Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Aplikasi Tiktok Penggunaan Aplikasi Tiktok terhadap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2021 Girsang, Khairina Nur
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2022): Januari : Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v4i1.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi TikTok bagi mahasiswa Ilmu komunikasi kelas IV-A Universitas Malikussaleh. Latar belakang dari penelitian ini bermula dari mahasiswa yang menggunakan aplikasi TikTok pada saat jam pembelajaran hingga menganggu proses belajar mengajar di dalam kelas, selain itu ada juga mahasiswa yang menggunakan aplikasi TikTok di luar jam pembelajaran, walaupun digunakan di luar jam pembelajaran tetapi penggunaanya yang berlebihan. Berdasarkan masalah tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pendapat mahasiswa Ilmu komunikasi Kelas IV-A Universitas Malikussaleh.terkait fungsi sosial penggunaan aplikasi Tik Tok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi Tik Tok bagi mahasiswa Ilmu komunikasi Kelas IV-A Universitas Malikussaleh.Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Sosiologi Komunikasi Use and Gratification Katz, Gurevitch, dan Has. Teori ini berasumsi bahwa audiens aktif dalam memilih dan menggunakan media tertentu untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi non partisipasi, wawancara mendalam,dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa fungsi sosial penggunaan aplikasi Tik Tok bagi mahasiswa Ilmu komunikasi Kelas IV-A Universitas Malikussaleh adalah sebagai media informasi, sebagai media hiburan, sebagai media bisnis, sebagai sumber tempat belajar,dan ekspresi diri. Dari penjelasan tersebut maka secara keseluruhan peneliti menemukan adanya kebutuhan yang dapat dipuaskan oleh aplikasi Tik Tokbagi mahasiswa Ilmu komunikasi Kelas IV-A Universitas Malikussaleh.
Strategi Komunikasi Kantor Urusan Agama Dalam Sosialisasi Program Keagamaan Pada Masyarakat Kecamatan Medan Perjuangan Girsang, Khairina Nur; Muhammad Fazil; Muhammad Ali; Ainol Mardhiah; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.11460

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi KUA Kecamatan Medan Perjuangan dalam Sosialisasi Program Keagamaan. KUA melaksanakan program bimbingan perkawinan, penyuluhan agama, dan pembinaan keluarga sakinah melalui strategi komunikasi persuasif, terencana, serta memanfaatkan media sosial dan pendekatan komunitas. Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala seperti rendahnya partisipasi masyarakat yang masih menganggap KUA sebatas tempat pernikahan, keterbatasan waktu dan kesadaran, pesatnya perkembangan teknologi digital, serta minimnya sumber daya manusia dan sarana komunikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi serta hambatan komunikasi KUA dalam sosialisasi program keagamaan dengan pendekatan kualitatif melalui teori manajemen strategi Fred R. David yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, program disusun terarah, partisipatif, dan berbasis data, meski terkendala sumber daya dan resistensi masyarakat. Pada pelaksanaan, KUA tidak hanya memberi layanan administratif tetapi juga mendorong pembinaan sosial, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan media digital. Evaluasi dilakukan untuk menilai kesesuaian tujuan, mengidentifikasi hambatan, dan merumuskan perbaikan. Hambatan utama adalah rendahnya literasi digital dan kurangnya inovasi komunikasi. Disarankan KUA memperkuat perencanaan berbasis kebutuhan, meningkatkan pemanfaatan media digital, memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama, serta menghadirkan inovasi komunikasi yang kreatif dan interaktif.