Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN LESTARI

JARAK SEBARAN AKAR LAKA (Dalbergia parviflora Roxb) DARI TEPI SUNGAI YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT DESA ULAK MEDANG KABUPATEN KETAPANG M, Iskandar A; Fariska, Rahmanisa Rizki; Munadian, Munadian
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i1.78792

Abstract

Akar Laka (Dalbergia parviflora, Roxb.) is a Non-Timber Forest Product (NTFP) that can be processed into various kinds of accessories and medicinal products, and can be used in worship activities.     Akar Laka is a type of liana that can be found in riverbank areas, which can support the community's economy through its utilisation activities.   This study aims to determine the distribution distance of Akar Laka from the riverbank starting from the first point of Akar Laka found and how far Akar Laka can still be found, and obtain information related to the harvesting technique carried out by the Ulak Medang Village Community, Ketapang Regency. The research method used was a survey method with data collecting technique consisting of interviews and observations, as well as measuring the distribution distance of Akar Laka in the field. The results showed that Akar Laka can be found at a distance of 150 metres to 250 metres from the banks of the Pawan River, with an altitude in the location ranging from 18 to 24 metres above sea level, with the harvesting technique applied by the Ulak Medang Village Community is by picking up dead Akar Laka parts that can be found in the ground, using traditional tools called Benas. The results of this study can be used as one of the data completeness for the initial mapping of the existence of Akar Laka in West Kalimantan, and can be the basis for determining regulations related to the sustainability of Akar Laka in the future.Keywords: Akar Laka (Dalbergia parviflora, Roxb.), Harvesting distribution,  Harvesting technique.AbstrakAkar Laka (Dalbergia parviflora, Roxb.) merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk aksesoris, dan obat-obatan, serta dapat digunakan dalam kegiatan peribadatan.     Akar Laka ialah sejenis liana yang dapat ditemui di area pinggiran sungai, yang dapat menunjang perekonomian masyarakat melalui pemanfaatannya.   Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak sebaran Akar Laka dari tepi sungai mulai dari titik pertama Akar Laka   ditemukan dan seberapa jauh Akar Laka masih dapat ditemukan, serta memperoleh informasi terkait teknik pemungutan yang dilakukan oleh Masyarakat Desa Ulak Medang, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari wawancara dan observasi, serta pengukuran jarak sebaran Akar Laka di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan Akar Laka dapat ditemukan pada jarak 150 meter sampai dengan 250 meter dari tepi Sungai Pawan dengan ketinggian pada lokasi berkisar 18 sampai 24 meter dari permukaan laut, teknik pemungutan yang diterapkan oleh Masyarakat Desa Ulak Medang adalah dengan memungut bagian Akar Laka yang sudah mati yang dapat ditemukan di dalam tanah, dengan menggunakan alat tradisional yang disebut Benas. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu kelengkapan data untuk pemetaan awal keberadaan Akar Laka di Kalimantan Barat, serta dapat menjadi landasan dalam penetapan peraturan terkait keberlangsungan Akar Laka dimasa mendatang. Kata Kunci: Akar Laka (Dalbergia parviflora, Roxb.), Sebaran pemungutan, Teknik  Pemungutan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN ORANGUTAN (Pongo pygmaeus) DESA PULAU KUMBANG KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA Zainal, Sofyan; Peri, Peri; Prayogo, Hari; Munadian, Munadian
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i4.67627

