Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PROMOSI KESEHATAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN CALON PENGANTIN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN WALANTAKA KOTA SERANG BANTEN TAHUN 2024 Muhida, Vega; Tu’sadiah, Halimah; Musllihah, Liana; Adista, Nuria Fitri
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 3 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.1835

Abstract

Abstract: This study aims to assess the effectiveness of media booklets in enhancing prospective couples' knowledge about HIV/AIDS prevention. HIV/AIDS is a global health issue with 37.9 million people living with the condition, including 1.7 million children under 15 and 36.2 million adults (UNAIDS, 2019). Insufficient knowledge about HIV/AIDS complicates efforts for early detection and control, leading to increased AIDS-related deaths (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2022; Purnamawati, 2016). Therefore, early detection and diagnosis are crucial for reducing transmission and improving life expectancy. This research employs an experimental method with a pretest-posttest design. The sample consisted of 110 prospective couples who received a media booklet as an intervention. Analysis results indicate that the media booklet significantly improved the prospective couples' knowledge, with a P-value of 0.000. These findings suggest that the media booklet is an effective educational tool, presenting information in a straightforward yet comprehensive manner. This supports previous research highlighting the positive impact of media booklets on health education, reinforcing memory, and clarifying information. The study also aligns with the educational principles in Surah Al-Imran (3:110), emphasizing the importance of conveying goodness and preventing wrongdoing. Based on the study’s results, it is recommended that media booklets be integrated into every counseling and guidance session for prospective couples by the Religious Affairs Office (KUA) and related institutions. Media booklets should be considered a primary strategy in health promotion programs for disease prevention, given their significant impact on improving public health literacy. The outcomes of this study include publication in accredited journals and the application for intellectual property rights (IPR) for the media booklet as a health education tool.Keywords: Booklet, HIV/AIDS Preventio
Peran Fisioterapi terhadap Pencegahan Stunting melalui Stimulasi Motorik di Wilayah Puskesmas Cinangka Depok Anniza, Meiza; Rakhman, Amalia; Muhida, Vega; Sipayung, Ade Putri Malahayati
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18806

Abstract

Background: Stunting memiliki dampak tidak optimalnya kemampuan kognitif dan motorik anak. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya. Kemampuan kognitif merujuk pada kapasitas untuk berpikir secara kompleks dan melakukan penalaran dalam proses pemecahan masalah. Hal ini diperlukan pendekatan Fisioterapi dalam memberikan promotif dan preventif dalam pencegahan stunting melalui stimulasi motorik. Pemberian stimulasi pada balita berperan penting dalam merangsang perkembangan otak, yang pada akhirnya mendukung optimalisasi kemampuan motorik kasar dan halus, perkembangan bahasa dan bicara, serta aspek sosialisasi dan kemandirian anak. Metode: Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik stimulasi motorik, sesi edukasi kelompok, serta pendampingan individual. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya stimulasi motorik serta keterampilan dasar dalam menerapkannya di rumah. Selain itu, tercipta kolaborasi yang lebih baik antara fisioterapis dan tenaga kesehatan setempat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kesimpulan: Peran fisioterapi memiliki kontribusi yang signifikan dalam upaya promotif dan preventif terhadap stunting di tingkat komunitas. Diharapkan program ini dapat menjadi model intervensi berkelanjutan yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dasar.
Efektivitas edukasi pencegahan stunting dengan media booklet dan CTJ tentang cs selor di Desa Pegadingan 2025 Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika; Muhida, Vega; Santia, Vera; Ariesta, Talla Nurbani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi gizi yang efektif dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pencegahan stunting menggunakan media booklet dan CTJ (Cerita Tanya Jawab) tentang Cegah Stunting dengan Serba Daun Kelor (CS Selor) dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) di Desa Pegadingan, Kabupaten Serang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental (One Group Pretest–Posttest Design). Sampel penelitian terdiri atas 38 WUS yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu media booklet dan media CTJ. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok booklet dan CTJ dengan nilai p = 0,003 (p 0,05). Nilai mean rank booklet (24,71) lebih tinggi dibandingkan CTJ (14,29), menunjukkan bahwa media booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Booklet dinilai menarik secara visual, mudah dipahami, dan dapat dibaca berulang kali sehingga memperkuat daya ingat dan pemahaman. Kesimpulan: Media booklet terbukti lebih efektif dibandingkan CTJ dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Desa Pegadingan. Media booklet direkomendasikan untuk digunakan secara luas dalam kegiatan promosi kesehatan oleh bidan dan tenaga kesehatan masyarakat.
Literasi Edukasi Risiko Seks Bebas melalui Pemanfaatan Buku Saku Digital Bagi Siswa SMK Muhammadiyah Cilegon Bersama PIK-R Poltekkes 'Aisyiyah Banten Tahun 2025 Adista, Nuria Fitri; Muhida, Vega; Pika, Cut
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23531

