Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

Gambaran Pengetahuan dan Pengalaman Perawat Tentang Ketepatan Pemberian Label Triage di Instalasi Gawat Darurat RS. TK. II Pelamonia Makassar Melfi Marcelina Kilinau; Magdalena Limbong; Thalib, Abdul Hermansyah
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.331

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan merupakan hasil persepsi dan pengindraan seseorang terhadap suatu hal tertentu, terutama melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba, Pengalaman kerja didefinisikan sebagai jangka waktu di mana seseorang melakukan tugas dengan frekuensi dan jenis yang bervariasi sesuai dengan kemampuannya, Triage adalah klasifikasi pasien berdasarkan jenis dan tingkat keparahan penyakitnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan pengalaman perawat tentang ketepatan pemberian label triage di RS. TK II Pelamonia Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan Studi kasus. Lokasi penelitian RS TK II Pelamonia Makassar, Waktu penelitian ini dilakukan selama 3 hari, Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner dilakukan 1 hari. Hasil: Gambaran pengetahuan Tn. “A” di atas 60% yang berarti pengetahuan Tn. A Baik Gambaran pengetahuan Tn. M di atas 60% yang berarti pengetahuan Tn. M Baik Dari hasil penelitian pada Tn. A dan Tn. M terdapat kesenjangan antara ketepatan pemberian label triage menurut teori dan ketepatan pemberian label triage yang dilakukan di RS. TK II Pelamonia Makassar dimana di RS. TK II Pelamonia Makassar dalam melakukan pemberian label triage di instalasi gawat darurat ada beberapa point menurut teori yang tidak dilakukan hal ini disebabkan karena pengalaman kerja yang berbeda. Kesimpulan: Pengalaman kerja tidak selamanya mempengaruhi pengetahuan perawat tentang ketepatan pemberian label triage di Instalasi Gawat Darurat.
IMPLEMENTASI SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH Dimas Riyadil Amin. P; Magdalena Limbong; Nurhayati; La Ode Nuh Salam
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.528

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai di pelayanan kesehatan primer dan berhubungan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang merupakan penyebab utama terjadinya gagal jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Tujuan: Untuk mengetahui cara menurunkan tekanan darah anggota keluarga penderita hipertensi. Metode: Studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif dan nonklinis untuk menginterpretasikan hasil penelitian secara sistematis melalui review. Hasil: menunjukkan bahwa Perawatan pernapasan lambat mengubah tekanan darah dan menunjukkan bahwa pernapasan dalam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekanan darah. Kesimpulan: Studi kasus ini dilakukan selama tiga hari di Puskesmas Macini sawah Makassar pada responden I dan II. Hasilnya menunjukkan bahwa menggunakan pernapasan dalam dapat menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi. Pasien kanker sebaiknya mengurangi rangsangan dan menghindari tekanan darah tinggi.
IMPLEMENTASI TERAPI OKSIGEN DAN ELEVASI KEPALA TERHADAP TINGKAT KESADARAN PADA PASIEN DENGAN CEDERA KEPALA Thalib, Abdul Herman Syah; Rusli Abdullah; Magdalena Limbong; Shaktya Ary Yuda
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.529

Abstract

Latar belakang: Cedera kepala menyebabkan kerusakan otak yang menjadi penyebab terjadinya kecacatan dan menghasilkan masalah fisik, intelektual dan sosial, cedera kepala juga memiliki dampak bagi emosi psikososial dan ekonomi yang sangat besar yang disebabkan oleh korban gawat darurat yang sering melakukan perawatan di rumah sakit yang cukup lama dan 5-10%. Salah satu kontribusi terjadi cedera kepala adalah kecelakaan lalu lintas. Tujuan: Untuk mengetahui implementasi terapi oksigen dan elevasi kepala terhadap tingkat kesadaran pada pasien dengan cedera kepala. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan Implementasi terapi oksigen dan elevasi kepala di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kesadaran pada responden sebelum dilakukan implementasi terapi oksigen dan elevasi kepala terjadi penurunan kesadaran dan setelah dilakukannya implementasi terapi oksigen dan elevasi kepala terjadi peningkatan kesadaran Setelah melakukan studi kasus Kesimpulan: implementasi terapi oksigen dan elevasi kepala terjadi peningkatan kesadaran pada pasien dengan cedera kepala.
IMPLEMENTASI SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI Nur Fadilah; Magdalena Limbong; Ricky Zainuddin; Yantimala Mahmud
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.672

Abstract

Latar belakang: Nyeri pasca operasi apendiktomi merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien dan dapat menghambat pemenuhan kebutuhan dasar. Upaya non-farmakologis yang telah terbukti bermanfaat dalam mengurangi nyeri adalah teknik Slow Deep Breathing (SDB), yaitu latihan pernapasan dalam secara perlahan yang menstimulasi sistem saraf parasimpatis serta menekan aktivitas simpatis tubuh. Tujuan: Mengimplementasikan slow deep breathing untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua pasien laki-laki berusia 20–50 tahun yang menjalani tindakan apendiktomi di RS TK II Pelamonia Makassar. Intervensi SDB diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit setiap sesi. Data dikumpulkan melalui observasi tingkat nyeri menggunakan skala NRS, baik sebelum maupun sesudahintervensi. Hasil: Temuan menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada kedua subjek setelah diberikan intervensi SDB. Pada subjek I, skala nyeri berkurang dari 6 menjadi 3, sedangkan pada subjek II dari 5 menjadi 2. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah dan frekuensi nadi, yang mengindikasikan adanya relaksasi fisiologis. Kesimpulan: Penerapan teknik Slow Deep Breathing terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pascaoperasi apendiktomi. Metode ini dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, sederhana, serta mendukung proses pemulihan pasien.