Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MEMBANGUN KEMANUSIAAN, MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK Muhammad Hadi Makmur; Linda Dwi Eriyanti; Agustina Dewi Setyari; Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1905

Abstract

Program pengabdian masyarakat masyarakat ini dilakukan oleh kelompok riset Multiculturalism and Feminism for Innovative Policy (MFIP) di desa Penambangan, kecamatan Curahdami, Bondowoso. Pendampingan dilakukan dengan membantu pemerintah desa mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh perempuan dan anak, berikut dilakukan analisis gender untuk menemukan preskripsinya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan tokoh-tokoh masyarakat dengan memperhatikan proporsi minimal 50% perempuan. Berikut dilakukan observasi dan focus group discussion (FGD) yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk memastikan identifikasi masalah dan perumusan preskripsi sesuai dengan konteks desa Penambangan. Konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) ditawarkan sebagi solusi atas masalah-masalah AKI dan AKB, stunting, buta huruf, kekerasan terhadap perempuan, pernikahan dini dan pekerja anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan membuat regulasi yang menjadi payung dari berbagai program terkait. Maka, produk dari pengabdian ini berupa rancangan program dan rumusan Perdes DRPPA Desa Penambangan.
MEMBANGUN KEMANUSIAAN, MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK Muhammad Hadi Makmur; Linda Dwi Eriyanti; Agustina Dewi Setyari; Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1905

Abstract

Program pengabdian masyarakat masyarakat ini dilakukan oleh kelompok riset Multiculturalism and Feminism for Innovative Policy (MFIP) di desa Penambangan, kecamatan Curahdami, Bondowoso. Pendampingan dilakukan dengan membantu pemerintah desa mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh perempuan dan anak, berikut dilakukan analisis gender untuk menemukan preskripsinya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan tokoh-tokoh masyarakat dengan memperhatikan proporsi minimal 50% perempuan. Berikut dilakukan observasi dan focus group discussion (FGD) yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk memastikan identifikasi masalah dan perumusan preskripsi sesuai dengan konteks desa Penambangan. Konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) ditawarkan sebagi solusi atas masalah-masalah AKI dan AKB, stunting, buta huruf, kekerasan terhadap perempuan, pernikahan dini dan pekerja anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan membuat regulasi yang menjadi payung dari berbagai program terkait. Maka, produk dari pengabdian ini berupa rancangan program dan rumusan Perdes DRPPA Desa Penambangan.
HAMBATAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN DI GHANA Devi, Anggi Kurnia; Eriyanti, Linda Dwi; Yuniarti, Sri
Interdependence Journal of International Studies Vol. 5 No. 1 (2024): IJIS: Interdependence Journal of International Studies
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/ijis.v5i1.68

Abstract

Tradition is an aspect of culture preserved and passed down from generation to generation. Tradition is also known as a concept that defines the identity and uniqueness of a community, which is also a source of security. Tradition is praised, glorified, and related to something good in a particular custom or area and is considered sacred. However, in Ghana there is a tradition called the Trokosi tradition. This tradition is also a cycle of sexual exploitation that society cannot break. Various protection efforts have been made by the Government of Ghana, INGOS, and even local community organizations, but this tradition is still being carried out today. By using the concept of feminism, this study wants to analyze the obstacles to efforts to protect girls who are victims of the Trokosi tradition in Ghana. The data used in this research is secondary data obtained from the research results or analysis from other parties directly involved in the form of news, journals, and books. With a radical feminist perspective, the author finds that the deep-rooted patriarchal culture has strengthened the trokosi tradition as the main factor inhibiting the protection of girls in Ghana.
Pemberdayaan Pemuda Melalui Literasi Pangan dan Pertanian Berkelanjutan Menuju Desa Mandiri Pangan Ramah Lingkungan Makmur, Muhammad Hadi; Eriyanti, Linda Dwi; Mubarok, Ahmad Munif; Bharata, Lukman Wijaya
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1, Oktober 2025
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v6i1.1099

Abstract

Arjasa Village, Jember Regency, is an independent village with the main potential in the agricultural sector but faces various social and economic challenges. As many as 33% of the population is aged 15-35 years, but the unemployment rate reaches 21%, with 22.5% of families still dependent on social assistance. Most of the population works in the agricultural sector (52.6%), but the majority (62.7%) are farm laborers with limited access to land ownership. In addition, the achievement of the village's SDGs, especially in the aspects of Zero Hunger Villages (SDG 2), Environmentally Aware Villages (SDG 12), and Quality Village Education (SDG 4) is still relatively low. To overcome this challenge, the empowerment of village youth communities through sustainable food and agriculture literacy to realize zero hunger and environmentally aware villages program is designed to increase youth's awareness, skills, and participation in sustainable agriculture and community-based food processing. This program is implemented with a phased approach, starting with strengthening human resources, socialization, implementation, and mentoring. The activities include sustainable agriculture training, agricultural product processing workshops, the formation of youth farmer groups, and the development of community reading gardens to improve food and agricultural literacy. With this program, village youth can act as agents of change in realizing food independent, environmentally friendly, and prosperous villages.
Addressing Femicide in Honduras through the Spotlight Initiative: A Study of the Implementation of the UN–EU Global Program Hanif, M. Rayhan; Eriyanti, Linda Dwi; Prabhawati, Adhiningasih
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7 No 02 (2025): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v7i02.art07

