyzed the interaction between storage temperature and concentration of cytokinin on dormancy breaking of potato seed. The experimental design used Split Plot Design with three replications. The main plot was the temperature of storage, that consisted of three levels: low temperature ± 10°C, room temperature  ± 25°C and high temperature  ± 30oC. Subplot consisted of four levels of cytokinin concentration: 0 mgL-1, 50 mgL-1, 100 mgL-1 and 150 mgL-1. The results of the experiment showed that there was an interaction effect between storage temperature and cytokinin concentration on accelerating the breakdown of potato seed dormancy. Storage of seed potatoes at room temperature with application of 50 mgL-1 cytokinin accelerated the breakdown of G2 potato seed dormancy.  Low temperature treatment resulted longer shoot but the weight was not different than other temperature treatments, whereas cytokinin treatment did not differ in shoot length, percentage of bud growth per seed, and fresh weight of shoots.Keyword: Potato Seed, Storage Temperature, Cytokinin, Dormancy
Six-Minutes Walk Test Characteristics in Geriatric Outpatient Clinic at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung Hanifah Hanifah; Yuni Susanti Pratiwi; Tri Damiati Panjdi
Althea Medical Journal Vol 6, No 4 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.586 KB) | DOI: 10.15850/amj.v6n4.1755

Abstract

Background: The six-minute walk test (6MWT) is a safe, easy to perform, and inexpensive test to evaluate the functional and exercise capacity in the elderly. The purpose of this study was to describe the 6MWT distance achieved among elderly patients.Methods: This descriptive study was conducted from January to November 2014 using medical records in the geriatric outpatient clinic of the Department of Internal Medicine at Dr. Hasan Sadikin General Hospital from 2012 to 2014. The main variable was the distance achieved by the 6MWT, compared based on age, sex, and body mass index.Results: The average distance of the 6MWT in 122 elderly was 237.56 m. The highest results were in the youngest age group of 60–69 year old with an average distance of 243.87 m. A male elderly patients had an average distance of 245.26 m, and the elderly with high body mass index had 248.57 m.Conclusions: The distance achieved among the elderly during the 6MWT is relatively short. Increased physical activity such as walking is recommended for the elderly.
Sebuah Wawasan Tentang Bisnis Keluarga Ajeng Putri Hanifah; Muhamad Rizal; Ria Arifianti
Jurnal Inovasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3 No 4 (2021): Business Innovation and Entrepreneurship Journal (November)
Publisher : Entrepreneurship Faculty, Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.131 KB) | DOI: 10.35899/biej.v3i4.336

Abstract

Abstract– This article presents how the factors affecting family owned and managed businesses are examined and related to how the business literature develops. In addition, it discusses important patterns in the current literature and new directions regarding family business for future study. This study identifies the main research topics and methodical approaches in a systematic literature review to understand the family business. Insights about behind the historic changes and current directions and trends of family business literature are also identified. The findings of this study argue that the main cause of challenges in running a family business is sourced from managing the relationship between family interests and business interests. The key success factors are strong leadership and building a culture that accepts continuous change. Due to the specificity of family business dynamics and conflict in decision making, which can hardly be found by quantitative studies alone, it is advisable to use qualitative studies. The culture around decision making in family businesses has great value which is demonstrated in this study. Abstrak– Artikel ini meyajikan tentang bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga diuji dan terkait bagaimana literatur bisnis berkembang. Selan itu, membahas tentang pola-pola penting dalam literatur saat ini dan arah baru terkait bisnis keluarga untuk studi di masa depan. Penelitian ini mengidentifikasi topik penelitian utama dan pendekatan metodis secara tinjauan literature yang sistematis untuk memahami bisnis keluarga. Wawasan tentang di balik perubahan bersejarah dan arah serta tren literatur bisnis keluarga saat ini yang juga diidentifikasi. Temuan penelitian ini berpendapat bahwa yang menjadi penyebab utama adanya tantangan dalam menjalankan bisnis keluarga yaitu bersumber dari pengelolaan keterkaitan antara kepentingan keluarga dan kepentingan bisnis. Faktor kunci keberhasilannya yaitu kepemimpinan yang kuat dan membangun budaya yang menerima perubahan berkelanjutan. Karena kekhususan dari dinamika bisnis keluarga dan konflik dalam mengambil keputusan, yang hampir tidak dapat ditemukan oleh studi kuantitatif saja, disarankan untuk menggunakan studi kualitatif. Budaya seputar pengambilan keputusan dalam bisnis keluarga memiliki nilai besar yang ditunjukkan dalam studi ini.
Stresor dan Penanggulangan Stres Selama Masa Awal Pandemi Covid-19 Meira Afini; Hanifah Hanifah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i3.5683

