Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SOSIALISASI PENTINGNYA RUMAH DESA SEHAT DAN BANTUAN DESAIN RUMAH DESA SEHAT BAGI MASYARAKAT WILAYAH NUNSUI, KUPANG Mooy, Merzy; Bees, Azarya; Bela, Krisantos Ria; Manubulu, Christiani Chandra; Seran, Engelbertha Noviani Bria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30973

Abstract

Rumah desa sehat dapat dikatakan sebagai salah satu struktur penunjang yang penting dalam suatu desa maupun wilayah. Kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan bidang kesehatan seperti posyandu, pemeriksaan kehamilan, seminar kesehatan dan sebagainya dapat dilakukan pada rumah desa sehat tersebut. Manfaat adanya bangunan tersebut adalah dapat membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan dengan biaya yang lebih efisien dalam waktu yang efektif. Demikian juga yang dibutuhkan oleh masyarakat Wilayah Nunsui, Kota Kupang. Meskipun termasuk dalam kategori wilayah kota, namun akses kesehatan oleh masyarakat terbilang cukup sulit. Jarak dan waktu operasional sarana kesehatan, serta kondisi ekonomi menjadikan sebanyak 50% masyarakat lebih memilih membeli obat – obatan langsung di apotik terdekat bahkan kios – kios tanpa melakukan pemeriksaan jelas di Puskesmas maupun Rumah Sakit. Berdasarkan hal tersebut, tim Teknik Sipil, Fakultas Teknik melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Wilayah Nunsui berupa sosialisasi mengenai pentingnya rumah desa sehat. Selain itu, tim pelaksana kegiatan tersebut juga memberikan bantuan desain bangunan rumah desa sehat berdasarkan peraturan dan standar nasional Indonesia yang kemudian hasil desaninnya diberikan kepada aparat wilayah. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang baik dari pemerintah maupun masyarakat Wilayah Nunsui dan akan ditindaklannjuti berupa pembangunan di waktu mendatang.
PEMETAAN HEC-RAS 2D UNTUK ANALISIS SPASIAL RISIKO BANJIR BERBASIS DATA TOPOGRAFI (LOKASI : DESA FAHILUKA, KABUPATEN MALAKA, NTT) Bees, Azarya; Ildo Rivendi Naikofi, Mauritius; Satrio Wibowo Pedo, Krisantus; Mooy, Merzy
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i2.44712

Abstract

The risk of damage due to flooding can be prevented by mapping the area or scope of flood inundation. Flood characteristics in the form of inundation area, inundation depth and flow velocity need to be mapped so that they can become the basis for flood control planning. This research aims to analyze the level of flood vulnerability in Fahiluka village based on the characteristics of the floods that occur. Hydrological analysis shows a trend of increasing rainfall over the last 12 years due to the impact of global climate change. The results of flood simulations for return periods of 25, 50 and 100 years using Hec-Ras 2D version 5.0.7 software show that the area of the village that has the potential to be inundated is 500 ha, 750.29 ha; 1020 ha with flood depths varying between 0.5 m 4.25 m with medium-high hazard categories.
Analisa Model Penerapan Early Release untuk Mereduksi Banjir di Bendungan Raknamo Meo, Maria Magdalena Moi; Seran, Sri Santi L. M. F.; Bees, Azarya
Local Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v4i1.219

Abstract

Raknamo Dam is a dam that has a storage capacity of 14.091 million/m3 of water with the aim of providing raw water, providing irrigation, developing tourism, freshwater fisheries and freshwater conservation, flood control and hydroelectric power generation (PLTA). This study aims to analyze how much elevation of water level drop and the amount of discharge that comes out (outflow) when flooding occurs if the early release model is applied as a flood controller with a scheme of utilizing the use of water pumps. From the results of the analysis with the early release scheme as a flood controller, the scenario used is the utilization of the use of water pumps for 5 days, 3 hours with a total of 4 submersible pumps calculated, each with a capacity of 6 m3/sec, so that it can reduce flooding in the 1000-year return period with a scheme of 1 pump unit with a discharge of 378.60 m3/sec from an elevation of +107.2 m to 106.9 m; scheme of 2 pump units with a discharge of 288.60 m3/s from elevation +107.2 m to +106.4 m; scheme of 3 pump units with a discharge of 198.60 m3/s from elevation +107.2 m to +105.9 m and scheme of 4 pump units with a discharge of 108.60 m3/s from elevation +107.2 m to +105.3 m.
Analisis Estimasi Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang Pada Simpang di Kota Kupang Menggunakan Metode Speed dan Occupancy Time Pedo, Krisantus Satrio Wibowo; Bria Seran, Engelbertha Noviani; Bees, Azarya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1325