Abstract

Orangutans are the only great apes that live on the Asian continent, where in Indonesia only found on the islands of Sumatra and Kalimantan. Orangutans themselves are protected animals under national law, namely based on the Minister of Environment and Forestry Number 106 of 2018 concerning protected plant and animal species. The purpose of this study is to examine how public perceptions of the existence of orangutans and analyze the relationship between knowledge, cosmopolitan and counseling levels with community perceptions of the existence of orangutans (Pongo pygmaeus). This research was carried out in Pulau Kumbang Village using Purposive Sampling method by collecting data through interviews, observations, distribution of questionnaires and documentation. The results of this study show that public perception of the existence of orangutans (Pongo pygmaeus) Pulau Kumbang Village, Simpang Hilir District, North Kayong Regency is positive with each respondent's answer as many as 54 respondents (61.4%) Positive, 27 respondents (30.7%) neutral, and 7 respondents (8.0%) negative. There is a positive and significant relationship between the level of knowledge and cosmopolitan with public perception, there is a positive and insignificant relationship between the level of counseling and public perception. The need for cooperation from various institutions, both from government and non-government institutions as well as local communities to increase awareness of orangutans.Keyword: Orangutans, Public Perception, Pulau Kumbang Village.AbstrakOrangutan merupakan satu-satunya kera besar yang hidup di benua Asia, dimana di Indonesia hanya terdapat di pulau Sumatera dan Kalimantan. Orangutan sendiri merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap keberadaan orangutan dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, kosmopolitan dan penyuluhan dengan persepsi masyarakat terhadap keberadaan orangutan (Pongo pygmaeus). Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Kumbang dengan menggunakan metode Purposive Sampling dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap keberadaan orangutan (Pongo pygmaeus) Desa Pulau Kumbang Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara adalah positif dengan masing-masing jawaban responden sebanyak 54 responden (61,4%) Positif 27 responden (30,7%). %) netral, dan 7 responden (8,0%) negatif. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kosmopolitan dengan persepsi masyarakat, terdapat hubungan positif dan tidak signifikan antara tingkat penyuluhan dan persepsi masyarakat. Perlunya kerjasama dari berbagai institusi, baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah serta masyarakat lokal untuk meningkatkan kesadaran terhadap orangutan.Kata kunci: Desa Pulau Kumbang, Orang Utan, Persepsi Masyarakat.
PEMANFAATAN ROTAN SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN MASYARAKAT DUSUN SUNGAI HIJAU DESA TELUK KEBAU KECAMATAN NANGA MAHAP KABUPATEN SEKADAU (Utilization of rattan as a woven craft material the community of Sungai Hijau Hamlet Teluk Kebau Village Nanga Mahap District Sekadau Regency ) M, Iskandar A; Hendi, Hendi; Thamrin, Edy; Munadian, Munadian
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i3.50800

Abstract

Indonesian forests have abundant non-timber forest products. In Sungai Hijau Hamlet, rattan is potential biological wealth. Rattan is usually used by the community for woven crafts, rigging, and other purposes. This study aims to record the types of wicker produced by the community of Sungai Hijau Hamlet, Teluk Kebau Village, Nanga Mahap District, Sekadau Regency. The research methods are carried out through surveys and interviews. Data retrieval uses purposive sampling techniques to determine respondents. The results show that there are 7 types of rattan commonly used by the community of Sungai Hijau Hamlet: Korthalsia rigida Blume, Korthalsia echinometra Beccari, Calamus javensis Blume, Calamus caesius Blume, Calamus trachycoleus Beccari, Daemonorops geniculata (Griff) Mart, and Daemonorops angustifolia Mart. From 7 types of rattan, 9 are woven: atongk, penengkeingk, tikau lipat, impak, nayak, ogak, bakol, tengouk, and ontangk. All types of woven products are used as support in work activities and to meet daily needs.Keywords: Non-timber Forest Product, Rattan Utilization, Woven.AbstrakHutan Indonesia mempunyai hasil hutan bukan kayu yang cukup melimpah. Di Dusun Sungai Hijau rotan adalah potensi kekayaan hayati. Rotan biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai bahan kerajinan anyaman, tali-temali, dan untuk keperluan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis rotan dan mendeskripsikan jenis anyaman yang dihasilkan oleh masyarakat Dusun Sungai Hijau, Desa Teluk Kebau, Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau. Motode penelitian dilakukan dengan survei dan wawancara. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan responden. Hasilnya menunjukan bahwa ada 7 jenis rotan yang biasa digunakan oleh masyarakat Dusun Sungai Hijau yaitu: Korthalsia rigida Blume, Korthalsia echinometra Beccari, Calamus javensis Blume, Calamus caesius Blume, Calamus trachycoleus Beccari, Daemonorops Geniculata (Griff) Mart, dan Daemonorops angustifolia mart. Dari 7 jenis rotan menghasilkan 9 bentuk anyaman yaitu atongk, penengkeingk, tikau lipat, impak, nayak, ogak, bakol, tengouk, dan ontangk. Semua jenis produk anyaman digunakan sebagai penunjang dalam aktifitas bekerja dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Kata kunci: Hasil Hutan Bukan Kayu, Pemanfaatan Rotan,  Anyaman,
SIFAT FISIS DAN KEKERASAN PAPAN BLOK DARI BATANG KELAPA SAWIT DAN FINIR JENIS KAYU CEPAT TUMBUH Mangurai, Silvia Uthari Nuzaverra Mayang; Massijaya, Muh Yusram; Hadi, Yusuf Sudo; Hermawan, Dede; Abdillah, Imam Busyra; Munadian, Munadian
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i2.87749

