Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN PROFETIK DALAM TRADISI SEDEKAH SUKA-RELA PADA RITUS KEMATIAN MASYARAKAT DUSUN NUGUK KABUPATEN MELAWI KALIMANTAN BARAT Parwanto, Wendi; Antika, Yuliana; Lika, Lika
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 5 No. 1 (2024): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v5i1.292

Abstract

Abstract This study is motivated by the lack of studies on the death tradition in the Nuguk Hamlet community, Melawi Regency, West Kalimantan. Therefore, researchers will conduct further studies. This research focuses on the values of humanization, liberation, and transcendence in the tradition of voluntary almsgiving in the Nuguk hamlet community. The type of this research is field research with a case study model, namely a case study of Nuguk hamlet, Melawi district, West Kalimantan. They use descriptive analysis methods and map prophetic educational values ​​introduced by Kuntowojoyo, focusing on three main aspects: humanization, liberation, and transcendence. The object studied is voluntary alms in the death rites of the people of Nuguk Hamlet, Melawi Regency. The conclusion of this article explains that First, the humanization aspect is that the habit of voluntary almsgiving in the death rites of the Nuguk hamlet community is a form of concern between fellow communities so that it can strengthen the community's ties of togetherness and friendship. Second, in the aspect of liberation, voluntary alms assistance in death rites can at least minimize negative things in society, such as social jealousy, envy, and other harmful things. Third, the aspect of transcendence, in the normative-theological claim of religion, is that all worship performed sincerely will receive rewards from God. Likewise, in the habit of voluntary charity, there is hope of receiving a reward from Allah for the good things done. Abstrak Studi ini dilatarbelakangi minimnya kajian tentang tradisi kematian pada masyarakat Dusun Nuguk kabupaten Melawi Kalimantan Barat, apalagi dikaitkan dengan pendekatan-pendekatan tertentu. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan studi lebih jauh. Fokus penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai humanisasi, liberasi dan transendensi dalam tradisi Sedekah Suka-Rela pada masyarakat dusun Nuguk. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan model studi kasus, yakni studi kasus dusun Nuguk kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Menggunakan metode deskriptif analisis, serta menggunakan pemetaan nilai-nilai pendidikan profetik yang digagas oleh Kuntowojoyo, yakni fokus pada tiga aspek utama: humanisasi, liberasi dan transendensi. Objek yang dikaji adalah sedekah suka-rela dalam ritus kematian masyarakat Dusun Nuguk, Kabupaten Melawi. Kesimpulan artikel ini menjelaskan bahwa: Pertama, aspek humanisasi bahwa kebiasaan sedekah suka-rela dalam ritus kematian masyarakat dusun Nuguk merupakan bentuk kepedulian antar sesama masyarakat, sehingga dapat mempererat jalinan kebersamaan dan silaturahmi warga. Kedua, aspek liberasi, bantuan sedekah suka-rela dalam ritus kematian setidaknya dapat meminimalisasi hal-hal negatif di kalangan masyarakat, misalnya kecemburuan sosial, sifat iri, dengki dan hal negatif lainnya. Ketiga, aspek transendensi, dalam klaim normatif-teologis agama, bahwa semua ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan ganjaran pahala dari Tuhan. Demikian juga pada kebiasaan sedekah suka-rela, bahwa ada harapan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah atas kebaikan yang dilakukan tersebut.
POTRET TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN (TPQ) DUSUN PANDA, DESA LEMBANG SANGGAU LEDO, BENGKAYANG Parwanto, Wendi; Antika, Yuliana; Parayogi, Osman; Wahyuni, Desi
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 5 No. 2 (2024): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/070wcg56