Abstract

Abstrak   Perbedaaan karateristik dan perilaku lalu lintas pada simpang di Kota Kupang, menyebabkan adanya perbedaan pada nilai Ekivalensi Mobil Penumpang (EMP) sehingga berpengaruh terhadap hasil perhitungan kinerja simpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis estimasi nilai EMP terhadap perhitungan kinerja pada simpang di Kota Kupang. Metode analisis yang digunakan adalah perhitungan EMP metode speed dan occupancy time, sedangkan dalam memperhitungkan kinerja simpang menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil penelitian menunjukkan estimasi nilai EMP yang dihasilkan menggunakan metode speed memiliki nilai EMP terbaik jika dibandingkan dengan metode occupancy time dan PKJI 2023. Hal ini dibuktikan dengan nilai R2 yang dihasilkan memiliki nilai tertinggi serta menghasilkan nilai kinerja simpang yang lebih baik. Rekomendasi perubahan nilai EMP yang dianjurkan untuk digunakan pada analisis kinerja simpang di Kota Kupang adalah dengan nilai EMP sepeda motor adalah 0,14, EMP mobil penumpang adalah 1,00, EMP kendaraan sedang adalah 1,92 dan EMP kendaraan tidak bermotor adalah 1,17.   Kata kunci: EMP, Speed, Occupancy Time, Simpang, PKJI 2023     Abstract   Differences in characteristics and traffic behavior at intersections in Kupang City cause differences in Passenger Car Equivalence (PCE) values, which affect intersection performance calculations. The purpose of this study is to analyze the estimated EMP value for performance calculations at intersections in Kupang City. The analysis method used is the EMP calculation using the speed and occupancy time methods, while calculating intersection performance using the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) 2023. The results show that the estimated PCE value produced using the speed method has the best PCE value compared to the occupancy time method and PKJI 2023. This is evidenced by the resulting R² value having the highest value and producing a better intersection performance value. The recommended changes in the PCE value recommended for use in intersection performance analysis in Kupang City are with the PCE value for motorcycles being 0.14, PCE value for passenger cars being 1.00, PCE value for medium vehicles being 1.92, and PCE value for non-motorized vehicles being 1.17.   Keywords: EMP, Speed, Occupancy Time, Intersection, PKJI 2023.
Analisis Multidimensional Scalling dalam Menilai Proyek Pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang Usboko, Gregorius Paus; Abani, Godelfridus Alfred; Bees, Azarya; Lulu, Laurensius
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1332

Abstract

Abstrak   Pembangunan Bendungan Manikin merupakan langkah strategis nasional untuk meningkatkan ketahanan air di Pulau Timor yang rawan kekeringan berkepanjangan. Penilitian ini bertujuan menilai tingkat keberlanjutan proyek bendungan Manikin di Kabupaten Kupang menggunakan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS). Evaluasi dilakukan terhadap lima dimensi keberlanjutan yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan. Data diperoleh melalui survei lapangan, wawancara stakeholder terkait, serta penilaian atribut keberlanjutan yang relevan dengan kondisi regional. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek pembangunan Bendungan Manikin berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan indeks multidimensi sebesar 54,76. Dimensi ekologi, ekonomi dan sosial menunjukkan kinerja relatif lebih baik, sedangkan dimensi teknologi dan kelembagaan menjadi aspek paling sensitif dan memerlukan perhatian khusus. Temuan ini menegaskan bahwa metode MDS efektif sebagai alat evaluasi keberlanjutan proyek infrastruktur yang masih dalam tahapan konstruksi untuk mendukung pengambilan keputusan adaptif.   Kata Kunci: Pulau Timor, Bendungan Manikin, Keberlanjutan, Multidimensional Scaling, Ketahanan Air     Abstract   The construction of the Manikin Dam is a national strategic project aimed at enhancing water resilience on Timor Island, a region highly vulnerable to prolonged droughts. This study evaluates the sustainability level of the Manikin Dam project in Kupang Regency using a Multidimensional Scaling (MDS) approach. The assessment covers five sustainability dimensions: ecological, economic, social, technological, and institutional. Data were collected through field surveys, stakeholder interviews, and the evaluation of sustainability attributes relevant to regional drought conditions. The results indicate that the Manikin Dam project falls into the moderately sustainable category, with a multidimensional sustainability index of 54.76. The ecological, economic, and social dimensions show relatively better performance, while the technological and institutional dimensions are the most sensitive and require priority improvement. These findings confirm that MDS is an effective tool for evaluating the sustainability of infrastructure projects during the construction phase to support adaptive and informed decision-making.   Keywords: Timor Island, Manikin Dam, Sustainability, Multidimensional Scaling, Water Resilience