Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengauh Teknik Hypnobreasfeeding Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan Tahun 2022 Sinulingga, Yeni Friska; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Sihaloho, Endang; Simamora, Mery Krista; Lubis, Rida Rumondang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i1.9783

Abstract

Terdapat beberapa metode untuk meningkatkan sekresi oksitosin, hormon yang membantu meningkatkan produksi ASI. Metode-metode ini meliputi teknik relaksasi, melihat gambar bayi, memanfaatkan Hypnobreastfeeding, mengonsumsi minuman hangat, menstimulasi puting susu, dan melakukan pijat oksitosin. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan strategi Cross-Sectional, dengan tujuan untuk menjelaskan dampak teknik Hypnobreastfeeding terhadap pemberian ASI pada Ibu Pasca Persalinan di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Kota Medan pada tahun 2022. Populasi penelitian terdiri dari 40 ibu pascapersalinan di wilayah kerja Puskesmas Darussalam pada bulan Januari 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada ibu yang merasakan penurunan produksi ASI setelah pemberian terapi Hypnobreastfeeding. Dari semua respons, 40 ibu melaporkan peningkatan pengeluaran ASI mereka setelah menggunakan teknik Hypnobreastfeeding. Tidak ada ibu yang mengalami tingkat pengeluaran ASI yang sama sebelum dan sesudah menerima teknik Hypnobreastfeeding. Lokasi adalah wilayah kerja Puskesmas Darussalam, pada tahun 2022. Manajemen Puskesmas Darussalam bertanggung jawab untuk mendidik dan mendukung ibu nifas tentang penerapan Teknik Hypnobreastfeeding dan manfaatnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang metode nonfarmakologis, khususnya penerapan Teknik Hypnobreastfeeding, untuk meningkatkan produksi ASI
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI Lactogenesis II Pada Ibu Post Partum Multipara Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan Tahun 2023 Sinulingga, Yeni Friska; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Sihaloho, Endang; Simamora, Mery Krista; Lubis, Rida Rumondang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.9788

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi ASI dilakukan dengan melakukan pijat oksitosin pada ibu. Pijat oksitosin adalah stimulasi atau manipulasi tulang belakang yang memicu pelepasan neurotransmitter di medula oblongata. Neurotransmitter ini kemudian segera mengirimkan sinyal ke hipotalamus di hipofisis posterior, yang memicu pelepasan oksitosin. Akibatnya, payudara terstimulasi untuk mengeluarkan ASI. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental yang dikenal dengan pretest and posttest without control group design. Desain penelitian ini melibatkan pengamatan subjek sebelum dan sesudah percobaan. Ibu menyusui bayinya terlebih dahulu, diikuti dengan mengosongkan payudara selama 2 jam dengan kompresi manual dan pengukuran menggunakan gelas ukur (pretest). Selanjutnya, dilakukan pijat selama 15-20 menit. Setelah 2 jam, payudara dipersiapkan kembali untuk akomodasi lebih lanjut (posttest). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI Laktogenesis II pada ibu nifas multipara di wilayah kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan tahun 2023. Penelitian difokuskan pada ibu nifas multipara yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan. Berdasarkan data bidan desa, terdapat 20 ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria multipara. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI Laktogenesis II pada ibu nifas multipara di wilayah kerja Puskesmas Pasar Merah Kota Medan tahun 2023. Nilai p yang diperoleh dari uji t berpasangan adalah 0,000, yang menunjukkan hasil sangat signifikan.
Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Dengan Status Kesehatan Pada Bayi Usia 9-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Simamora, Mery Krista; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Barus, Yosafat
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7760

Abstract

Imunisasi merupakan pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu kedalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Pada tahun 2020 cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Indonesia sebesar 56,9%.  Angka tersebut jauh menurun dibandingkan dengan angka capaian Imunisasi Dasar Legkap tahun lalu,yaitu sebesar 93,7%.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Dengan Status Kesehatan Pada Bayi Usia 9-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 44 orang. Sampel diambil dengan menggunakan tehknik Purposive Sampling. Hasil uji statistik Chi Square  menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan rendah, yaitu 59,1%, sebagian besar responden mempunyai sikap negatif yaitu 54,5%, sebagian besar responden mempunyai pendidikan tinggi yaitu 54,5%, sebagian besar responden adalah ibu yang mempunyai anak 1 yaitu 56,8% dan sebagian besar responden tidak memberikan imunisasi dasar yang lengkap pada bayinya yaitu 61,4%. Hasil analisa data bivariate menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan, Sikap dan Pendidikan ibu terhadap pemberian imunisasi  dasar lengkap pada bayi dengan nilai p value secara berurutan 0,000, 0,000 dan 0,001. Sedangkan untuk variable paritas menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna dengan pemberian imunisasi pada bayi dengan nilai p value 0,168. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengukur variabel yang tidak diteliti oleh peneliti seperti dukungan suami dan keluarga, mitos – mitos yang berkembang tentang imunisasi, pekerjaan ibu dan budaya setempat