Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN BAKUL PISANG (BAKSO KULIT PISANG) SEBAGAI INOVASI DIVERSIFIKASI PANGAN Asriani; Parwati, Putu Yuni; Allo, Relvan Kalla; Firmiaty, Sri; Andini L, Ayu; Zainal, Nining Haslinda
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3 No 1 (2024): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/bt49pf80

Abstract

Di Indonesia produksi pisang tersebar di 34 provinsi dan meningkat setiap tahun. Menurut Badan Pusat Statistik (2020). Produksi pisang pada tahun 2020 sekitar 8.74 juta ton meningkat sekitar 6.82% dari tahun sebelumnya sebesar 8.18 juta ton. Pemanfaatan pisang sendiri tidak hanya terbatas pada olahan daging buah akan tetapi sampai dengan akar. Selain itu kandungan pisang baik pada daging maupun kulitnya memiliki pengaruh positif terhadap industri pangan. Pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan pangan salah satunya pembuatan bakso dari kulit pisang. Bakso Kulit Pisang atau disingkat dengan BAKUL PISANG merupakan sebuah makanan berbahan utama kulit pisang dan di jadikan bakso atau yang disebut bakso kulit pisang. Bakul Pisang (Bakso Kulit Pisang) sendiri memberikan variasi menarik bagi masyarakat. Adapaun kandungan vitamin yang terdapat dikulit pisang meliputi vitamin B6 dan vitamin B12 serta Magnesium dan Kalium yang baik untuk jantung, kulit pisang juga mengandung senyawa Antioksidan berupa Karotenoid dan Polifenol serta kaya dengan serat.
Efektivitas Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Kepada Masyarakat Miskin Di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Parwati, Putu Yuni; Afrisal, Ade Ferry; Anas, Ali
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin dan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas bantuan langsung tunai yang diberikan kepada masyarakat miskin di Desa Meko. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta telaah dokumen di kantor Desa Meko Kecamatan Pamona Barat dan masyarakat Desa Meko. Teknik analisis data meliputi tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, pemeriksaan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyaluran bantuan lansung tunai (BLT-Dana Desa) kurang optimal dikarenakan proses pencairan yang tidak menentu setiap bulannya, akibat dana desa yang tidak menentu pencairannya, sehingga pemerintah daerah merapel setiap tiga bulan sekali, sehingga dampaknya kepada masyarakat sebagai penerima bantuan kurang puas akan layanan yang diberikan.  efektifitas penyaluran BLT-Dana Desa yang dirasakan oleh masyarakat Desa Meko tidak efektif karena adanya sistem family dalam penerimaan bantuan, tidak adanya sosialisasi terhadap calon penerima bantuan, ketergantungan masyarakat pada bantuan BLT, mengakibatkan masyarakat tidak dapat hidup mandiri untuk membangun usaha agar kelangsungan hidup mereka terjaga serta pemantuan pelaksanaan program tidak berjalan efektif akibatnya masyarakat menyalahgunakan bantuan yang diberikan. This study aims to determine the process of distributing direct cash assistance to the poor and to determine the extent of the effectiveness of direct cash assistance provided to the poor in Meko Village. This research was conducted with a qualitative descriptive approach. The data collection process was carried out through observation, interviews and document review at the Meko Village office, West Pamona District, and the Meko Village community. Data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data examination and conclusions. The results of this study show that the process of distributing direct cash assistance (BLT- Village Funds) is less than optimal due to the erratic disbursement process every month, due to erratic village fund disbursement, so that the local government disburses every three months, so that the impact on the community as recipients of assistance is less satisfied with the services provided.  The effectiveness of BLT- Village Funds distribution felt by the Meko Village community is ineffective because of the family system in receiving assistance, the absence of socialization to prospective beneficiaries, community dependence on BLT assistance, resulting in the community not being able to live independently to build businesses so that their survival is maintained and monitoring the implementation of the program does not run effectively as a result of which the community misuses the assistance provided.