Naibaho, Amelia Elisabeth
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Kecemasan: Tinjauan Literatur Naibaho, Amelia Elisabeth; Fadhila, Filza; Daulay, Wardiyah
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v13i1.239

Abstract

Anxiety is a condition that can be caused by several factors, both internal and external. Anxiety can have negative impacts on individuals. Anxiety can be overcome with several therapies, one of which is music therapy. Music therapy plays a role in releasing individual feelings about emotional problems, creating positive moods, helping with problem-solving, and resolving personal conflicts. This research was conducted using the Literature Review method. A literature search was carried out regarding the Effect of Music Therapy on Reducing Anxiety in the following databases: Science Direct, Google Scholar, and PubMed. Searches related to titles are limited in time from 2019-2023. Basically, music can be preventive to heal sufferers who experience social, emotional, or mental intelligence, and as a non-pharmacological intervention for nurses in caring for patients so they are not too anxious.
Pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi Naibaho, Amelia Elisabeth; Daulay, Wardiyah; Purba, Jenny Marlindawani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.978

Abstract

Background: Introduction: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. During adolescence, hormonal, physical, and psychological changes occur gradually. The ability to control emotions differs from suppressing them. Rational emotive behavior therapy (REBT) focuses on how people think, feel, and act to cope with emotions. Purpose: To identify the effect of rational emotive behavior therapy (REBT) on adolescents' ability to manage emotions. Method: A quantitative, quasi-experimental, pre-post control group approach was used. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 80 participants divided into 40 intervention groups and 40 control groups. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses (dependent t-test). Results: Before the intervention, the majority of adolescents in the intervention group were in the moderate (34 (85%), high (4 (10%), and low (2 (5%).) After the intervention, there was a significant improvement, with 31 (77.5%) adolescents in the high category of emotional management skills and 9 (22.5%) in the moderate category. In the control group, which only received counseling from guidance counselors, there was no significant improvement. The number of adolescents with high emotional management skills decreased from 7.5% to 0%, while the majority remained in the moderate category. Statistical tests showed a highly significant difference between the intervention and control groups (p = 0.001), with the average emotional management skill score being significantly higher in the group receiving REBT. Conclusion: There was a difference in emotional management in the intervention group before and after REBT (p-value = 0.001). There was no difference in emotional management in the control group before and after receiving counseling from guidance counselors (p-value = 0.766). REBT can have a significant impact on emotional management in adolescents. Suggestion: Implement REBT in groups can be an effective intervention strategy in helping adolescents manage their emotions in healthier, more rational, and adaptive ways.   Keywords: Adolescents; Emotions; Rational Emotional Behavior Therapy (REBT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah masa yang ditandai dengan adanya proses transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada usia remaja terjadi perubahan hormon, fisik, dan psikis yang berlangsung secara berangsur-angsur. Kemampuan mengendalikan emosi berbeda dengan meredam emosi. Rational emotive behaviour therapy (REBT) berfokus pada bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak untuk mengatasi emosional. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Metode: Pendekatan kuantitatif Quasi eksperimental pre-post with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 80 partisipan yang terbagi menjadi 40 partisipan kelompok intervensi dan 40 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji dependent t-test). Hasil: Sebelum diberikan intervensi, mayoritas remaja dalam kelompok intervensi berada pada kategori sedang sebanyak 34 (85%), tinggi sebanyak 4 (10%), dan rendah sebanyak 2 (5%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dengan kategori tinggi kemampuan remaja mengelola emosi sebanyak 31 (77.5%) dan sedang sebanyak 9 (22.5%). Pada kelompok kontrol yang hanya mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK, tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Jumlah remaja dengan kemampuan tinggi menurun dari 7.5% menjadi 0%, sementara mayoritas tetap berada dalam kategori sedang. Hasil uji statistik perbedaan yang sangat signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0.001), dengan rata-rata skor kemampuan mengelola emosi yang lebih tinggi secara bermakna pada kelompok yang mendapat intervensi REBT. Simpulan: Ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan REBT dengan p-value = 0.001. Tidak ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK dengan p-value = 0.766. Pemberian REBT dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengelola emosi pada remaja. Saran: Penerapan REBT secara kelompok dapat menjadi strategi intervensi yang efektif dalam membantu remaja mengelola emosi secara lebih sehat, rasional, dan adaptif.   Kata Kunci: Emosi; Remaja; Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT).
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Pasien Congestive Heart Failure Amelia Elisabeth Naibaho; Dedi Dedi; Lia Mayang Sari Sijabat
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.237

Abstract

Gagal Jantung Kongestif (CHF) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis pasien, salah satunya berupa kecemasan yang dapat mempengaruhi mekanisme koping dalam menghadapi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien CHF di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Poli Jantung Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia pada tanggal 9 Maret hingga 8 Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 96 responden dengan menggunakan rumus slovin dari populasi sebanyak 2.174 pasien CHF dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menguji hubungan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping. Mayoritas pasien CHF mengalami tingkat kecemasan sedang hingga sangat berat. Ditemukan 51,0% responden dengan mekanisme koping adaptif, sedangkan 49,0% lainnya memiliki mekanisme koping maladaptif. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping pasien CHF (p=0,000). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan intervensi yang berfokus pada pengelolaan kecemasan dan peningkatan mekanisme koping pasien CHF.