Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Representasi Hegemoni Gramsci dalam Novel 'Teruslah Bodoh Jangan Pintar' Karya Tere liye Maulidiastuti, Syahdidatul Faizah; Ahmadi, Anas
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 5, No 1 (2025): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/eunoia.v5i1.4069

Abstract

Sastra tidak bisa terpisah dari kondisi sosial dalam masyarakat. Psikologi, soisal, dan sastra juga saling berhubungan erat karena saling berkaitan erat satu sama lain. Di dalam lingkungan masyarakat, terdapat pemikiran-pemikiran yang berbeda dari tiap individunya ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan, misalnya hegemoni. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui berbagai bentuk hegemoni dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori Hegemoni Antonio Gramsci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar, terdapat hegemoni kekuasaan, hegemoni pikiran, hegemoni media massa. Selain itu terdapat ideologi kapitalisme, ideologi konservatisme, dan ideologi ekologisme. Penelitian ini diharapkan dapat membuka pola pikir masyarakat mengenai pentingnya kesadaran akan fenomena sosial hegemoni dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.
Image Perempuan dalam Novel Hati Suhita (Kajian Resepsi Sastra) Lestari, Pradika Ayu; Ahmadi, Anas; Rengganis, Ririe
Deiksis Vol 17, No 2 (2025): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/deiksis.v17i2.23489

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji citra perempuan dalam novel Hati Suhita melalui karakter Alena, dengan fokus pada nilai ketulusan, keikhlasan, dan kesabaran. Dalam konteks sastra, citra perempuan sering kali digunakan untuk menggambarkan kepatuhan dan menjauhi pengaruh serta pertentangan sosial. Alena, sebagai sosok utama, dijadikan objek penelitian yang mewakili nilai-nilai tersebut dalam hubungan cintanya dengan Gus Biru. Metode yang digunakan adalah kajian resepsi sastra, yang bertujuan untuk memahami bagaimana pembaca merespons karakter Alena serta pesan moral yang terkandung dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alena digambarkan sebagai perempuan yang sabar dan tulus, yang mencintai suaminya tanpa syarat, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Novel ini menyampaikan pesan moral yang kuat bahwa ketulusan dan keikhlasan dalam cinta dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian, terutama bagi wanita. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Hati Suhita tidak hanya menawarkan alur cerita yang menarik, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk menghayati nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya relevan dalam konteks sosial saat ini.