Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Simulasi Numerik Penggunaan Base Isolation Untuk Struktur Sederhana Tahan Gempa Faishol Arif; Pariatmono Pariatmono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.689 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6419

Abstract

Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa. Karena itu, gedung-gedung di Indonesia harus dibangun agar tahan gempa. Seiring dengan perkembangan teknologi dalam perencanaan bangunan tahan gempa, telah dikembangkan suatu pendekatan desain alternatif untuk mengurangi resiko kerusakan bangunan akibat gempa, dan mampu mempertahankan integritas komponen struktural dan non-struktural terhadap gempa kuat. Salah satu konsep pendekatan perencanaan yang telah digunakan banyak orang adalah dengan menggunakan isolasi seismik atau isolasi dasar. Pada penelitian ini ingin mengetahui keunggulan sistem struktur terisolasi dibandingkan dengan sistem struktur konvensional serta dalam rangka menentukan isolasi dasar yang paling cocok untuk struktur sederhana rumah tinggal di Indonesia. Metode analisis yang dipakai yaitu dengan dengan memodelkan 4 model struktur yang terdiri dari 2 model struktur rumah 1 lantai baik dengan sistem konvensional maupun sistem terisolasi dan 2 model struktur rumah 3 lantai baik dengan sistem konvensional maupun sistem terisolasi dengan menggunakan perangkat lunak ETABS 18.0.2 dan berdasarkan SNI 1726-2019. Dari hasil penelitian diperoleh gaya geser dasar menggunakan sistem terisolasi berkurang sebesar 34.02% untuk arah x dan 33.53% untuk arah y dari sistem konvensioanl pada model rumah 1 lantai. Sedangkan untuk model rumah 3 lantai, diperoleh gaya geser dasar menggunakan sistem isolasi dasar berkurang sebesar 45.81% untuk arah x dan 42.03% untuk arah y dari sistem konvensional.
PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PENATAAN KAWASAN DAN PEMBANGUNAN MENARA PADA FLYOVER CILEUNGSI KABUPATEN BOGOR Muhammad Agus Karmadi; Heny Purwanti; Evyta Wismiana; Faishol Arif
Rudence: Rural Development for Economic Resilience Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53698/rudence.v3i1.67

Abstract

ABSTRAK Flyover Cileungsi merupakan persimpangan jalur perlintasan jalan raya tak sebidang (bertingkat) yang berada di Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kondisi terkini di kawasan sekitar Flyover Cileungsi menunjukkan adanya ketidakteraturan penataan dan fungsi dari Flyover tersebut, terutama pada area di bawah Flyover dan di kanan kirinya yang digunakan untuk pasar/ tempat perdagangan liar, terminal bayangan dan tempat pembuangan sampah. Kondisi tersebut di atas sangat mengganggu kenyamanan bagi masyarakat Cileungsi, khususnya Forum Masyarakat Peduli Cileungsi. Selain itu, kondisi tersebut juga mengakibatkan kemacetan yang luar biasa di area bawah Flyover Cileungsi, sehingga diperlukan penataan kawasan Flyover Cileungsi untuk mengembalikan dan mengoptimalkan fungsi utama dari titik persimpangan tersebut dan sekaligus menambah area hijau pada kawasan tersebut. Selain itu juga direncanakan Menara di titik center dari Flyover Cileungsi dengan desain yang kekinian dan futuristik, sehingga diharapkan Menara tersebut akan menjadi landmark/ icon Kota Cileungsi yang tetap bertahan sampai beberapa puluh tahun mendatang. Dari permasalahan yang dijabarkan maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu Kecamatan Cileungsi dalam Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Penataan Kawasan dan Pembangunan Menara pada Flyover Cileungsi. ABSTRACT The Cileungsi Flyover is a non-level (level) highway crossing located in Cileungsi Kidul Village, Cileungsi District, Bogor Regency, West Java. Current conditions in the area around the Cileungsi Flyover show that there is irregularity in the arrangement and function of the Flyover, especially in the area under the Flyover and on either side of it which is used for markets/illegal trading places, shadow terminals and rubbish dumps. The conditions mentioned above are very disturbing for the comfort of the people of Cileungsi, especially the Cileungsi Concerned Community Forum. Apart from that, this condition also results in extraordinary traffic jams in the area under the Cileungsi Flyover, so it is necessary to organize the Cileungsi Flyover area to restore and optimize the main function of the intersection point and at the same time add green areas to the area. Apart from that, it is also planned that the Tower will be at the center point of the Cileungsi Flyover with a contemporary and futuristic design, so it is hoped that the Tower will become a landmark / icon of Cileungsi City that will last for decades to come. Based on the problems described, this community service activity aims to assist Cileungsi District in calculating the budget plan for area planning and tower construction on the Cileungsi Flyover.
Analisis Penggunaan Base Isolation untuk Struktur Mid-Rise Building Tahan Gempa Faishol Arif; Lirawati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 7 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i7.3748

