Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strengthening Non-English Teachers’ Ability in Using English as Instructional Language zaitun, zaitun; Novita, Pipit; Diana, Apriana
English Language in Focus (ELIF) Vol 6, No 2 (2024): English Language in Focus (ELIF)
Publisher : English Department, Faculty of Education, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elif.6.2.185-190

Abstract

This study aimed to prove the effectiveness of communicative approach to strengthen non-English teachers’ speaking ability in using English as their instructional language. The study was carried out at SD Lab-school FIP UMJ, South Tangerang in the even semester of 2023/2024 academic year. There were 30 teachers of all grades participated in this study. This research was mixed-methods with statistics descriptive approach. Both speaking pre-post tests and observation were used in collecting the data. The results of the tests were analyzed by using simple calculation and reported in the form of average score. Meanwhile, the results of the observation were described descriptively. The findings of the quantitative approach revealed that on the average the learners performed better in the post-test and their average score escalated up to 22.17 points from the pre-test. Whereas the results of the observation as part of qualitative approach showed that the learners were able to manage their speaking problems better in which they became more confident, had more vocabularies and were able to construct proper sentences. To conclude, this research work confirmed that communicative approach was effective to strengthen non-English teachers’ speaking ability.  
ANALISA PEMERIKSAAN ENGINE TIDAK BERFUNGSI SYSTEM COMMON RAIL INJECTION PADA UNIT HM 400 - 1 Rasma, Rasma; Diana, Apriana; Mahendra, Barda
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu unit alat berat HM 400 -1 terdapat beberapa sistem, salah satunya adalah sistem bahan bakar CRI yang merupakan sistem injeksi bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan sistem pembangkit tekanan yang terpisah dari injektor itu sendiri. Sistem CRI bekerja berdasarkan beberapa sensor yang terdapat pada mesin kemudian memberikan sinyal ke ECM sehingga dapat mengetahui kapan injektor membutuhkan bahan bakar untuk bahan bakar. Bahan bakar pada sistem CRI dialirkan menggunakan pompa bahan bakar melalui PCV kemudian menuju common rail, disini tekanan diatur oleh sensor bahan bakar common rail kemudian dialirkan menuju injektor melalui katup peredam aliran. Sistem CRI harus diperiksa dan dipelihara secara berkala agar tidak terjadi masalah pada sistem ini. Salah satu kerusakan yang dapat terjadi pada sistem CRI adalah kegagalan mesin yang disebabkan oleh rusaknya sensor common rail, dalam hal ini sensor common rail selalu membaca adanya tekanan tinggi pada common rail sehingga sensor common rail memberikan sinyal. ke ECM yang kemudian diteruskan ke katup PCV untuk menyediakan. Persediaan bahan bakar dalam jumlah sedikit mengakibatkan kebutuhan bahan bakar untuk pembakaran tidak terpenuhi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada sensor common rail disebabkan karena umur komponen tersebut karena unit sudah mempunyai jam kerja operasional selama 13.376 jam yang mengakibatkan terjadinya diafragma pada common rail. sensor rel tidak dapat kembali ke posisi normal.Kata Kunci : CRI, sistem bahan bakar, sinyal ke ECM.
Penggunaan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Sains dan Olahraga untuk Meningkatkan Literasi dan Pemahaman Siswa Ade Kurniawan, Yudhistira; Rozaq, Mutrofin; Diana, Apriana
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v6i1.4053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran sains dan olahraga guna meningkatkan literasi dan pemahaman siswa. Dalam konteks pendidikan saat ini, pemanfaatan teknologi digital telah menjadi salah satu elemen penting yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, terutama dalam disiplin ilmu sains dan olahraga yang sering menghadapi tantangan terkait pemahaman konsep-konsep abstrak dan keterampilan fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan artikel-artikel yang relevan terkait penerapan teknologi digital dalam kedua bidang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti simulasi virtual untuk pembelajaran sains dan perangkat wearable serta aplikasi pelacakan untuk olahraga, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang sulit dipahami dan memperkaya pengalaman belajar mereka. Teknologi ini juga terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam kurikulum pendidikan yang dapat memperkaya pengalaman belajar dan mempercepat pemahaman materi bagi siswa.
Measuring Self-Efficacy in English for Specific Purposes: A Case Study of Engineering Students Diana, Apriana
English Language in Focus (ELIF) Vol. 7 No. 2 (2025): English Language in Focus (ELIF)
Publisher : English Department, Faculty of Education, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This descriptive statistical study assesses students' perceptions of their self-efficacy in English for Specific Purposes (ESP). The study involved 40 students from the Mechanical Engineering program at the Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Data were collected using a 5-point Likert scale questionnaire, adapted and modified from Kosimov (n.d.), and distributed via Google Forms after undergoing face validity assessment. The data were analyzed using simple percentage calculations and presented descriptively. The findings indicate that the majority of students held a positive perception of their self-efficacy in ESP, as evidenced by the highest response rate for the "agree" option (64.8%), followed by "strongly agree" (14.2%). Furthermore, the analysis suggests that most students demonstrated optimism, high self-efficacy, and a strong commitment to excelling in ESP learning relevant to their field of study.
Differentiated Learning in English for Specific Purposes (ESP) Class: A Students’ Perception Study Diana, Apriana; Saptrian, Muhammad Daffa; Chithra, G. K.
English Language in Focus (ELIF) Vol. 8 No. 1 (2025): English Language in Focus (ELIF)
Publisher : English Department, Faculty of Education, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elif.8.1.13-20

Abstract

Educational transformation driven by Indonesia’s Merdeka Curriculum has shifted higher education toward more inclusive and learner-centered pedagogies. Within this reform agenda, differentiated learning (DL) has emerged as a key approach to address variations in students’ abilities, interests, and learning profiles. Nevertheless, empirical evidence on the application of DL in English for Specific Purposes (ESP) instruction at the tertiary level, particularly within engineering programs, remains limited. This study investigates engineering students’ perceptions of differentiated learning and examines its relationship with learner engagement and perceived ESP learning effectiveness. Participants were 68 first-year Mechanical Engineering students who completed a 30-item Likert-scale questionnaire adapted from established DL and ESP frameworks. The instrument demonstrated high internal reliability (Cronbach’s α = 0.86). Data were analyzed using descriptive and correlational statistics with SPSS 26. Findings reveal that students reported highly positive perceptions of differentiated learning (M = 4.21, SD = 0.43), with significant positive correlations between DL and engagement (r = 0.63, p < 0.05) and between DL and perceived learning effectiveness (r = 0.59, p < 0.05). These results suggest that differentiated learning promotes inclusivity, motivation, and disciplinary relevance in ESP contexts. The study provides empirical support for differentiated learning as a pedagogical framework linking language learning with professional competence, offering insights for curriculum design, teacher development, and higher education policy committed to responsive and personalized learning. Keywords: Differentiated instruction, English for Specific Purposes (ESP), Students’ perceptions, Engineering students.