Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN PERMAINAN SIMULASI ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KEJUJURAN PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 13 MALANG Brimannisa, Fadiola; Ramli, M.; Agustin, Erlis
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i82023p%p

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui layanan bimbingan kelompok menggunakan permainan simulasi ular tangga terhadap peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 13 Malang yang masih memiliki tingkat kejujuran tergolong rendah. Penelitian dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa terdapat peserta didik memiliki tingkat kejujuran yang rendah, menghalalkan segala cara tidak jujur saat ujian agar mendapat nilai bagus dan beberapa tindakan tidak jujur lainnya yang dianggap hal biasa. Metode yang digunakan penelitian kualitatif berjenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian tiga peserta didik yang memiliki tingkat kejujuran rendah. Teknik pengumpulan data yaitu metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa layanan bimbingan kelompok menggunakan permainan simulasi ular tangga peserta didik kelas VIII yang masih memiliki tingkat kejujuran rendah di SMP Negeri 13 Malang. Pada pemberian layanan bimbingan kelompok ini membantu peserta didik dalam meningkatkan perilaku jujur di kehidupan sehari-hari. Dari pemberian layanan bimbingan kelompok yang telah diberikan maka respon peserta didik yaitu mampu berkomitmen melakukan perubahan diri guna meningkatkan kejujuran. Adapun hambatan terkait pelaksanaan pemberian layanan ini yaitu terdapat peserta didik yang kurang aktif sehingga harus didorong melalui pertanyaan pemantik. Dengan demikian, secara keseluruhan pemberian layanan bimbingan kelompok menggunakan permainan simulasi ular tangga pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 13 Malang memperoleh hasil yang optimal.
Upaya Preventif Kekerasan Seksual di Sekolah ”Anti Sexual Violence” Setyowati, Arbin Janu; Rahayu, Elga Sofhiani Ika; Brimannisa, Fadiola; Mahatma, Femin; Setyowati, Humaira Dwi; Kurniawati, Kurniawati; Rasyidin, Maharani Umami; Mahardika, Moch Ilyas; Shina, Mohammad Hafidz Ibnu; Tasnim, Nihayatut
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Membangun Karakt
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan di sekolah, khususnya kekerasan seksual, telah menjadi masalah serius di sekitar Kota Malang. Salah satu kasus yang mendapat perhatian luas terjadi di sebuah sekolah menengah atas di Kota Batu, sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com pada 7 September 2022. Dalam kasus tersebut, pendiri sekolah "X" berulang kali membujuk seorang siswi untuk melakukan hubungan badan, yang kemudian berkembang menjadi tindakan pemaksaan. Fenomena ini menyoroti urgensi upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah, terutama melalui peningkatan pemahaman siswa dan warga sekolah. SMA Negeri 8 Malang, melalui program Konselor Sebaya Smarihasta (Konresa), memiliki potensi untuk secara optimal mencegah kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) untuk mengembangkan program pencegahan kekerasan seksual di sekolah dengan judul "Anti Sexual Violence". Langkah- langkah penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD), ditemukan bahwa pemahaman tentang kekerasan seksual di SMA Negeri 8 Malang mengalami peningkatan yang signifikan. Program sosialisasi "Anti Sexual Violence" berhasil meningkatkan kesadaran peserta didik tentang bahaya kekerasan seksual, pentingnya pencegahan, serta menetapkan batasan dalam interaksi sosial termasuk dalam hubungan pacaran. Selain itu, para siswa juga aktif mengkampanyekan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah mereka