Abstract

The oil palm trunk and fast-growing species was the potential as raw materials for blockboard. The quality of composite board can be reflected by the value of physical and mechanical properties that influenced by the characteristics of veneer, board core and type of adhesive and the method of manufacturing. The aim of this research was to produce block boards from oil palm trunk waste and sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen), manii (Maesopsis eminii Engl.), mangium (Acacia mangium Willd.) veneers as surface layers. The size of the blockboards was 35 x 35 x 2.4 cm3. The adhesives used were phenol formaldehyde (PF) and urea formaldehyde (UF) with glue spread of 200 g ·m-2. The blockboards were made with a pressure of 15 kg ·cm-2 for 10 minutes at 130 oC for PF and 110 oC for UF. The physical and mechanical properties of the boards were tested based on SNI 01-7201, JAS 232 2003 and JIS A 5908-2003 standard. The research results show that the wood veneer species and adhesive types can improved the physical properties and hardness of block board with oil palm trunk core. Moisture content value of the boards had less than 10% and the thickness sweeling had less than 12%. Thickness swelling and delamination were influenced by adhesive types. Block board with PF adhesive have a lower delamination value than bloc board with UF adhesive so it can be used for exterior purposes. The hardness value blockboard fulfil BS standard and recommended for flooring applications.Keywords: adhesives types, blockboard, fast-growing species, oil palm trunk, physical properties and hardnessAbstrakLimbah batang kelapa sawit dan jenis kayu cepat tumbuh mempunyai potensi sebagai bahan baku papan blok. Kualitas papan komposit dapat terlihat dari sifat fisis dan mekanis yang dipengaruhi oleh karakteristik finir, bagian inti papan, jenis perekat, dan metode pembuatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sifat fisis dan kekerasan papan blok dari limbah batang kelapa sawit dan sengon, manii, dan mangium finir sebagai lapisan permukaan. Papan blok berukuran 35 x 35 x 2,4 cm3. Perekat yang digunakan adalah fenol formaldehida (PF) dan urea formaldehida (UF) dengan berat labur sebesar 200 g ·m-2. Papan blok dibuar dengan tekanan 15 kg ·cm-2 selama 10 minutes pada suhu 130 oC untuk perekat PF and 110 oC untuk perekat UF. Sifat fisis dan kekerasan diuji berdasarkan standar SNI 01-7201, JAS 232 2003, dan JIS A 5908-2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kayu dan jenis perekat dapat membantu meningkatkan sifat fisis dan kekerasan papan blok dengan inti batang kelapa sawit. Nilai kadar air papan blok dibawah 10% dan pengembangan tebal dibawah 12%. Papan blok dengan perekat PF mempunyai nilai delaminasi lebih kecil dibandingkan papan blok dengan perekat UF dan dapat digunakan sebagai keperluan eksterior. Nilai kekerasan papan blok BKS telah memenuhi Standar British yang direkomendasikan untuk aplikasi lantai.Kata kunci: batang kelapa sawit, jenis kayu cepat tumbuh, jenis perekat, papan blok, sifat fisis dan kekerasan