Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrome Dextra dengan Modalitas Ultrasound, TENS, Gliding Exercise dan Stretching: Case report Rahmi, Aulia; Totok Budi Santoso; Melur Belinda
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/e8vx9t27

Abstract

Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan kondisi yang disebabkan oleh penjepitan nervus medianus di area pergelangan tangan, mengakibatkan keluhan nyeri, kesemutan, dan gangguan motorik tangan. Gangguan ini kerap dijumpai pada individu yang melakukan aktivitas repetitif dalam waktu lama, seperti mengetik. Jumlah penderita CTS meningkat selama masa pandemi COVID-19, terutama akibat perubahan pola kerja menjadi work from home (WFH) yang menyebabkan intensitas penggunaan tangan meningkat. Tujuan: Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai efektivitas kombinasi modalitas fisioterapi, termasuk terapi ultrasound, stimulasi listrik saraf transkutan (TENS), latihan gliding, dan stretching dalam menangani gejala CTS tangan kanan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap seorang wanita berusia 42 tahun yang terdiagnosis CTS pada tangan kanan. Program terapi terdiri dari tiga sesi yang mencakup penggunaan US, TENS, latihan penguatan otot, gliding tendon, serta edukasi untuk mencegah aktivitas yang memperparah gejala. Evaluasi dilakukan terhadap tingkat nyeri (menggunakan NRS), kekuatan otot (MMT), rentang gerak sendi (ROM), dan fungsi tangan (WHDI). Hasil: Setelah tiga sesi terapi, ditemukan penurunan tingkat nyeri baik saat gerak maupun saat ditekan, serta peningkatan fungsi tangan berdasarkan skor WHDI. Meskipun belum terdapat perbaikan signifikan dalam kekuatan otot, terjadi perbaikan pada rentang gerak sendi yang mendekati normal. Kesimpulan: Terapi kombinasi yang terdiri dari modalitas US, TENS, stretching, gliding exercise, dan edukasi terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi tangan pada pasien CTS. Pendekatan ini dapat dijadikan salah satu pilihan intervensi konservatif dalam praktik fisioterapi.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrome Dextra dengan Modalitas Ultrasound, TENS, Gliding Exercise dan Stretching: Case report Rahmi, Aulia; Totok Budi Santoso; Melur Belinda
Media Physiotherapy Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (2025): Media Physiotherapy Journal of Science
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/e8vx9t27

Abstract

Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan kondisi yang disebabkan oleh penjepitan nervus medianus di area pergelangan tangan, mengakibatkan keluhan nyeri, kesemutan, dan gangguan motorik tangan. Gangguan ini kerap dijumpai pada individu yang melakukan aktivitas repetitif dalam waktu lama, seperti mengetik. Jumlah penderita CTS meningkat selama masa pandemi COVID-19, terutama akibat perubahan pola kerja menjadi work from home (WFH) yang menyebabkan intensitas penggunaan tangan meningkat. Tujuan: Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai efektivitas kombinasi modalitas fisioterapi, termasuk terapi ultrasound, stimulasi listrik saraf transkutan (TENS), latihan gliding, dan stretching dalam menangani gejala CTS tangan kanan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap seorang wanita berusia 42 tahun yang terdiagnosis CTS pada tangan kanan. Program terapi terdiri dari tiga sesi yang mencakup penggunaan US, TENS, latihan penguatan otot, gliding tendon, serta edukasi untuk mencegah aktivitas yang memperparah gejala. Evaluasi dilakukan terhadap tingkat nyeri (menggunakan NRS), kekuatan otot (MMT), rentang gerak sendi (ROM), dan fungsi tangan (WHDI). Hasil: Setelah tiga sesi terapi, ditemukan penurunan tingkat nyeri baik saat gerak maupun saat ditekan, serta peningkatan fungsi tangan berdasarkan skor WHDI. Meskipun belum terdapat perbaikan signifikan dalam kekuatan otot, terjadi perbaikan pada rentang gerak sendi yang mendekati normal. Kesimpulan: Terapi kombinasi yang terdiri dari modalitas US, TENS, stretching, gliding exercise, dan edukasi terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi tangan pada pasien CTS. Pendekatan ini dapat dijadikan salah satu pilihan intervensi konservatif dalam praktik fisioterapi.
Comparison of the Effectiveness of Elderly Gymnastics with Neuromuscular Tapping on Dynamic Balance and Spinal Flexibility in the Elderly Melur Belinda; Yuly Peristiowati; Siti Farida Noor Layla
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v13i2.1131

