Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EKSTRAKSI BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA YOGHURT TERHADAP AKTIFITAS TOTAL MIKROORGANISME DAN ANTIOKSIDAN Chabiburrochman, M. Mas'ud; Kurniawan, M Fuad
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.22434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi evektifitas penambahan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada yogurt ditinjau dari aktifitas total mikroorganisme, total BAL (bakteri asam laktat) dan aktivitas antioksidan. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah yogurt dengan penambahan ekstrak bunga rosella. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf penambahan ekstrak bunga rosella pada yogurt memberikan pengaruh nyata yang tinggi (P<0,01) terhadap total TPC (total plate count), total BAL (bakteri asam laktat) dan aktivitas antioksidan. Nilai rerata total TPC berturut-turut adalah 8,83 ± 0,670, 8,21 ± 0,301, 8,01 ± 0,450, 7,86 ± 0,690 dan 6,40 ± 0,382; Nilai total BAL berturut-turut adalah 8,32 ± 0,252, 8,16 ± 0,377, 7,78 ± 0,251, 7,74 ± 0,404 dan 6,39 ± 0,535 (CFU/ml); dan Aktivitas antioksidan berturut-turut adalah 19,35 ± 0,48, 75,45 ± 0,29, 77,71 ± 0,68, 78,28 ± 0,50 dan 80,59 ± 0,49. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan persentase yogurt yang berbeda mempengaruhi total mikroorganisme, total BAL dan antioksidan. Nilai rataan total mikroorganisme dan total bakteri asam laktat terendah pada P4 dan nilai antioksidan tertinggi pada P4. Persentase penambahan ekstrak bunga rosella pada yoghurt sebanyak 2% (P4) memberikan hasil terbaik dengan rataan aktivitas antioksidan 80,59±0,49, total TPC 6,40±0,382 CFU/ml dan Total BAL 6,31±0,535 CFU/ml. 
Peningkatan Skala Usaha UMKM Melalui Inovasi Teknologi Mesin Produksi Bawang Goreng Di Kelurahan Kedungkandang Fuady, Anies; Kurniati, Rini Rahayu; Nuriyanti, Ika; Warsito, Warsito; Sholikah, Nisa'us; Chabiburrochman, M. Mas'ud
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i2.6861

Abstract

Usaha Mikro bawang goreng skala rumah tangga "Siana" menghadapi beberapa masalah. Mereka kekurangan alat produksi seperti penyaring minyak, metode pengolahan produk yang tidak memperhatikan sanitasi dan higienitas, dan tidak ada pembukuan keuangan bisnis. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan produksi dan keuntungan mitra usaha kecil bawang goreng "Siana" melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan produsen dalam manajemen produksi dan keuangan. Program ini dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Salah satu hasil dari pelaksanaan program pengabdian adalah peningkatan pengetahuan mitra tentang prinsip sanitasi dan kebersihan, penyediaan alat peniris otomatis yang dirancang dan dibuat menggunakan IPTEK Perguruan Tinggi untuk memaksimalkan proses produksi dan mengurangi biaya produksi, dan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra tentang pengelolaan usaha berkonsep POAC (Planning Organising Actuating Controlling).
Peningkatan Skala Usaha UMKM Melalui Inovasi Teknologi Mesin Produksi Kue Lumpur Di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang Afifuddin, Afifuddin; Rani, Abdul; Nuriyanti, Ika; Agus Salim, Muhammad; Margianto, Margianto; Sholikah, Nisa'us; Chabiburrochman, M. Mas'ud
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i2.6860

Abstract

Usaha  skala rumah tangga IRT “Siti Rochaniyah” menghadapi beberapa masalah. Mereka kekurangan alat produksi seperti penyaring minyak, metode pengolahan produk yang tidak memperhatikan sanitasi dan higienitas, dan tidak ada pembukuan keuangan bisnis. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mitra Industri Rumah Tangga (IRT) “Siti Rochaniyah” dengan mengajarkan produsen lebih banyak tentang manajemen produksi dan keuangan. Program ini dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada pemilik dan karyawan IRT "Siti Rochaniyah." Salah satu hasil dari program pengabdian adalah peningkatan produksi melalui penyediaan oven kue lumpur; peningkatan pengetahuan mitra tentang prinsip sanitasi dan kebersihan; dan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra tentang pembukuan keuangan dengan pengelolaan usaha menggunakan konsep POAC (Planning Organising Actuating Controlling).
Innovative tools to increase Es Cendol production and profit in home industry Dyah Lestari Yulianti; Ika Nuriyati; Rini Rahayu; Muhammad Agus Salim; Muhammad Mas’ud Chabiburrochman
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i4.16055

Abstract

Cendol drink is a traditional Indonesian beverage made from rice flour and widely consumed in East Java. Many household-scale cendol entrepreneurs are located in Jetis, Mulyoagung Village, Dau District, Malang Regency, where production is still manual and limited to around 3 kg/day. Financial management, production processes, and marketing strategies also remain suboptimal. This community service program aimed to enhance partners’ knowledge and skills in financial management, production techniques, and marketing strategies to improve business performance. The program was implemented through knowledge transfer methods, including counseling sessions, demonstration plots, and mentoring conducted over three months. Program success was measured through improvements in production capacity, product quality, financial management practices, production efficiency, and marketing reach. The results showed that the integration of knowledge transfer and appropriate technology increased production capacity from 3 kg/day to 10 kg/day and raised household entrepreneurs’ profits by approximately 50 percent. The adoption of simple yet applicable technology provided tangible benefits for micro and small enterprises, particularly in improving operational efficiency and business sustainability. This activity also reflected effective collaboration between academia and the community in supporting local economic empowerment. Follow-up programs are recommended to include training in creative content development and social media management, supported by periodic mentoring to ensure sustainable implementation of production and marketing strategies.
Phenotypic Evaluation of Crossbred Progeny from Boer and Peranakan Ettawa (PE) Goats Kentjonowaty, Inggit; Suyadi, Suyadi; Chabiburrochman, Muhammad Masud
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 36 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2026.036.01.1

Abstract

Given the importance of enhancing local livestock productivity, this study evaluated the phenotypic traits of Boer × Peranakan Ettawa (Boer-PE) crossbred offspring. The objective was to identify superior individuals for the development of a specialized meat-type goat lineage in Indonesia. Nineteen Boer-PE offspring, consisting of nine females and ten males, were monitored from birth to four weeks of age. Morphometric data, including body weight, body length, wither height, chest circumference, and ear dimensions, were recorded and analyzed to identify the performance of their parental breeds. The results showed that the crossbred progeny had higher average body weight and improved morphometrical attributes as compared to the native PE goats, which indicated the presence of positive heterosis. Female offspring Boer-PE goats had the average weight gain of 1.8 kg, with chest circumference of 36.86 cm, body height of 36 cm, and body length of 36 cm. Males offspring showed higher performance, with an average weight gain of 2.0 kg, chest circumference of 39.13 cm, body height of 42.25 cm and body length of 39.13 cm. These findings showed that Boer-PE crossbred goats have significant potential in the selection as the starting stock in meat type goat breeding initiatives. It is recommended to carry out further generational analysis in conjunction with molecular genetic research to confirm that the performance is stable, and that the beneficial traits are hereditary.