Abstract

Abstract Studies on Al-Qur'an Education (TPQ) in rural areas still need to be carried out, especially in areas that are quite far from the city center, including Panda Hamlet, Bengkayang District, West Kalimantan. This research is a field study which aims firstly to describe the demographic and religious characteristics of Panda hamlet, and secondly to describe the practice of Al-Quran learning at TPQ Darul Ilmi Panda Hamlet, Lembang Village, Sanggau Ledo Sub-district, Bengkayang District, West Kalimantan. Data was collected through observation, interviews and document review. The conclusion of this study is firstly, demographically, the population is diverse in terms of ethnicity and religion but lives in peace and harmony. All residents can carry out religious rituals and practices in peace. Secondly, Al-Quran learning at TPQ Darul Ilmi has been carried out well. Learning uses a combination of traditional and modern methods such as the sorogan method but has been combined with modern models such as the Iqro method. In addition, TPQ Darul Ilmi already has a clear curriculum and effective administration, for example the use of guidebooks which contain reading provisions and restrictions, class levels, attendance list and so on. This creation and innovation is quite appreciative.  Abstrak Studi tentang Taman Pendidikan Al-Qur`an (TPQ) di daerah pedesaan masih perlu dilakukan, terlebih lagi daerah-daerah yang cukup jauh dari pusat kota, termasuk di Dusun Panda, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian ini adalah sebuah studi lapangan (field research) yang bertujuan pertama untuk mendeskripsikan karakter demografis dan keagamaan Dusun Panda dan kedua untuk mendeskripsikan praktek Pembelajaran Al-Quran di TPQ Darul Ilmi Dusun Panda, Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan kaji dokumen. Kesimpulan dari studi ini adalah pertama, secara demografis penduduk beragam dari segi suku dan agama namun hidup rukun dan harmonis. Semua penduduk dapat melaksanakan ritual dan praktek keagamaan dengan damai. Kedua, pembelajaran Al-Qur'an di TPQ Darul Ilmi sudah terlaksanana dengan baik. Pembelajaran menggunakan gabungan metode tradisional dan modern seperti metode sorogan namun sudah dikombinasikan dengan model modern seperti metode Iqro. Selain itu, sudah memiliki kurikulum yang jelas dan administrasi yang efektif misalnya menggunakan buku panduan yang berisi ketentuan dan batasan-batasan bacaan, tingkatan kelas, absensi dan sebagainya, kreasi dan inovasi ini cukup apresiatif.
KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA: STUDI ATAS KEBERADAAN, PELUANG DAN TANTANGAN SERTA TAWARAN KEBIJAKAN KE DEPAN Parwanto, Wendi; Parayogi, Osman; Antika, Yuliana
Journal of Religious Policy Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : The Ministry of Religious Affairs, The Republic of  Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/repo.v4i1.90

Abstract

Studi tentang kebijakan moderasi beragama telah dilakukan oleh para peneliti. Terutama berkaitan dengan program-program moderasi beragama yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI. Namun, saat ini, kajian tentang keberadaan, peluang dan tantangan serta tawaran kebijakan masa mendatang masih belum banyak dilakukan. Maka perlu studi lebih lanjut. Jenis kajian ini adalah studi kepustakaan dengan metode deskriptif analisis. Kesimpulan dari studi ini menjelaskan bahawa: Pertama, keberadaan konsep moderasi beragama di Indonesia tidak terlepas dari lembaga-lembaga yang, termasuk Kementerian Agama. Konsep ini akan terus berevoasi dengan berbagai alemen di dalamnya, termasuk lembaga, program dan tokoh-tokoh. Kedua, peluang implementasi kebijakan moderasi beragama secara garis besar bisa dilakukan dengan 1) Program-program inovatif dan 2) kolaborasi antar lembaga. Ketiga, tantangan implementasi kebijakan moderasi beragama di Indonesia adalah kontra dari para kaum atau kelompok konservatif yang berpikir rigit dan menganggap konsep moderasi bisa mengancam keyakinan mereka. Keempat, dampak keberadaan moderasi beragama di Indonesia ada dua, yakni: 1) Lokal dan nasional dan 2) individual dan komunal. Kelima, opsi kebijakan untuk memperkuat konsep moderasi beragama di Indonesia bisa dilakukan dengan cara: 1) Menguatkan dan menginovasi melalui jalur pendidikan, amisalnya dengan re-desaign kurikulum atau menerapkan pembelajaran moral agama yang kontekstual, khususnya bagi sekolah atau perguruan tinggi di bawah administratif Kementerian Agama; 2) Kolaborasi antar lembaga pemerintah pusat, daerah dan organisasi lainnya; dan 3) dukungan regulasi.