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa. Karena itu, bangunan gedung di Indonesia harus dibangun dengan baik agar tahan gempa. Dengan perkembangan teknologi dalam perencanaan bangunan tahan gempa, telah dikembangkan suatu alternatif desain untuk mengurangi resiko kerusakan bangunan akibat gempa, dan mampu mempertahankan integritas komponen struktural dan non-struktural terhadap gempa kuat. Alternatif konsep pendekatan perencanaan yang telah digunakan banyak orang adalah dengan menggunakan isolasi dasar. Pada penelitian ini ingin mengetahui keunggulan sistem struktur dengan isolasi dasar dibandingkan dengan sistem struktur konvensional serta dalam rangka menentukan isolasi dasar yang paling cocok untuk struktur bangunan tingkat menengah rumah sakit di Indonesia. Metode analisis yang dipakai yaitu dengan dengan memodelkan 4 model struktur yang terdiri dari 2 model struktur rumah sakit 5 lantai baik dengan sistem konvensional maupun sistem terisolasi dan 2 model struktur rumah sakit 7 lantai baik dengan sistem konvensional maupun sistem terisolasi dengan menggunakan perangkat lunak ETABS 18.1.1 dan berdasarkan SNI 1726-2019. Dari hasil penelitian diperoleh gaya geser dasar menggunakan sistem terisolasi berkurang sebesar 60.51% untuk arah x dan 57.28% untuk arah y dari sistem konvensioanl pada model rumah sakit 5 lantai. Sedangkan untuk model rumah sakit 7 lantai, diperoleh gaya geser dasar menggunakan sistem isolasi dasar berkurang sebesar 58.09% untuk arah x dan 57.83% untuk arah y dari sistem konvensional.
The Influence of Taxpayer Motivation and Awareness on Compliance in the Payment of Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) in Kuranji Sub-District Faishol Arif; Boni Saputra
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i2.11183

Abstract

Compliance with the Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) is essential for strengthening regional fiscal independence; however, PBB-P2 revenue realization in Kuranji Sub-District, Padang City, declined from 72.87% in 2023 to 52.0% in 2024. This study aimed to analyze the partial and simultaneous effects of taxpayer motivation and awareness on PBB-P2 payment compliance. A quantitative causal-associative design was employed, involving 99 respondents selected through simple random sampling from a population of 7,257 taxpayers. Data were collected using a validated five-point Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics and multiple linear regression. The findings showed that taxpayer motivation significantly affected PBB-P2 compliance (R² = 0.375, t = 7.626, p < .001), while taxpayer awareness also exerted a significant effect (R² = 0.495, t = 9.760, p < .001). Simultaneously, both variables explained 52.0% of the variance in taxpayer compliance (F = 54.010, p < .001), as represented by the regression equation Y = 5.481 + 0.306X₁ + 0.544X₂. Descriptive analysis classified taxpayer motivation as moderate (Respondent Achievement Level [TCR] = 64.0%), taxpayer awareness as moderate (TCR = 63.0%), and payment compliance as good (TCR = 67.6%). Taxpayer awareness emerged as the stronger predictor of compliance. The study concludes that improving PBB-P2 compliance requires coordinated interventions that strengthen both taxpayers’ motivation and awareness. These findings contribute empirical evidence on the behavioral determinants of local tax compliance and provide practical implications for designing targeted tax education, communication, and engagement strategies to increase PBB-P2 revenue and strengthen Padang City’s locally generated revenue.