Ramadhani, Rindi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Makna Jihad Dalam Pandangan Organisasi Keagamaan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Ramadhani, Rindi; Effendi , Azri; Citra, Yulia; Fadila, Citra; Sukri, Mhd Alfahjri
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp1-15

Abstract

Aksi-aksi teror yang mengatasnamakan jihad membuat arti jihad menjadi buruk. Makna ini oleh pelaku teror dicoba untuk disusupkan ke dalam kampus-kampus di Indonesia, terutama kepada mahasiswa yang memiliki semangat keagamaan yang tinggi. Berangkat dari sana, penelitian ini menganalisis bagaimana makna jihad dalam pandangan organisasi keagamaan dalam kampus dengan melakukan penelitian pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tilawah dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar Ruhul Jadid UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan data didapatkan melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menujukkan, UKM Tilawah dan LDK Ar Ruhul Jadid menolak jihad yang hanya diartikan sebagai berperang. Menurut kedua organisasi ini jihad memiliki artian yang luas, salah satunya adalah jihadun nafs (jihad melawan hawa nafsu). Kedua organisasi juga menolak tindakan-tindakan kekerasan maupun teror yang mengatasnamakan jihad, karena bagi kedua organisasi itu, Islam merupakan agama yang damai dengan rambu-rambu yang sudah jelas. Pandangan kedua organiasi ini sama dengan pandangan ulama Ibnu Qayyim, Hamka dan Quraish Shibab yang tidak hanya memasukkan arti jihad dalam artian peperangan, tetapi juga memiliki pengertian lain, salah satunya adalah jihad melawan hawa nafsu.
Kelembagaan Adat Dalam Penguatan Demokrasi Lokal di Kabupaten Tanah Datar Ramadhani, Rindi
Politik Islam Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.13912

Abstract

Pokok problematika dalam riset ini adalah membahas peran dan kotribusi serta tantangan dan hambatan kelembagaan adat dalam penguatan demokrasi lokal di Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mendeskripsikan peran dan kontribusi kelembagaan adat dalam penguatan demokrasi lokal di Tanah Datar serta menjabarkan tantangan dan hambatan yang ditemui oleh lembaga adat dalam mewujudkan demokrasi lokal di Tanah Datar. Jenis penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan dalam riset ini adalah wawancara melalui metode purposive sampling dan dokumentasi melalui tulisan berupa artikel jurnal, skripsi dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa kelembagaan adat yang dalam hal ini dipresentasikan oleh LKAAM Tanah Datar beserta KAN Cubadak dan KAN Sumaniak turut serta berproses dalam penguatan demokrasi lokal di Kabupaten Tanah Datar. Ada beberapa ciri dari demokrasi lokal, di antaranya adalah terdapatnya fungsi mediasi dan resolusi konflik yang memadai dalam suatu lembaga. Berdasarkan ciri tersebut, LKAAM Tanah Datar berupaya menyelesaikan perkara adat seperti masalah sako dan pusako yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar dengan menjalankan fungsi sebagai mediator dan menawarkan rekomendasi solusi untuk menengahi permasalahan dari kedua belah pihak yang berperkara.Kata kunci: Lembaga adat, demokrasi lokal, LKAAM Tanah Datar 
Kelembagaan Adat Dalam Penguatan Demokrasi Lokal di Kabupaten Tanah Datar Ramadhani, Rindi
Politik Islam Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/pi.v3i2.13912

Abstract

Pokok problematika dalam riset ini adalah membahas peran dan kotribusi serta tantangan dan hambatan kelembagaan adat dalam penguatan demokrasi lokal di Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mendeskripsikan peran dan kontribusi kelembagaan adat dalam penguatan demokrasi lokal di Tanah Datar serta menjabarkan tantangan dan hambatan yang ditemui oleh lembaga adat dalam mewujudkan demokrasi lokal di Tanah Datar. Jenis penelitian ini ialah kualitatif deskriptif. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan dalam riset ini adalah wawancara melalui metode purposive sampling dan dokumentasi melalui tulisan berupa artikel jurnal, skripsi dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa kelembagaan adat yang dalam hal ini dipresentasikan oleh LKAAM Tanah Datar beserta KAN Cubadak dan KAN Sumaniak turut serta berproses dalam penguatan demokrasi lokal di Kabupaten Tanah Datar. Ada beberapa ciri dari demokrasi lokal, di antaranya adalah terdapatnya fungsi mediasi dan resolusi konflik yang memadai dalam suatu lembaga. Berdasarkan ciri tersebut, LKAAM Tanah Datar berupaya menyelesaikan perkara adat seperti masalah sako dan pusako yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar dengan menjalankan fungsi sebagai mediator dan menawarkan rekomendasi solusi untuk menengahi permasalahan dari kedua belah pihak yang berperkara.Kata kunci: Lembaga adat, demokrasi lokal, LKAAM Tanah Datar 
The Existence of Kerapatan Adat Nagari (KAN) in Society Decision Making: Case Study in Durian Tinggi Fadri, Zainal; Sukri, Mhd. Alfahjri; Ramadhani, Rindi
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v8i2.13377

Abstract

In general, the aim of this research is to map the existence of the Kerapatan Adat Nagari (KAN) in Nagari Durian Tinggi. The specific objectives are analyzing the structure and function of the KAN and analyzing the degree of power of KAN in government decision making in nagari. This research uses qualitative methods, with a field study approach to collect data. Data was collected through in-depth interviews and observations. The data that has been collected is classified and then made into a code that answers the research questions. The answer to a research question is the results obtained and then reported into a research discussion. The manuscript resulting from this research also wants to be further developed as a form of academic reaction to the condition of KAN in several nagari based on the latest regional regulations, such as the dilemma of positioning the role of KAN which is feared to overlap with the role of the nagari government and also for education for the community in increasing policy on the position of the elements contained in the nagari, both government and non-government or elements of society.