Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN SELF ACCEPTANCE DENGAN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN PENDERITA GAGAL GINJAL TERMINAL YANG MENJALANI HEMODIALISA Danny Putri Sulistyaningrum; Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Putri Indriani
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.308 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v2i3.695

Abstract

Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang dijalani oleh penderita gagal ginjal terminal seumur hidupnya. Seringkali hemodialisa menyebabkan ansietas dan stress sehingga mereka harus mampu beradaptasi dengan kondisinya. Salah satu bentuk adaptasi penderita gagal ginjal terminal adalah melakukan pembatasan cairan untuk mencegah hipervolemia. Kondisi hipervolemia dapat diketahui dengan mengukur interdialytic weight gain (IDWG). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan self acceptance dengan interdialytic weight gain penderita gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan cross sectional yang melibatkan 62 responden dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data terdiri dari lembar observasi yang berisi data demografi dan IDGW, serta kuesioner Unconditional Self Acceptance Questionnaire (USAQ). Analisis statistic penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan self acceptance dengan interdialytic weight gain penderita gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisa (p = 0.534; α = 0.05).
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIIT RENDAH GARAM PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA DENGAN OBESITAS Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Danny Putri Sulistyaningrum; Juliana Dwi Puspita Widiati
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.208 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v2i3.696

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang paling banyak terjadi pada lansia karena mengalami penurunan fungsi fisiologis akibat proses degeneratif. Faktor risiko hipertensi yang dapat diubah salah satunya yaitu obesitas. Penyebab kejadian hipertensi pada lansia dengan obesitas yaitu asupan natriumnya yang tinggi. Pengobatan non farmakologis merupakan hal penting, seperti memaksimalkan kepatuhan dalam memodifikasi gaya hidup dengan diit rendah garam. Kepatuhan dalam menjalankan diit rendah garam dipengaruhi oleh self efficacy dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dilakukan di Puskesmas Manyaran Semarang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 107 responden. Uji statistik menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas dengan arah korelasi positif dan berkekuatan sedang (p value=0,001; r=0,537) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit rendah garam penderita hipertensi lansia dengan obesitas dengan arah korelasi positif dan berkekuatan sedang (p value=0,001; r=0,579). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah diharapkan perawat dapat meningkatkan self efficacy dengan memberikan penguat positif dan motivasi serta kalimat-kalimat positif pada lansia hipertensi agar yakin dapat mematuhi diit rendah garam dan perawat juga dapat membentuk kelompok pendukung (Support Group) yang terdiri dari keluarga yang memiliki lansia hipertensi, sehingga diharapkan antar anggota kelompok dapat berbagi informasi terkait bagaimana memberikan dukungan keluarga yang baik seperti menyediakan menu makanan khusus diit rendah garam kepada lansia hipertensi di rumah untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
THE RELATIONSHIP OF FAMILY SUPPORT TO THE PREVENTION OF HYPERTENSION COMPLICATIONS IN THE ELDERLY Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Siti Juwariyah; Danny Putri Sulityaningrum
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 9 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v9i2.50329

Abstract

ABSTRACT Introduction: Hypertension is a health problem that most often occurs in the elderly, because the elderly will experience a decrease in physiological function due to degenerative processes, one of the diseases of the cardiovascular system that most often occurs in the elderly due to aging and the cumulative impact of the lifestyle of the elderly in their youth. Hypertension in the elderly has the potential for complications such as coronary heart disease and kidney failure, so it requires routine treatment and several routine precautions that can prevent hypertension complications and support from the family is very influential. Methodology: This study aims to analyze the relationship between family support and the prevention of hypertension complications in the elderly. This research is a correlational descriptive study using a cross sectional design with a quantitative approach. The sample was selected using accidental sampling technique with a total sample of 68 respondents. Statistical tests use the Spearman rho test. Results: The results of the study show that there is a relationship between family support and the prevention of hypertension complications in the elderly with a positive correlation and very strong strength (p value = <0.001; r= 0.859). Conclusion: there is a relationship between family support and the prevention of hypertension complications in the elderly. The recommendation from the results of this research is the importance of family support in preventing hypertension complications in elderly people with hypertension so that they are more confident and obedient in preventing hypertension complications. Keywords: Hypertension, prevention of hypertension complications, family support, elderly
MANFAAT PROGRAM PHYTY DM (PHYSICAL ACTIVITY DIABETES MELITUS) UNTUK PENANGANAN KEGAWATAN PHYSICAL ACTIVITY PADA LANSIA DIABETES MELITUS Juwariyah, Siti; Resa Nirmala Jona; Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Vivi Sovianti; Danny Putri Sulistyaningrum
Empowerment Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i1.1907

Abstract

Sebagian besar penderita diabetes pada lansia mengalami kerusakan saraf yaitu dengan gejala neuropati perifer, yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, kelemahan sampai nyeri pada tangan dan kaki. Kegawatan dari gejala neuropati perifer tersebut mengakibatkan efek samping lebih berat pada lansia contohnya resiko jatuh. Pemberian terapi dengan obat-obatan digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, tapi apabila pemberian secara berlebihan akan berdampak pada kondisi kesehatan lansia. Sehingga terapi non farmakologi dapat digunakan untuk mengatasi salah satu gejala neuropati tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap permasalahan yang terjadi pada lansia dengan diabetes melitus khususnya mengenai kegawatan physical activity dengan program PHYTY DM. Metode pengabdian masyarakat ini melalui bebarapa tahapan untuk memastikan efektifitas program PHYTY DM dalam meningkatkan aktifitas fisik dan mencegah kegawatan padan lansia dengan diabetes melitus, tahapannya adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini bahwa nilai pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  sebelum dilaksanakan pengetahuan di dapatkan bahwa kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 15 lansia, cukup 45 lansia dan baik 9 lansia. Sedangkan setelah dilaksanakan penyuluhan program PHYTY DM kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 7 lansia, cukup 23 lansia dan baik 13 lansia. Dari hasil tersebut dibuktikan bahwa ada peningkatan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  tentang program PHYTY DM. Kesimpulan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM. Rencana tindak lanjut untuk kegiatan ini adalah melaksanakn kerjasama dengan kader kesehatan untuk melakukan pembinaan, bimbingan dan pemantauan kepada lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM
Pengaruh Stategi Ula terhadap Tingkat Tekanan Darah pada Hipertensi Lansia Siti Nur Aisah; Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Achmad Solechan
Nursing Care Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Nursing Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/ncj.v4i1.723

Abstract

Elderly is someone who has reached the age of 60 years and over. The elderly are a group that is included in the vulnerable category, as a vulnerable group. The elderly have the characteristics of various changes in all aspects of life which include physiological, psychological, social and spiritual changes. Hypertension is a chronic condition without symptoms in which the arterial blood pressure is very high. So prevention of further hypertension can be done by using the following strategy (measure blood pressure regularly, continue to take medication regularly and recommend drinking traditional herbs). This study aims to determine the effect of the ULA strategy on hypertension blood pressure levels in the elderly. This type of research uses a pre-experiment one group pre-post test design. The sampling technique used was accidental sampling with a total of 30 respondents. The statistical test used is Wilcoxson. From the results of this study, 25 respondents obtained ULA strategy data that routinely intervened, while the mean artery prausure (MAP) 2 respondents occupied stage 1, 7 respondents occupied stage 3 and 19 respondents occupied stage 4. The results of this study indicate that there is a significant influence between before and after being given the intervention with a p value: 0.000 (<0.005). Recommendations from the results of the study are that the ULA strategy can be used as an intervention to reduce blood pressure levels.