Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Istri Pokdakan Dalam Meningkatkan Ekonomi Melalui Pengolahan Abon Ikan Lele di Kampung Buatan Baru Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Provinsi Riau Arief, Hazmi; Putri, Alicia Amanda; Abigail, Ando; Putri, Dolla Audiva; Fakhriyah, Elissa; Maulana, Muhammad Fikri; Alif, Muhammad Hafiz; Zen, Nindi Pratiwi; Dewi, Putri Sabrina; Pratama, Yudhitya Putra; Aprillia, Indhi Raina
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 6 (2024): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13729757

Abstract

Program intrakurikuler yang mewakili Tridharma Perguruan Tinggi adalah Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA), yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan bekerja dalam pemberdayaan masyarakat. KUKERTA memberikan kesempatan yang berharga bagi siswa cerdas, kreatif, inovatif dan kritis untuk bisa menemukan solusi dan strategi yang tepat untuk menangani berbagai masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Desa Buatan Baru memiliki potensi untuk ikan air tawar seperti lele, patin, dan gurame. Meskipun Desa Buatan Baru memiliki ekonomi yang cukup baik di bidang kelapa sawit, ada juga kelompok tani atau masyarakat yang memanfaatkan lahan mereka untuk budidaya ikan. Pengolahan ikan lele menjadi abon adalah salah satu cara untuk meningkatkan potensi ini. Pengembangan industri olahan abon ikan didorong oleh ketersediaan bahan baku ikan lele yang melimpah. Adapun Tujuan utama pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelatihan tentang cara mengolah ikan lele menjadi abon dan menumbuhkan minat kewirausahaan mereka dalam pengolahan ikan. Dengan melibatkan anggota warga desa, terutama ibu-ibu PKK untuk berpartisipasi aktif, metode Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan untuk melaksanakan program ini. Dilihat dari tingkat antusiasme dan partisipasi yang tinggi, kegiatan pelatihan berhasil. Teknik dan teknologi tepat telah digunakan dengan sukses oleh ibu-ibu PKK dalam pembuatan abon ikan. Hal yang dapat dicapai melalui kegiatan pelatihan ini ialah orang-orang dapat mengoperasikan industri abon ikan di rumah mereka sebagai usaha ekonomi yang menghasilkan.
Pemberdayaan Istri Pokdakan Dalam Meningkatkan Ekonomi Melalui Pengolahan Abon Ikan Lele di Kampung Buatan Baru Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Provinsi Riau Arief, Hazmi; Putri, Alicia Amanda; Abigail, Ando; Putri, Dolla Audiva; Fakhriyah, Elissa; Maulana, Muhammad Fikri; Alif, Muhammad Hafiz; Zen, Nindi Pratiwi; Dewi, Putri Sabrina; Pratama, Yudhitya Putra; Aprillia, Indhi Raina
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 6 (2024): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13729757

Abstract

Program intrakurikuler yang mewakili Tridharma Perguruan Tinggi adalah Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA), yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan bekerja dalam pemberdayaan masyarakat. KUKERTA memberikan kesempatan yang berharga bagi siswa cerdas, kreatif, inovatif dan kritis untuk bisa menemukan solusi dan strategi yang tepat untuk menangani berbagai masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Desa Buatan Baru memiliki potensi untuk ikan air tawar seperti lele, patin, dan gurame. Meskipun Desa Buatan Baru memiliki ekonomi yang cukup baik di bidang kelapa sawit, ada juga kelompok tani atau masyarakat yang memanfaatkan lahan mereka untuk budidaya ikan. Pengolahan ikan lele menjadi abon adalah salah satu cara untuk meningkatkan potensi ini. Pengembangan industri olahan abon ikan didorong oleh ketersediaan bahan baku ikan lele yang melimpah. Adapun Tujuan utama pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pelatihan tentang cara mengolah ikan lele menjadi abon dan menumbuhkan minat kewirausahaan mereka dalam pengolahan ikan. Dengan melibatkan anggota warga desa, terutama ibu-ibu PKK untuk berpartisipasi aktif, metode Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan untuk melaksanakan program ini. Dilihat dari tingkat antusiasme dan partisipasi yang tinggi, kegiatan pelatihan berhasil. Teknik dan teknologi tepat telah digunakan dengan sukses oleh ibu-ibu PKK dalam pembuatan abon ikan. Hal yang dapat dicapai melalui kegiatan pelatihan ini ialah orang-orang dapat mengoperasikan industri abon ikan di rumah mereka sebagai usaha ekonomi yang menghasilkan.
POLA ASUH OTORITER DAN KESEPIAN DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU SELF- HARM PADA REMAJA Ulpa, Eska Prawisudawati; Putri, Alicia Amanda
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7814

Abstract

Remaja yang tidak mampu mengatasi masalah cenderung mengalami emosi negatif yang berujung pada perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dan kesepian dengan kecenderungan perilaku self-harm pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 46 remaja berusia 15–20 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala pola asuh otoriter (α = 0,889), UCLA Loneliness Scale Version 3 (α = 0,924), dan Self-Harm Inventory versi Indonesia (α = 0,902). Analisis data menggunakan regresi berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dan kesepian dengan kecenderungan perilaku self-harm (R = 0,504; F = 7,329; p = 0,002). Secara parsial, pola asuh otoriter berhubungan positif signifikan dengan kecenderungan self-harm (r = 0,498; p = 0,000), dan kesepian juga berhubungan signifikan (r = 0,370; p = 0,011). Kontribusi efektif pola asuh otoriter sebesar 21,7% dan kesepian sebesar 3,7%, sehingga total sumbangan keduanya adalah 25,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter lebih dominan memengaruhi kecenderungan self-harm dibandingkan kesepian.