Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Value Stream Mapping dalam Optimalisasi Proses Bisnis: Tinjauan Pustaka Herlianti, Rosi; Hasbullah, Hasbullah
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i2.4615

Abstract

Lean is a problem-solving approach that focuses on eliminating waste. One of the tools used in Lean is Value Stream Mapping (VSM). VSM is an effective tool in improving operational efficiency and quality in various sectors, both manufacturing and services. However, the application of VSM has not been widely implemented in testing laboratories. Therefore, this paper aims to explore the application of VSM in testing laboratories. The analysis was carried out based on the definition, objectives, benefits, and application of VSM, especially in the context of testing laboratories. Through the screening stage using the PRISMA method, there were 30 articles that were closely related to the application of VSM. The paper found that VSM helps identify and eliminate waste in the testing process, reduces cycle time, and improves the quality of results. In addition, VSM also supports sustainability by reducing resource use and environmental impacts. In conclusion, VSM is a very useful tool for testing laboratories to achieve increased efficiency, quality, and sustainability. Future developments include integrating the VSM-based Lean approach with digitalization. Lean merupakan salah satu pendekatan pemecahan masalah yang berfokus pada eliminasi pemborosan. Salah satu alat yang digunakan dalam Lean adalah Value Stream Mapping (VSM). VSM merupakan alat yang efektif dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas operasional di berbagai sektor, baik manufaktur maupun jasa. Namun, penerapan VSM sampai saat ini belum banyak dilakukan di laboratorium pengujian. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan VSM di laboratorium pengujian. Analisis dilakukan berdasarkan definisi, tujuan, manfaat, dan penerapan VSM khususnya dalam konteks laboratorium pengujian. Melalui tahapan penyaringan dengan metode PRISMA, terdapatlah 30 artikel yang sangat berkaitan dengan penerapan VSM. Makalah menemukan bahwa VSM membantu mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses pengujian, mengurangi waktu siklus, dan meningkatkan kualitas hasil. Selain itu, VSM juga mendukung keberlanjutan dengan mengurangi penggunaan sumber daya dan dampak lingkungan. Kesimpulannya, VSM adalah alat yang sangat bermanfaat bagi laboratorium pengujian untuk mencapai peningkatan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan. Pengembangan ke depannya melakukan integrasi pendekatan Lean berbasis VSM dengan digitalisasi.
Mengevaluasi Dampak Lingkungan Proses Destruksi Basah dan Destruksi Kering Dalam Kimia Analitik Menggunakan Metode Life Cycle Assessment Mayanti, Malinda; Herlianti, Rosi; Lukito, Tito
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.019

Abstract

Isu lingkungan hidup menjadi hal yang sering dibicarakan di kancah global. Laboratorium menjadi sumber penghasil limbah B3 karena labolatorium umumnya menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan. Selama beberapa tahun terakhir, kimia “hijau” telah dikembangkan pada praktik berkelanjutan di laboratorium dan industri untuk membatasi penggunaan energi, pelarut, dan bahan habis pakai. Beberapa alat penilaian “kehijauan” telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak memberikan perkiraan kuantitatif mengenai dampak lingkungan dari kimia analitik. Penilaian siklus hidup atau  Life  Cycle  Assessment dapat melengkapi alat-alat ini karena merupakan metodologi holistik untuk menilai dampak lingkungan dari berbagai tahapan metode analitik, khususnya langkah preparasi sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan prosedur pengujian destruksi basah atau destruksi kering yang menghasilkan dampak lingkungan lebih kecil secara keseluruhan menggunakan aplikasi simaPro 9.6.0.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengujian destruksi kering menimbulkan dampak yang lebih kecil dibandingkan prosedur pengujian destruksi basah di seluruh kategori dimana nilai persentasi dampak kerusakan pada kesehatan manusia sebesar 47%, kualitas ekosistem sebesar 48% dan sumber daya sebesar 49%. Berdasarkan nilai dampak kerusakan global warming potential, prosedur pengujian destruksi basah sebesar 7,54, hasil ini lebih besar dibandingkan dengan nilai prosedur pengujian destruksi kering sebesar 5,77.
Perancangan Meja Kerja Ergonomis Dengan Metode Antropometri pada Proses Inspection Checking Output Green Tire di Perusahaan X Pratama, Bagus Wahyu Nur; Herlianti, Rosi; Ikatrinasari, Zulfa Fitri
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 23, No 2 (2024): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.23.2.84759

Abstract

Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang banyak mengelola barang mentah menjadi bahan jadi yang memiliki beberapa bagian yang terlibat disetiap lini produksi. Posisi kerja dan tata cara melakukan pekerjaan tidak dibuat dengan baik, faktor penyebab ini menjadi permasalahan yang dapat menyebabkan bahaya dalam bekerja pada operator hingga menyebabkan kelelahan bekerja. Penelitian ini bertujuan membuat suatu perancangan meja kerja yang ergonomis dengan metode antropometri pada proses inspection checking output green tire di perusahaan x agar pekerja terhindar dari resiko cedera yang berdasarkan keluhan dari para pekerja dengan menyesuaikan ketinggian rata-rata pekerja dan memiliki pengatur agar dapat disesuaikan. Hasil dari penelitian ini memiliki perhitungan skor RULA untuk analisis resiko dari proses atau cara kerja yang mendapatkan nilai skor 7 atau perlu adanya analisa dan implemetasi perubahan serta perhitungan antropometri dari beberapa responden pekerja pada bagian tersebut dengan kriteria laki-laki dewasa dan mendapatkan pengukuran data pada tubuh responden yang mana untuk merancang meja kerja ini menggunakan data persentil 5, persentil 50 dan persentil 95. Ketinggian meja kerja yang dibuat yaitu 95 cm dan dapat di adjust dari paling rendah 86 cm hingga paling tinggi 104 cm. Ketinggian tersebut sudah masuk skala berdasarkan hasil perhitungan secara ergonomi antropometri. Serta, dapat mengurangi skor RULA menjadi 2.