Abstract

 ABSTRAK Permasalahan perilaku seks bebas pada remaja di Provinsi Banten khususnya Kota Cilegon semakin mengkhawatirkan, termasuk di lingkungan siswa SMK Muhammadiyah Cilegon. Rendahnya pemahaman mengenai risiko seks bebas, kurang tersedianya media edukasi menarik, serta minimnya integrasi nilai keislaman menjadi faktor yang melatarbelakangi dilaksanakannya program pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi risiko seks bebas melalui pemanfaatan buku saku digital berbasis nilai keislaman yang diberikan kepada 52 siswa kelas X dan XI. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, pembagian buku saku digital, serta evaluasi pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan siswa meningkat dari 55,6 pada pretest menjadi 72,6 pada posttest. Analisis uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3.524 dengan  p-value 0.000 (p 0.05), yang menandakan terdapat perbedaan signifikan dan seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan (positive ranks = 52). Temuan ini membuktikan bahwa media buku saku digital efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko perilaku seks bebas. Selain aspek kognitif, media ini juga menanamkan nilai religius berdasarkan QS. Al-Isra ayat 32 sebagai upaya penguatan moral dan karakter remaja sesuai prinsip pendidikan Muhammadiyah. Dengan demikian, pemanfaatan buku saku digital layak dikembangkan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis nilai keislaman, serta direkomendasikan untuk diterapkan dalam program PIK-R di sekolah-sekolah lainnya. Luaran dari hasil pengabdian ini akan diterbitkan pada Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), video dokumentasi kegiatan pada media social dan  buku saku. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar sekolah dan PIK-R menjadikan buku saku digital sebagai media edukasi berkelanjutan, mengintegrasikannya dalam kegiatan konseling remaja, serta mengembangkan konten lanjutan berbasis isu kesehatan reproduksi lainnya untuk memperluas dampak program. Kata Kunci: Seks Bebas, Literasi Digital, Buku Saku  ABSTRACT The issue of free-sex behavior among adolescents in Banten Province, particularly in Cilegon City, has become increasingly alarming, including among students of SMK Muhammadiyah Cilegon. The low level of understanding regarding the risks of free sex, the lack of attractive educational media, and the minimal integration of Islamic values are factors underlying the implementation of this community service program. This activity aims to improve literacy on the risks of free sex through the use of an Islamic value–based digital pocketbook provided to 52 students in grades X and XI. The implementation methods included interactive socialization sessions, distribution of the digital pocketbook, and pretest–posttest evaluations. The results showed that the students’ average knowledge score increased from 55.6 on the pretest to 72.6 on the posttest. The Wilcoxon test analysis indicated a Z-value of -3.524 with a p-value of 0.000 (p 0.05), demonstrating a significant difference and confirming that all participants experienced an improvement in knowledge (positive ranks = 52). These findings prove that the digital pocketbook is effective in enhancing students’ understanding of the risks associated with free-sex behavior. Beyond cognitive improvement, this media also integrates religious values based on QS. Al-Isra verse 32 as a form of moral and character reinforcement in adolescents, in line with Muhammadiyah educational principles. Therefore, the digital pocketbook is recommended as a viable Islamic value–based reproductive health education tool for adolescents and is suggested for adoption within PIK-R programs in other schools. The outputs of this community service activity will include publication in the Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), a documentation video on social media, and the digital pocketbook itself. Based on these results, it is recommended that schools and PIK-R utilize the digital pocketbook as a sustainable educational medium, integrate it into adolescent counseling activities, and develop further content addressing other reproductive health issues to expand the impact of the program. Keywords: Free Sex, Digital Literacy, Pocketbook
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SERANG KOTA TAHUN 2024 Muhida, Vega
Journal of Health Service Management Vol 29 No 00 (2026): Vol 29/Edisi Khusus/Februari/2026
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v29i00.25790

Abstract

Background: Maternal anemia remains a major public health problem and contributes to adverse pregnancy outcomes. Factors such as maternal age and parity are known to influence the risk of anemia during pregnancy. Objective: To analyze the relationship between maternal age and parity with the incidence of anemia among pregnant women in Serang City Health Center Methods: This quantitative analytic study used secondary data from the laboratory register of pregnant women recorded between January–December 2024. A total of 290 samples were selected using systematic sampling. Variables included hemoglobin level, maternal age, and parity. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis (chi-square test and odds Results: The prevalence of anemia was 22%. Pregnant women with risky age (<20 or >35 years) were more likely to be anemic (52.1%). Chi-square test showed a significant association between age and anemia (p < 0.001), with OR = 7.56. Risky parity (primipara & grande multipara) was also associated with anemia (52.8%) with significant results (p < 0.001), OR = 8.25. Conclusions: Maternal age and parity are significantly associated with anemia among pregnant women. Strengthened screening and targeted education are needed especially for high-risk groups.