Abstract

Honduras is one of the countries with the highest rates of femicide in Central America. The high rate of femicide in Honduras has prompted the United Nations and the European Union to assist Honduras in addressing the issue of femicide through the Spotlight Initiative program. This study also aims to examine the implementation of the Spotlight Initiative program in addressing femicide in Honduras from 2019 to 2023. This study is important to fill the gap in research on femicide in Latin America, particularly Honduras, and to analyze the Spotlight Initiative Program. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis. This study uses literature review as data collection. The results of the study indicate that the implementation was carried out by the United Nations and the European Union by strengthening policies and legislation, strengthening institutions, preventing gender-based violence, strengthening gender-responsive services, strengthening data, and strengthening women's movements. The conclusion of the study shows that although the program's implementation is in line with liberal feminist theory, the implementation of the Spotlight Initiative in addressing femicide in Honduras has not met the indicators of gender mainstreaming. [Honduras adalah salah satu negara yang memiliki tingkat femisida tertinggi di kawasan Amerika Tengah. Tingginya angka femisida di Honduras mendorong PBB dan Uni Eropa membantu Honduras dalam menyelesaikan permasalahan femisida melalui program Spotlight Initiative. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui implementasi program Spotlight Initiative dalam menangani femisida di Honduras pada tahun 2019 hingga tahun 2023. Kajian ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan penelitian tentang femisida di Kawasan Amerika Latin, khususnya Honduras, dan analisis terhadap Program Spotlight Initiative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan studi pustaka sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa implementasi dilakukan oleh PBB dan Uni Eropa dengan memperkuat kebijakan dan perundang - undangan, memperkuat institusi, mencegah kekerasan berbasis gender, memperkuat layanan responsif gender, memperkuat data, dan memperkuat gerakan perempuan. Kesimpulan kajian menunjukkan meskipun pelaksanaan program sudah sesuai dengan teori feminisme liberal, tetapi Implementasi Spotlight Initiative dalam menangani femisida di Honduras belum memenuhi indikator di dalam pengarusutamaan gender (Gender Mainstreaming)].
Full Front Cover Eriyanti, Linda Dwi
Journal of Feminism and Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Feminism and Gender Studies
Publisher : Pusat Studi Gender Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shoushika: Pilihan Rasional Perempuan Jepang terhadap Ketimpangan Gender Rahmasari, Clarista Dilla Eka; Eriyanti, Linda Dwi; Purwanto, Agung
Doh Gisin Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.4368

Abstract

Dengan menggunakan perspektif feminisme liberal, studi ini menjelaskan tren penurunan angka kelahiran (Shoushika) di kalangan perempuan Jepang. Meskipun Pemerintah Jepang telah mengeluarkan banyak kebijakan positif yang mendukung kelahiran anak, namun fenomena Shoushika masih terus meningkat di kalangan perempuan. Kebijakan pemerintah tersebut tampaknya menganggap isu Shoushika sebagai persoalan teknis ekonomi semata, dan memandang perempuan sebagai sumber tenaga kerja, sehingga menyebabkan kurangnya perbaikan dalam situasi tersebut. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi alasan di balik tren peningkatan fenomena Shoushika dari perspektif perempuan Jepang. Temuan penelitian ini menyoroti bahwa banyak perempuan Jepang masih menghadapi berbagai ketimpangan berbasis gender yang sangat memberatkan ketika mereka menikah atau memiliki anak, sehingga menyebabkan kecenderungan untuk memilih Shoushika. Tulisan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas bahwa Shoushika bukan hanya sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga terkait dengan ketimpangan budaya gender tradisional yang perlu diperbaiki.
Mobilisasi Sumber Daya Gerakan Women, Life, Freedom dalam Resistensi Hukum Wajib Jilbab di Iran Tahun 2022 Royani, Luthfina Amalia; Eriyanti, Linda Dwi; Iqbal, Muhammad
Doh Gisin Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.4382

Abstract

The Women, Life, Freedom Movement represents a feminist resistance against mandatory hijab laws in Iran, advocating for women’s rights and individual freedom of choice. This study aims to analyze how the movement utilizes resources in its struggle to achieve its objectives. Employing a qualitative approach with a literature study, the analysis is conducted through the perspectives of liberal feminism and resource mobilization theory. The results indicate that the success of the #WomenLifeFreedom movement is influenced by the effective utilization of resource opportunities, the strength of solidarity, and the narrative depth achieved through digital media. Social media has become a crucial tool for disseminating the movement’s ideology and organizing member participation. Despite facing pressure from the Iranian regime, the Women, Life, Freedom Movement persists through the support of local and global feminist groups, as well as effective resource mobilization strategies. This study underscores that access to the right resources is a vital factor in the success of social movements and in challenging repressive government systems.