Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Berat Badan Lahir Bayi dengan Kejadian Ruptur Perineum pada Ibu Bersalin Normal di Puskesmas Pejuang Hasanah, Nimatul; Rostianingsih, Dewi; Siantar, Rupdi Lumban
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.14261

Abstract

ABSTRACT The second stage of labor can be caused by the baby's weight, which is usually between 2,500-4,000 grams at birth. The risk of this perineal rupture is higher when the size of the baby increases. This rupture of the perineum is also common in the first birth, but it is not uncommon also in the case of twin births. Common causes in mothers are hasty labor, overactivity, edema, fragile perineum, soft birth canal, and labor-induced labor (Wijayanti, 2019). To identify the relationship between baby's birth weight and the incidence of perineal rupture in mothers with normal deliveries at the Pejuang Community Health Center, Bekasi City in 2023. The method used in this research is an analytical method using a cross-sectional research design. This research applies instruments and documentation, namely data taken through medical records. In birth data from January to August 2023, secondary and primary data were collected. The statistical test used is Chi – Square. From the research results, the proportion of mothers who experienced perineal rupture and whose babies were born with a weight of 2,500 – 3,500 grams was 23.1%, lower than that of mothers who experienced perineal rupture and whose babies were born with a weight of > 3,500 grams which was 76.3%. . The statistical test results showed that  = 0.000 with α = 0.05, which means that  < α, thus there is a relationship between birth weight and the incidence of perineal rupture at the Pejuang Bekasi Health Center in 2023. With the conclusion that there is a relationship between birth weight and the incidence of perineal rupture at Pejuang Bekasi Health Center in 2023. Keywords: Perineal Rupture, Maternal Birth, Baby's Birth Weight  ABSTRAK Proses persalinan kala II bisa disebabkan oleh berat badan bayi yang biasanya diantara 2.500-4.000 gram saat lahir. Ruptur perineum ini risiko terjadinya lebih tinggi apabila ukuran bayi semakin besar. Ruptur perineum ini juga sering terjadi pada kelahiran pertama, namun tidak jarang terjadi juga pada kasus kelahiran kembar. Penyebab umum pada ibu adalah persalinan tergesa-gesa, aktivitas berlebihan, edema, perineum rapuh, jalan lahir lunak, dan persalinan akibat tindakan (Wijayanti, 2019). Untuk mengidentifikasi hubungan berat badan lahir bayi dengan kejadian ruptur perineum pada ibu dengan persalinan normal di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi Tahun 2023. Metode yang dipakai pada penelitian ini ialah metode analitik melalui jenis desain riset cross sectional. Penelitian ini menerapkan instrumen dan dokumentasi yakni data yang diambil melalui rekam medik. Dalam data persalinan Januari-Agustus 2023 pengumpulan data sekunder dan primer. Uji statistik yang digunakan adalah Chi – Square. Dari hasil Penelitian proporsi ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum dan bayinya lahir dengan berat badan 2.500 – 3.500 gram sebesar 23,1%, lebih rendah dibanding dengan ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum dan bayinya lahir dengan berat badan> 3.500 gram sebesar 76,3%. Hasil uji statistik didapatkan bahwa  = 0,000 dengan α = 0,05 yang artinya bahwa  < α dengan demikian maka ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum di Puskesmas Pejuang Bekasi tahun 2023. Dengan kesimpulan bahwa ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum di Puskesmas Pejuang Bekasi tahun 2023. Kata Kunci: Ruptur Perineum, Ibu Bersalin, Berat Badan Lahir Bayi
Correlation Between Female Junior High School Students Knowledge And BSE Behaviour Karni, Winda Ayu Juwita; Rostianingsih, Dewi; Irmawaty Sirait, Lenny
Genius Midwifery Journal Vol. 3 No. 2 (2024): GENIUS MIDWIFERY JOURNAL
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/genmj.v3i2.290

