Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Reward dan Punishment Sebagai Strategi Pembinaan Disiplin Berbahasa Arab Siswa TMI Putri Al-Amien Prenduan: Penerapan Reward dan Punishment Ihwan Mahmudi; maghfirotul Hasanah; Rahmat Hidayat Lubis; Fakhira Aprilia Miladi; Nur Fera Khalifah
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 20 No. 3 (2023): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v20i3.31826

Abstract

Abstrak Penerapan reward dan punishment merupakan salah satu strategi pembinaan dan penanaman karakter disiplin berbahasa Arab siswa dengan tujuan agar memudahkan wali kelas, para pengajar dan penanggungjawab bagian bahasa dalam mendisiplinkan siswanya, terlepas dari itu juga agar siswa senantiasa terbiasa dan konsisten dengan hidup berdisiplin khususnya disiplin berbahasa Arab serta memotivasi siswa agar terus keterampilan bahasa yang dimilikinya dan meraih prestas. Selain itu, ajuga untuk memberikan efek jera bagi yang melanggar tata tertib dan peraturan yang telah disepakati. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Seluruh siswa kelas V DIA A TMI Putri dengan jumlah 27 siswa dijadikan sebagai populasi penelitian dan yang akan dijadikan sebagai sample penelitian dengan jumlah keseluruhan siswa atau 100% dari jumlah populasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini penerapan reward dan punishment sebagai strategi dalam membina dan menanamkan karakter disiplin berbahasa Arab siswa dapat memudahkan para guru dalam membina karakter disiplin berbahasa Arab siswa dan dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan keterampilan bahasa, dan untuk meraih prestasi serta menjadikan siswa lebih baik dari pada sebelumnya. Tak hanya itu siswa juga menerapkan sifat jujur dan kesadaran diri serta mengakui kesalahan dan pelanggaran yang telah ia lakukan. Dengan demikian maka penerapan reward dan punishment sebagai strategi dalam membina dan menanamkan karakter disiplin berbahasa Arab siswa terbilang cukup memuaskan serta memudahkan para guru dalam mendidik dan membentuk karakter disiplin siswa khususnya disiplin berbahasa Arab. Kata Kunci: Reward, Punishment, Disiplin Berbahasa Arab
DRAMA-BASED IMMERSIVE LEARNING IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS: A NOVEL APPROACH TO ARABIC LANGUAGE ACQUISITION Subakir, Fairuz; Siti Nikmatul Rochma; Nur Fera Khalifah; Nuraeni Rahmawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46574

Abstract

This study investigates the implementation of drama-based immersive learning as an innovative approach to Arabic language acquisition in an Islamic boarding school context. Employing a qualitative case study design, the research explores how the “Gebyar Seni Darussalam (Pra Drama Arena)” program facilitates students’ communicative competence through performance-based activities. Data were collected through observations, interviews, and document analysis involving Grade 3 intensive and Grade 4 students. The findings reveal that drama-based immersive learning significantly enhances students’ Arabic speaking proficiency, integrates four language skills, increases learner engagement, and strengthens confidence and willingness to communicate. More importantly, the study demonstrates that language acquisition occurs most effectively within an immersive environment where learners actively use language in meaningful social interactions. The study proposes a novel conceptual model, Institutionalized Drama-Based Immersive Learning (IDIL), which integrates performative pedagogy, continuous language exposure, and institutional support into a holistic learning ecosystem. This model offers both theoretical and practical contributions to Arabic language education by shifting the focus from instruction to experience and from classroom practice to institutionalized immersion. The findings suggest that drama-based immersion can serve as a scalable and sustainable model for enhancing language proficiency in similar educational settings.