Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN TOOL WASTE TYPE WEIGHT ASSESSMENT MENGGUNAKAN MAKING TRIAL AND EVALUATION LABORATORY (DEMATEL) UNTUK MENDUKUNG KONSEP LEAN ASSESSMENT MATRIX Fasa, S.T., M.T., Nadia; Handayani, Dwi; Angrayni, Septi Ayu
BAROMETER Vol 8 No 2 (2023): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v8i2.11151

Abstract

One tool that can help eliminate waste is the lean assessment matrix (LAM). LAM is used to reduce waste by calculating the weight of the relationship between waste to obtain waste priorities. Waste prioritization considers assessment of severity, occurrence, interrelationships between waste and impact value. In the previous assessment matrix, calculating the weight of waste relationship values used the Waste Relationship Matrix (WRM) method, but the drawback of this tool was that the number of questions used was too many and the value conversion did not have a standard so it did not make it easy for respondents or human experts to measure the relationship between waste. So, in this research, Waste Assessment Waste Type Weight was developed by integrating the Decision Making Trial And Evaluation. Laboratory (DEMATEL) into LAM. Implementation of the Lean Assessment Matrix modification in the case study resulted in a priority rank of waste, namely Defect waste (W3, W2, W4) and Overprocessing waste (W16 and W15). The results of the LAM tool modifications carried out can help companies determine critical waste more easily and in line with company strategy.
Rancang Bangun Alat Pencacah Rumput dan Ranting untuk Menunjang Kegiatan Kelompok Tani Madani Sejahtera Desa Pambang Baru Kecamatan Bantan Angrayni, Septi Ayu
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/4jfzhx75

Abstract

Rumput dan ranting merupakan pakan yang menjadi makanan pokok bagi ternak untuk bertahan hidup, berproduksi dan berkembang biak. Pemanenan rumput dalam jumlah banyak tentu membutuhkan waktu yang lama, tenaga yang ekstra dan akan melelahkan para peternak dalam proses pencacahnya. Kelompok tani Madani Sejahtera yang bergerak di bidang pertenakan masih melakukan proses pencacahan rumput dan ranting secara manual, yaitu memotong rumput menggunakan pisau, parang, arit, atau benda tajam lainnya. Untuk meningkat produktivitas, kelompok tani ini membutuhkan sebuah alat Teknologi Tepat Guna yaitu mesin pecacah rumput  dan ranting.  Mesin pencacah ini  menggunakan rangka yang kuat, pisau yang tajam, ergonomis, dan aman digunakan sehingga efektif dan efisien dalam mencacah pakan ternak.
Peningkatan Kapasitas Pemasaran UMKM Melalui Media Promosi Berbasis Augmented Reality (AR): Pengabdian Rahmi, Elvi; Rambe, Armita Novriana; Angrayni, Septi Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3940

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran dan pengelolaan keuangan UMKM melalui penerapan teknologi Augmented Reality (AR) dan pelatihan literasi keuangan. Mitra kegiatan adalah BUMDes Kuala Alam, sebuah Badan Usaha Milik Desa yang berada di Desa Kuala Alam, Kecamatan Bengkalis, Riau, yang berfungsi untuk mendongkrak perekonomian desa melalui berbagai usaha, seperti produksi olahan ikan, penanaman nanas, dan pengelolaan sumber daya lokal.Kegiatan dilaksanakan dalam lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan strategi keberlanjutan. Teknologi AR diterapkan dalam bentuk label interaktif berbasis WebAR yang menampilkan video promosi dan narasi produk. Hasil observasi menunjukkan bahwa mitra mampu mengadopsi teknologi secara bertahap, dengan respon positif terhadap peningkatan daya tarik kemasan dan promosi digital. Dalam aspek keuangan, pelatihan dilakukan untuk memperkuat pemahaman mitra terhadap pencatatan usaha, analisis HPP, dan perhitungan keuntungan. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 71,2 menjadi 90,4. Peningkatan ini mengindikasikan keberhasilan pendekatan praktik langsung dalam membangun literasi keuangan UMKM. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi promosi berbasis AR dan penguatan kapasitas keuangan dapat mendorong transformasi digital dan kemandirian usaha di tingkat desa.