Abstract

Introduction: Breast cancer often presents as a painless lump and can develop, invade surrounding breast tissue, and spread to nearby lymph nodes or other organs in the body. The high mortality rate of breast cancer is due to a lack of knowledge about the disease and the importance of early detection, leading to many patients seeking medical help at a late stage. According to Globocan data from 2020, teenage cancer patients in Indonesia rank 3rd in Asia. The government recommends Breast Self-Examination (BSE) as the most effective screening method. BSE is very easy to perform, yet many teenagers are unaware of this method. Objective: The review is to summarize the correlation between students knowledge and BSE Behaviour. Method: The study used a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach and a simple random sampling technique. The sample size was 141 students, and the chi-square statistical test was used for analysis. Result: The majority, 91.5%, of Ananda Junior High School students had never performed BSE and had poor knowledge about the pathophysiology of breast cancer (93.6%) and breast cancer prevention (83.7%). A p-value of 0.000 (p < 0.05) was obtained, indicating a significant correlation between knowledge about the pathophysiology and prevention of breast cancer and BSE behavior. Conclussion: The proportion of Ananda Bekasi Junior High School students who engage in BSE behavior is very low (8.5%). Most respondents had poor knowledge about the pathophysiology of breast cancer (93.6%) and breast cancer prevention (83.7%).
Socio-demographic Characteristics of Delivery by Caesarean Section of the Vietnamese Population: A Cross-sectional study Siantar, Rupdi Lumban; Rostianingsih, Dewi; Pangaribuan, Maslan; Linh, Nguyễn Hoàng Thuỳ; Maretalinia, Maretalinia
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 3 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss3.1997

Abstract

The rising trend of caesarean deliveries in Vietnam, influenced by various social and demographic factors, has raised public health policy concerns as many procedures are performed without clear medical indications. This study seeks to explore the relationship between socio-demographic factors and the likelihood of caesarean section deliveries within the Vietnamese population. This study employed a cross-sectional design using data from the Vietnam Multiple Indicator Cluster Survey (MICS) 2020–2021, which utilized a two-stage stratified cluster sampling method to ensure national representativeness. The analysis focused on 1,049 women aged 15–49 who had at least one child. Data were collected through standardized questionnaires and analyzed using chi-square tests and binary logistic regression to examine associations between socio-demographic factors and caesarean section deliveries. Based on data from 1,343 Vietnamese women, this study found that 32.84% of deliveries were by caesarean section (CS). Bivariate analysis showed significant associations between CS and factors such as maternal age, education, residence, wealth, and place of delivery. However, multivariate logistic regression revealed that only maternal age, household wealth, and place of delivery remained significant predictors. Older women and those from wealthier households had higher odds of CS, while births at commune health centers were less likely to involve CS. Education level and rural residence were not independently associated with CS after adjustment.
Hubungan Kebersihan Organ Genitalia Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMP IT Al-Hidayah Kabupaten Bekasi Tahun 2021 Rostianingsih, Dewi; Siregar, Renince; Siantar, Rupdi Lumban; Septriahandini, Uti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.912

Abstract

Pendahuluan : Berdasarkan data penelitian tentang kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa 75% perempuan di dunia pasti mengalami keputihan,paling tidak sekali dalam hidupnya. Kebersihan organ genitalia yang tidak baik akan menjadi pemicu terjadinya keputihan yang patologis. Faktanya banyak remaja putri yang belum mengerti cara merawat organ genitalia.Tujuan : Mengetahui Hubungan Kebersihan Organ Genitalia Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMP IT Al-Hidayah Kabupaten Bekasi Tahun 2021.Metode : Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah remaja putri yang sudah mengalami menstruasi dan bersedia menandatangani informed consent di SMP IT Al-Hidayah sebanyak 45 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji chi square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian keputihan tidak normal sebanyak 62,2%, tidak mencuci tangan sebelum BAK 55,6%, tidak mencuci tangan sesudah BAK 68,9%, menggunakan pantyliner 66,7%, tidak dilakukan frekuensi mengganti pakaian dalam 53,3%, tidak dilakukan membersihkan organ genitalia secara benar 55,6%, memakai sabun antiseptik 35,6%, tidak menggunakan tisu toilet 35,6%, tidak mencukur rambut kemaluan 64,4%.Kesimpulan : Diharapkan siswi di SMP IT Al-Hidayah lebih memperhatikan kesehatan reproduksi khususnya keputihan dan cara menjaga kebersihan organ genitalia dengan benar.Kata Kunci    : Kebersihan Organ Genitalia, Keputihan
Pengaruh Massage Bayi Usia 6-10 Bulan Terhadap Tumbuh Kembang Bayi di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Endah Setu Bekasi Tahun 2022 Sesanti, Endah Muki; Siantar, Rupdi Lumban; Rostianingsih, Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1462