Abstract

Pandemi COVID-19 menciptakan gangguan pada beberapa aspek kehidupan manusia sehingga dapat menjadi sumber stres (Stresor). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stresor dan strategi penanggulangan stres individu selama 3 bulan awal pandemi COVID-19, yaitu bulan Maret – Mei 2020. Partisipan dalam penelitian ini merupakan 3 orang dewasa awal yang berpartisipasi dalam wawancara semi-terstruktur secara online. Analisis tematik digunakan untuk mengolah hasil data wawancara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, ditemukan 2 jenis stresor yang dirasakan selama pandemi COVID-19, yaitu stresor primer yang berkaitan secara langsung dengan COVID-19 dan stresor sekunder, yaitu stresor terkait aktivitas dan kehidupan sosial individu. Dalam mengatasi stres, strategi yang dikatakan sudah efektif dalam mengatasi stres yang dirasakan adalah dengan mencari social support, melakukan aktivitas yang bermanfaat, melakukan protokol kesehatan, dan memilah informasi terkait COVID-19. The COVID-19 pandemic creates disruption in several aspects of human life so that it can become source of stress (stressors). This study aims to identify stressors and individual coping strategies during the first 3 months (March – May 2020) of the COVID-19 pandemic. Participants in this study were 3 early adults who participated in online interviews. Thematic analysis is used to process the results of the interview. Based on the results of this study, 2 types of stressors were found: primary stressors that are directly related to COVID-19 and secondary stressors related to individual activities and social life. In dealing with stress, strategies that are said to be effective are to seek social support, carry out useful activities, carry out health protocols, and sort out information related to COVID-19. 
PENYESUAIAN DIRI DOSEN SENIOR DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA COVID-19 Adita Putri Vicianti; Hanifah Hanifah
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.11121.2021

Abstract

Distance Learning which is the impact of the COVID-19 pandemic is a necessity that must be carried out by all lecturers. Distance learning based on digital technology has a serious impact on senior lecturers over the age of 50 with limited digital knowledge and skills. The purpose of this study is to describe the adjustment of senior lecturers in distance learning which includes the absence of excessive emotions, the absence of psychological mechanisms, and feelings of personal frustration, rational judgment and self-direction, the ability to learn, the ability to use past experiences. past, and a realistic and objective attitude (Schneiders, 1999). Qualitative methods and phenomenological approaches with thematic analysis techniques are used in this study. Through telephone interviews and video calls with 4 senior lecturers who have worked for more than 30 years, it was obtained that senior lecturers were able to manage emotions calmly in the face of changing learning methods to distance learning due to the COVID-19 pandemic. Most of the lecturers take into consideration in overcoming difficulties, they also have a desire to learn new things and try to learn other online media platforms because the previous ones were deemed ineffective. The two lecturers carried out a psychological rationalization mechanism due to the difficulty in adjusting to the distance learning. All lecturers are not frustrated because there is no longer urgency to get certain achievements as lecturers at their age, all lecturers also say positive things about distance learning and state that blended learning can be used for the teaching process in the future. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang merupakan dampak dari pandemi COVID-19 menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua dosen. PJJ yang berbasiskan teknologi digital membawa dampak yang cukup serius bagi dosen senior yang berusia diatas 50 tahun dengan pengetahuan dan keterampilan digitalnya terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penyesuaian diri dosen senior dalam pembelajaran jarak jauh yang meliputi ketiadaan emosi yang berlebihan, ketiadaan mekanisme psikologis, dan perasaan frustrasi pribadi, pertimbangan rasional dan kemampuan mengarahkan diri (self-direction), kemampuan untuk belajar, kemampuan menggunakan pengalaman masa lalu, dan sikap realistik dan objektif (Schneiders, 1999). Metode kualitatif dan pendekatan fenomenologis dengan teknik thematic analysis digunakan dalam penelitian ini.  Melalui wawancara telepon dan video call terhadap 4 dosen senior yang sudah bekerja lebih dari 30 tahun, diperoleh gambaran bahwa para dosen senior mampu mengelola emosi dengan tenang dalam menghadapi perubahan metode pembelajaran menjadi PJJ akibat pandemi COVID-19. Sebagian besar dosen melakukan pertimbangan dalam mengatasi kesulitan, mereka juga memiliki keinginan untuk belajar hal baru dan mencoba mempelajari platform media online lainnya karena yang sebelumnya dirasa tidak efektif. Kedua dosen melakukan mekanisme psikologis rasionalisasi akibat kesulitan menyesuaikan dengan PJJ. Seluruh dosen tidak mengalami frustrasi karena tidak ada lagi urgensi untuk mendapatkan pencapaian tertentu sebagai dosen di usia mereka, seluruh dosen juga menyatakan hal yang positif terkait PJJ dan menyatakan bahwa blended learning dapat digunakan untuk proses pengajaran ke depannya.