Abstract

The elderly experience changes in physiological function and body structure, including decreased muscle mass, and joint stiffness. These changes lead to a decrease in the functional balance of the body. This study aims to analyze the difference in the effect of elderly gymnastics and the combination of elderly gymnastics with neuromuscular taping on dynamic balance and flexibility of the elderly. The design of this study was a quasi-experiment with two groups: group 1 elderly gymnastics, while group 2 elderly gymnastics and neuromuscular taping. The study population was the elderly in Karanglo Indah Elderly Gymnastics Group Malang City aged 60-74 years.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG: CASE REPORT Putri, Cahya Kusuma; Wahyuni, Wahyuni; Melur Belinda
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7488

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kondisi medis umum yang tetap menjadi salah satu bentuk kompresi saraf median yang paling sering dilaporkan. CTS terjadi ketika saraf median terjepit atau tertekan saat berjalan melalui pergelangan tangan. Saraf medianus memiliki risiko besar terhadap penekanan pada cidera telapak tangan serta pergelangan tangan,dinama saraf medianus dibatasi oleh os carpal dan ligamentum carpal transversal sehingga meninbulkan beberapa gejala.Sindrom ini memiliki gejalan nyeri pada tangan, mati rasa,kesemutan,keterbatsan gerak lingkup gerak sendi dan penurunan kekuatan otot (Sitompul,2017). Patofisiologis mengenai kasus CTS ini adalah disebabkan adanya redistribusi cairan ekstremitas atas ketika posisi supinasi sehingga mengakibatkan kurangnya mekanisme pompa otot yang mungkin berkontribusi pada drainase cairan interstitial terowongan karpal (Utomo et al., 2020).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari pemberian intervensi fisioterapi berupa Ultra Sound (US),Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS),Passive Active Exercise,dan Resited Active Exercise untuk mengurangi tingkat nyeri,peningkatan LGS,dan peningkatan kekuatan otot. Metode: studi case report yang dilaksanakan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, pada pasien Ny. K, penelitian ini dilaksanakan secara langsung kepada pasien dengan terapi 2 kali seminggu. Kesimpulan: Program fisioterapi pada kasus CTS mampu mengurangi tingkat nyeri, peningkatan LGS, dan menambah kekuatan otot
MANEJEMEN FISIOTERAPI PADA PENANGANAN THORACIC OUTLET SYNDROME (TOS) DENGAN MANUAL TERAPI: CASE REPORT Nabila, Aulia Safa’; Adnan Faris Naufal; Melur Belinda
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7494

Abstract

Thoracic outlet syndrome (TOS) is the compression of nerves and blood vessels in one area around the thorax. TOS is a complex group of symptoms including nerve disorders in the upper extremities, arterial disorders, and venous disorders. The prevalence of TOS according to the classification of 3 types: neurogenic TOS cases get 95-99%, venous TOS 3-5% and arterial TOS 1-2%. Other factors causing TOS include neck and shoulder trauma, postural problems, work-related injuries, and repetitive overhead activities. Purpose: In this study to determine the effect of physiotherapy interventions, namely manual therapy in the form of scapula mobiliation, scaleni stretching, and sternoclavicular mobilization. Methods: This study was conducted directly on 1 respondent with TOS patients for 3 therapy sessions. Result: After 3 therapy sessions, there was a decrease in pain, increased ROM, and improved functional abilities. Conclusion: There is an effect of physiotherapy management in the form of manual therapy on reducing pain, increasing ROM, and improving functional abilities.