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu kegiatan dalam menemukan secara dini adanya penyimpangan dan pemantauan (status gizi kurang atau buruk, anak pendek), penyimpangan dalam perkembangan (terlambat bicara), dan penyimpangan mental serta emosional anak (gangguan konsentrasi dan hiperaktif). Pertumbuhan dan perkembangan bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang  anak serta menemukan lebih awal adanya gangguan pertumbuhan sehingga dapat diatasi secara cepat agar mendapatkan hasilnya yang lebih baik. Kemampuan dalam tumbuh kembang anak dapat dilaksanakan dengan cara stimulasi atau rangsangan seperti melakukan pijat bayi. Dimana massage bayi merupakan salah satu tindakan yang dilakukan secara alamiah dengan sentuhan yang dilakukan pada bayi agar bayi merasa nyaman. Pengaruh massage bayi usia 6-10 bulan terhadap tumbuh kembang bayi di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Endah Setu Bekasi di Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. menggunakan pre experiment pada rancangan pendekatan one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia 6-12 bulan di PMB Endah Setu Bekasi di tahun 2022 sebanyak 32 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir Denver II dan lembar cheklist dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p-value (0,009 < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa Ha diterima. Ada hubungan massage bayi usia 6-10 bulan dengan tumbuh kembang bayi di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Endah Setu Bekasi Tahun 2022. Saran bagi orangtua diharapkan bayi mendapatkan tumbuh kembang yang baik dan orang tua dapat menerapkan massage bayi dirumah ketika ada taupun tidak kendala pada bayi secara rutin.
Pengaruh Rebusan Daun Sirih Merah (Red Betel Leaves) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Postpartum di TPMB Heni Nurhayati Bekasi Nurhayati, Heni; Siantar, Rupdi Lumban; Rostianingsih, Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.1464

Abstract

Asuhan masa postpartum dapat dilakukan secara menyeluruh, walaupun akhirnya ibu yang melahirkan dalam keadaan sehat, tetapi sering juga didapatin ada masalah, sebagaimana diketahui ibu mengalami masa nipas atau masa pemulihan kondisi tubuh kemudian dalam masa ini banyak juga ditemukan kelainan seperti pengeluaran lochea (darah nifas awalnya darah berwarna merah dan ada gumpalan-gumpalan kecil, kemudian akan memudar dari hari berikutnya jika ada bau busuk atau gatal perlu dicurigai karena ada kemungkinan terjadinya infeksi. Pengaruh Rebusan Daun Sirih Merah (Red Betel Leaves)terhadap penyembuhan luka perineum ibu postpartum di tempat praktik Mandiri Bidan (TPMB) Heni Nurhayati Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. menggunakan Quasi Experiment (Eksperimen Semu) pada rancangan pendekatan control group post test design. Populasi dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah ibu nifas yang mengalami robekan perineum derajat 2 di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Heni Nurhayati pada bulan September 2022 berjumlah 35 responden dari tafsiran persalinan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang group intervensi dan 16 orang group kontrol dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p-value (0,001 < 0.05). Hal ini menyatakan bahwa Ha diterima. Ada pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di Praktik Bidan Mandiri (PMB) Heni Nurhayati Bekasi Tahun 2022. Saran bagi ibu nifas diharapkan ibu nifas yang mengalami luka perineum dapat melakukan perawatan luka perineum dengan bahan herbal salah satunya melalui menggunakan rebusan daun sirih merah dalam mempercepat penyembuhan luka perineum. Pengetahuan baru ini harus diterapkan oleh ibu postpartum
Determinants of Stunting among Children Aged 0–24 Months: A Cross-Sectional Study Nisa, Hainun; Kresnawati, Puri; rostianingsih, Dewi; Junita, Friska
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i2.344

