Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Pengetahuan Dan Gizi Ibu Hamil Untuk Generasi Berkualitas Nur Masruroh; Fritria Dwi Anggraini; Nur Zuwariyah; Miftachul Jannah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1272

Abstract

Ibu hamil adalah salah satu kelompok yang paling rawan terhadap masalah gizi. Masalah gizi yang dialami ibu hamil sebelum atau selama kehamilan dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Asupan gizi selama kehamilan merupakan hal penting karena dapat mengurangi resiko kesehatan pada janin dan ibu. Kurangnya asupan gizi ibu hamil selama kehamilan berakibat buruk bagi ibu dan janin. Terhambatnya pertumbuhan janin salah satunya disebabkan ole gizi ibu yang buruk, ditandai ole rendahnya pertambahan berat badan ibu hamil atau berat badan sebelum ibu hamil. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang baik sehingga kualitas bay yang dilahirkan juga baik. Maka dari itu zat gizi mikro ibu selama kehamilan sangat penting baik bag perkembangan anak di dalam rahim maupun perlindungan terhadap kesakitan dan kematian ibu. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan pengetahuan ibu tentang kehamilan dan kebutuhan gizi selama periode kehamilan. Target yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan ibu tentang kehamilan dan kebutuhan gizi selama kehamilan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah adalah dengan Memberikan tambahan pengetahuan mengenai kehamilan serta Memberikan tambahan pengetahuan mengeani kebutuhan gizi selama periode kehamilan. Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan memberikan penyuluhan mengenai kehamilan dan mengenai kebutuhan gizi selama hamil. Kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan di RW 03 kelurahan Wonokromo Surabaya. Hasilnya terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat dibandingkan dengan sebelum diberikan penyuluhan. Diharapakan kader kesehatan dan tenaga kesehatan dapat memberikan ilmu yang bermanfaat secara rutin bagi ibu hamil agar dapat menghasilkan generasi yang sehat.
Pencegahan Kontaminasi Norovirus Sebagai Upaya Menurunkan Kejadian Diare Di PP Putri Wahid Hasyim Bangil Warda El Maida Rusdi; Irmawan Farindra; Nur Zuwariyah; Agus Aan Adriansyah; Noer Farakhin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1276

Abstract

Latar Belakang, ponpes merupakan tempat yang rentan dikarenakan banyak santri yang tinggal dalam satu lingkungan akan meningkatkan penyebaran Norovirus. Dimana penyakit ini dapat menyebabkan diare dan kejadian diare ini kental sekali terjadi di lingkungan pondok. Maka dari itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan personal hygiene sebagai salah satu bentuk pengendalian kejadian Diare yang ditimbulkan oleh Norovirus. Metode, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Juni 2023 ini dihadiri oleh 40 peserta dari PP Putri Wahid Hasyim Bangil. Kegiatan yang dilakukan berupa Pemberian edukasi, Pembentukan karakter santri dan pengurus dengan games kesehatan dan pembagian pretest dan postest. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif untuk melihat respon peserta dengan dilihat dari antusiasme dan peningkatan pengetahuan peserta dengan menggunakan analisis uji Wilcoxon. Hasil dan Pembahasan, hasil menunjuukan p-value bernilai 0,005. Karena nilal 0,005 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha diterima". Artinya ada perbedaan antara pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan (Pretest) dan setelah dilakukan penyuluhan (Posttest). Kesimpulan, tedapat pengaruh pemberian penyuluhan yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di PP Putri Wahid Hasyim Bangil terkait Pencegahan Kontaminasi Norovirus sebagai Upaya menurunkan Kejadian Diare.
Manajemen Nyeri Persalinan Dengan Peanut Ball Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Menghadapi Persalinan pada Ibu Hamil Trimester 3 di Wonokromo Fritria Dwi Anggraini; Nur Zuwariyah; Nur Masruroh; Farida Umamah; Fariska Zata Amani; Machmudah Machmudah
Jurnal Pepadu Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i1.8073

Abstract

Childbirth should ideally be welcomed with positive emotions such as enthusiasm, comfort, and a strong sense of readiness (Wijma, 2017). However, in reality, psychological issues commonly arise, particularly anxiety before labor, which often leads mothers to feel unprepared for childbirth. This anxiety stems from concerns about the baby’s condition and fear of being unable to cope with the pain caused by uterine contractions. As a result, mothers may feel unsure and lack confidence in their ability to undergo labor safely and comfortably, causing them to feel unready as they approach term. This community engagement program aims to address these needs through a preventive approach, specifically by enhancing childbirth readiness and strengthening pain management skills among third-trimester pregnant women. The intervention introduces non-pharmacological pain management using the Peanut Ball as a practical method to support mothers during late pregnancy. The target participants were pregnant women residing in the catchment area of Wonokromo Public Health Center, particularly those in RW 01 and RW 04, along with local health cadres. Education was provided through one-on-one home visits involving explanation, hands-on demonstration, and guided practice using prepared educational materials, including leaflets and the Peanut Ball. The program outcomes showed an improvement in both physical and psychological readiness for childbirth, measured using the Childbirth Readiness Scale (CRS), increasing from 65% to 82.1%. This program proved effective in enhancing childbirth preparedness and can be adopted as a community-level non-pharmacological intervention. Through this intervention, mothers are expected to better manage contraction-related pain and approach labor with improved physical and psychological readiness.