Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MEMBANGUN KEMANUSIAAN, MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK Muhammad Hadi Makmur; Linda Dwi Eriyanti; Agustina Dewi Setyari; Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1905

Abstract

Program pengabdian masyarakat masyarakat ini dilakukan oleh kelompok riset Multiculturalism and Feminism for Innovative Policy (MFIP) di desa Penambangan, kecamatan Curahdami, Bondowoso. Pendampingan dilakukan dengan membantu pemerintah desa mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh perempuan dan anak, berikut dilakukan analisis gender untuk menemukan preskripsinya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan tokoh-tokoh masyarakat dengan memperhatikan proporsi minimal 50% perempuan. Berikut dilakukan observasi dan focus group discussion (FGD) yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk memastikan identifikasi masalah dan perumusan preskripsi sesuai dengan konteks desa Penambangan. Konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) ditawarkan sebagi solusi atas masalah-masalah AKI dan AKB, stunting, buta huruf, kekerasan terhadap perempuan, pernikahan dini dan pekerja anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan membuat regulasi yang menjadi payung dari berbagai program terkait. Maka, produk dari pengabdian ini berupa rancangan program dan rumusan Perdes DRPPA Desa Penambangan.
MEMBANGUN KEMANUSIAAN, MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK Muhammad Hadi Makmur; Linda Dwi Eriyanti; Agustina Dewi Setyari; Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1905

Abstract

Program pengabdian masyarakat masyarakat ini dilakukan oleh kelompok riset Multiculturalism and Feminism for Innovative Policy (MFIP) di desa Penambangan, kecamatan Curahdami, Bondowoso. Pendampingan dilakukan dengan membantu pemerintah desa mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh perempuan dan anak, berikut dilakukan analisis gender untuk menemukan preskripsinya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan tokoh-tokoh masyarakat dengan memperhatikan proporsi minimal 50% perempuan. Berikut dilakukan observasi dan focus group discussion (FGD) yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk memastikan identifikasi masalah dan perumusan preskripsi sesuai dengan konteks desa Penambangan. Konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) ditawarkan sebagi solusi atas masalah-masalah AKI dan AKB, stunting, buta huruf, kekerasan terhadap perempuan, pernikahan dini dan pekerja anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan membuat regulasi yang menjadi payung dari berbagai program terkait. Maka, produk dari pengabdian ini berupa rancangan program dan rumusan Perdes DRPPA Desa Penambangan.
HAMBATAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN DI GHANA Devi, Anggi Kurnia; Eriyanti, Linda Dwi; Yuniarti, Sri
Interdependence Journal of International Studies Vol. 5 No. 1 (2024): IJIS: Interdependence Journal of International Studies
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/ijis.v5i1.68

Abstract

Tradition is an aspect of culture preserved and passed down from generation to generation. Tradition is also known as a concept that defines the identity and uniqueness of a community, which is also a source of security. Tradition is praised, glorified, and related to something good in a particular custom or area and is considered sacred. However, in Ghana there is a tradition called the Trokosi tradition. This tradition is also a cycle of sexual exploitation that society cannot break. Various protection efforts have been made by the Government of Ghana, INGOS, and even local community organizations, but this tradition is still being carried out today. By using the concept of feminism, this study wants to analyze the obstacles to efforts to protect girls who are victims of the Trokosi tradition in Ghana. The data used in this research is secondary data obtained from the research results or analysis from other parties directly involved in the form of news, journals, and books. With a radical feminist perspective, the author finds that the deep-rooted patriarchal culture has strengthened the trokosi tradition as the main factor inhibiting the protection of girls in Ghana.
Pemberdayaan Pemuda Melalui Literasi Pangan dan Pertanian Berkelanjutan Menuju Desa Mandiri Pangan Ramah Lingkungan Makmur, Muhammad Hadi; Eriyanti, Linda Dwi; Mubarok, Ahmad Munif; Bharata, Lukman Wijaya
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1, Oktober 2025
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v6i1.1099

Abstract

Arjasa Village, Jember Regency, is an independent village with the main potential in the agricultural sector but faces various social and economic challenges. As many as 33% of the population is aged 15-35 years, but the unemployment rate reaches 21%, with 22.5% of families still dependent on social assistance. Most of the population works in the agricultural sector (52.6%), but the majority (62.7%) are farm laborers with limited access to land ownership. In addition, the achievement of the village's SDGs, especially in the aspects of Zero Hunger Villages (SDG 2), Environmentally Aware Villages (SDG 12), and Quality Village Education (SDG 4) is still relatively low. To overcome this challenge, the empowerment of village youth communities through sustainable food and agriculture literacy to realize zero hunger and environmentally aware villages program is designed to increase youth's awareness, skills, and participation in sustainable agriculture and community-based food processing. This program is implemented with a phased approach, starting with strengthening human resources, socialization, implementation, and mentoring. The activities include sustainable agriculture training, agricultural product processing workshops, the formation of youth farmer groups, and the development of community reading gardens to improve food and agricultural literacy. With this program, village youth can act as agents of change in realizing food independent, environmentally friendly, and prosperous villages.