Abstract

Background: This study was conducted in response to the issue of stunting in Bekasi Regency, which had remained at a stagnant rate of 21.5%. Therefore, the local government aimed to continue reducing this figure to 4%. The purpose of this study was to determine the determinants of stunting in children aged 0-24 months. Methods: This study used analytical observation with a cross-sectional approach. The population of mothers who had children aged 0-24 months was 156 respondents, accidental sampling technique, with a sample size of 61 respondents, independent variables were history of Chronic Energy Deficiency (CED) pregnancy using medical record of MUAC (Mid-Upper Arm Circumference), using a questionnaire to exclusive breastfeeding, maternal education, age of pregnant women, and using Maternal and Child Health books (MCH books) to immunization historys and dependent variable are stunting using Maternal and Child Health books (MCH books). Results: It is known that the Chronic Energy Deficiency (CED) significance value is 0.009, exclusive breastfeeding is 0.006, maternal age is 0.0141, and immunization history is 0.005. Thus, the four factors have a p-value <0.05. At the same time, the significance value of maternal education is 0.358 > 0.05. Based on the results of the Odds Ratio (OR) CED obtained, 20.889, exclusive breastfeeding 19.500, and maternal age 15.300, which indicates that CED has a higher chance of affecting the incidence of stunting in children aged 0-24 months compared to other variables. Conclusion: The community should be able to take preventive steps to provide nutrition, ensuring that the fetus or baby born does not experience stunting.
Efektivitas Mengonsumsi Pisang Ambon Terhadap Penurunan Intensitas Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Karang Harja Kabupaten Bekasi Saodah, Lilis; Pangaribuan, Maslan; Rostianingsih, Dewi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.16414

Abstract

ABSTRACT Complaints of discomfort that often occur in first trimester pregnant women are feelings of nausea and vomiting due to increased estrogen levels. According to WHO, in 2019, emesis gravidarum occurred throughout the world with an incidence of 12.5% of all pregnancies. The incidence of emesis gravidarum in China is 10.8%, Pakistan 2.2%, Turkey 1.9%, Norway 0.9%, Canada 0.8%, California 0.5%, and in America 0.5%-2%. Meanwhile in Indonesia it is estimated at 32%. Nausea and vomiting during pregnancy can have an impact on pregnant women, one of which is a decrease in appetite which results in changes in the balance of electrolytes, namely potassium, calcium and sodium, causing changes in metabolism in the body. One non-pharmacological therapy to treat nausea and vomiting in pregnant women is to consume Ambon bananas (Musa paradisiaca) which contain lots of flavonoids and vitamin B6 which can overcome nausea and vomiting in pregnancy. To determine the effectiveness of consuming Ambon bananas in reducing the intensity of nausea and vomiting in first trimester pregnant women. Quasi experimental with a one group pretest-posttest design. Population of pregnant women in first trimester. Total sample was 30 people. Total sampling technique. Skewness normality test, hypothesis test paired sample T-test.   Before consuming Ambon bananas the average intensity of nausea was 9.23 and afterward it was 5.13 where the Sig value. 2-tailed = 0.000, while the average intensity of vomiting before consuming Ambon bananas was 7.90 and after it was 3.83 where Sig. 2-tailed = 0.000. Consuming Ambon bananas is effective in reducing nausea and vomiting in first trimester pregnant women because Ambon bananas are rich in vitamin B6, volatile acid. First trimester pregnant women with emesis gravidarum should consume 1 Ambon banana a day to reduce nausea and vomiting. Keywords: Pregnant Women, Nausea Vomiting, Banana Ambon  ABSTRAK Keluhan ketidaknyamanan yang sering terjadi pada ibu hamil trimester I yaitu perasaan mual muntah akibat kadar estrogen meningkat. Menurut WHO pada tahun 2019 emesis gravidarum terjadi diseluruh dunia dengan angka kejadian 12.5 % dari seluruh kehamilan. Angka kejadian emesis gravidarum di China sebesar 10.8%, Pakistan 2.2%, Turki 1.9%, Norwegia 0.9%, Canada 0.8% di, California 0.5%, dan  di Amerika 0,5%-2%. Sedangkan di Indonesia diperkirakan sebesar 32%. Mual dan muntah pada kehamilan dapat berdampak pada ibu hamil salah satunya adalah penurunan nafsu makan yang mengakibatkan perubahan keseimbangan elektrolit yakni kalium, kalsium dan natrium sehingga menyebabkan perubahan metabolisme pada tubuh. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil adalah dengan mengonsumsi pisang ambon (Musa paradisiaca) yang banyak kandungan flavonoid serta vitamin B6 yang mampu mengatasi mual muntah pada kehamilan. Mengetahui efektivitas mengonsumsi pisang ambon terhadap penurunan intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populas ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 30 orang. Teknik pengambilan sampel total sampling. Uji normalitas skewness, uji hipotesis uji paired sample T-test.  Sebelum konsumsi pisang ambon rata-rata intensitas mual sebesar 9,23 dan sesudahnya sebesar 5,13 dimana nilai Sig. 2- tailed = 0,000, sedangkan rata-rata intensitas muntah sebelum konsumsi pisang ambon sebesar 7,90 dan sesudahnya sebesar 3,83 dimana Sig. 2- tailed = 0,000. Mengonsumsi pisang ambon efektif terhadap menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I karena pisang ambon kaya kandungan vitamin B6, asam volat. Ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum agar mengonsumsi pisang ambon 1 sehari untuk mengurangi mual dan muntah. Kata Kunci: Ibu Hamil, Mual Muntah, Pisang Ambon
OPTIMALISASI SUMBER DAYA LOKAL DALAM PENANGANAN HIPERTENSI DENGAN PUHAT LASIBUGA (PUDING SEHAT LABU SIAM BUAH NAGA) Manullang, Riyen Sari; Amir, Nurhidayah; Karo*, Marni Br; Pranata, Andi; Rostianingsih, Dewi; Oktima, Winda; D, Gita fricilya; L, Ikrimah Aurora; Annisa, Aan; A, Hazel Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25794

Abstract

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi dengan sistolik (TDS) ? 140 mmHg dan tekanan darah diastolik TDS) ? 90 mmHg. Hipertensi di Indonesia merupakan ”silent killer”, banyak orang tak merasakan gejala. Penting periksa tekanan darah rutin. 1 dari 3 orang di Indonesia mengidap hipertensi, angka terus meningkat, termasuk wilayah Bekasi, tepatnya di RT 04/RW.01 Kel. Sepanjang Jaya, Bekasi Timur terdapat 70% masyarkat dengan hipertensi. Tujuan penelitian: unntuk mengkaji lebih dalam tentang pengoptimalkan sumber daya local dalam penanganan hipertensi dengan PUHAT LASIBUGA (Puding Sehat Labu Siam Buah Naga). Metode penelitian: penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pre Test Design. Dengan teknik Accidental Sampling terdiri dari 30 masyarakat setempat. Hasil penelitian: pengumpulan data dilakukan selama 4 hari, dengan hasil menunjukan, hasil pre test 2,80 dan post test 4,77 dengan sig:0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terajdi peningkatan optimalnya sumber daya lokal di masyarakat.