Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Perbandingan Kompetensi Profesional Guru Indonesia dan Thailand Mighfar, Shokhibul; Dilfam Aldisya Ervani; Nazilatul Faizah; Anavee Khoona; Ainun Nisa
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol 2 No 4 (2024): November : Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v2i4.3251

Abstract

The quality of education is very dependent on the professional competence of teachers. This study aims to compare professional competence between teachers in Indonesia and Thailand. This research uses a qualitative approach, emphasizing comparative descriptive research. Data were collected through in-depth interviews with 6 teachers (3 from Indonesia and 3 from Thailand) representing various levels of education. Data analysis was carried out using comparative analysis. The results showed significant differences in professional competence between the two countries. Teachers in Indonesia tend to focus on mastering subject matter and implementing the national curriculum, while teachers in Thailand place more emphasis on developing interpersonal skills, classroom management skills, and the use of technology in learning. Factors that influence these differences include different education systems, educational policies, and the culture and social values of society. This research provides valuable insights for education stakeholders in both countries in designing policies and teacher training programs that meet the demands of the times. In addition, this research also contributes to further understanding of the comparison of education systems and teaching practices between Indonesia and Thailand.
Word Warrior Game sebagai Media Pembelajaran Berbasis Game untuk Peningkatan Vocabulary Bahasa Inggris Pada Pelajar SD di Kartasura Shokhibul Mighfar; Dilfam Aldisya Ervani; Nisa, Ainun; Muhammad Khalif Umar; Rahmad Nanda Viky Susanto
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.2021

Abstract

Penggunaan teknologi di kalangan pelajar memang memiliki dampak positif dan negatif. Namun, seringnya penggunaan gadget yang berlebihan pada pelajar, cenderung mengganggu konsentrasi dalam pembelajaran dan menimbulkan penurunan produktivitas. Oleh sebab itu, peneliti membuat sebuah inovasi baru berupa Word Warrior Game. Adapun tujuan penelitian adalah Untuk menentukan apakah word warrior game dapat efektif dalam meningkatkan Vocabulary bahasa Inggris pada pelajar SD di Kartasura. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kartasura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang didukung oleh data-data kuantitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari tempat/peristiwa, informan, dan dokumen, serta data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling, karena peneliti memilih sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Sampel pada penelitian ini terdiri dari tiga kelompok pelajar SD di kecamatan Kartasura berdasarkan data UPTD Pendidikan dan Kebudayaan di kecamatan Kartasura serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, yang meliputi high, middle, dan low. Model interaktif digunakan untuk teknik analisis data pada penelitian ini. Triangulasi data digunakan untuk teknik pemeriksaan keabsahan data. Hipotesis penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dengan Word Warrior Game mengalami peningkatan yang signifikan dalam Vocabulary Bahasa Inggris dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Permainan yang menantang dan mendidik seperti Word Warrior Game, diharapkan pelajar dapat secara langsung meningkatkan Vocabulary dalam pembelajaran Bahasa Inggris..
Studi Perbandingan Kompetensi Profesional Guru Indonesia dan Thailand Mighfar, Shokhibul; Dilfam Aldisya Ervani; Nazilatul Faizah; Anavee Khoona; Ainun Nisa
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v2i4.3251

Abstract

The quality of education is very dependent on the professional competence of teachers. This study aims to compare professional competence between teachers in Indonesia and Thailand. This research uses a qualitative approach, emphasizing comparative descriptive research. Data were collected through in-depth interviews with 6 teachers (3 from Indonesia and 3 from Thailand) representing various levels of education. Data analysis was carried out using comparative analysis. The results showed significant differences in professional competence between the two countries. Teachers in Indonesia tend to focus on mastering subject matter and implementing the national curriculum, while teachers in Thailand place more emphasis on developing interpersonal skills, classroom management skills, and the use of technology in learning. Factors that influence these differences include different education systems, educational policies, and the culture and social values of society. This research provides valuable insights for education stakeholders in both countries in designing policies and teacher training programs that meet the demands of the times. In addition, this research also contributes to further understanding of the comparison of education systems and teaching practices between Indonesia and Thailand.
Pemanfaatan Chat GPT Sebagai Tutor Percakapan Virtual Untuk Penguatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Di Era Digital Fina Ochtavia; Oktavia Wulan Ramadhani; Dilfam Aldisya Ervani
Vol. 3 No. 1 (2025): Proceeding of International Conference on Cultures & Languages 2025 999-1011
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berbicara bahasa Inggris menjadi kompetensi inti yang menentukan daya saing mahasiswa di era global. Namun, fakta menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal, dengan skor EF English Proficiency Index 2024 sebesar 468–473 dan berada di posisi 80 dari 116 negara, masuk kategori Low Proficiency. Rendahnya keterampilan berbicara ini dipicu oleh minimnya akses terhadap lingkungan praktik bahasa yang autentik, keterbatasan interaksi dengan penutur asli, dan metode pembelajaran yang masih berpusat pada teori, bukan komunikasi nyata. Kondisi ini menimbulkan urgensi bagi dunia pendidikan untuk segera mengadopsi solusi inovatif yang efektif, cepat, dan adaptif. ChatGPT hadir sebagai terobosan tutor percakapan virtual berbasis kecerdasan buatan yang mampu memberikan latihan real time, umpan balik instan, dan simulasi komunikasi global tanpa batas ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas ChatGPT dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris mahasiswa di era digital melalui desain eksperimen semu (pre-test dan post-test) pada dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan ChatGPT dan kelompok kontrol dengan metode konvensional. Analisis data menggunakan uji-t untuk mengukur perbedaan signifikan antar kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT sebagai tutor percakapan virtual terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran bahasa, mempercepat peningkatan kompetensi komunikasi mahasiswa, dan mempersiapkan generasi muda untuk bersaing di panggung internasional, dengan nilai uji-t 0,95 yang termasuk kategori efek besar.
REVITALISASI BAHASA DAERAH DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS PENGGUNAAN BAHASA JAWA DALAM INTERAKSI KOMUNIKATIF PADA GRUP WHATSAP KARAWITAN UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA Dilfam Aldisya Ervani; Riska Harist Hammami; Ragil Nur Safitri
Vol. 3 No. 2 (2025): Special Issue: Cultural Resilience and Digital Literacy for a Diverse Society 614-643
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Javanese, as one of the largest regional languages in Indonesia, faces the challenge of declining usage, especially among the younger generation due to the influence of globalization and the dominance of national and foreign languages in digital communication. This research aims to sociolinguistically examine WhatsApp group conversations using Janet Holmes’ theory. Furthermore, this research also examines the use of WhatsApp as a digital communication tool for gamelan (karawitan) from McQuail’s perspective. It also examines in-depth efforts to preserve (revitalize) Javanese amidst the rapid influx of foreign languages and slang using the Grenoble and Whaley approach. Using communication ethnography and digital discourse analysis, this descriptive qualitative research collected data through conversation documentation and participant observation of community members. The results show that Javanese remains dominant in the community’s daily qq0communication, functioning not only as a communication tool but also as a medium for preserving culture and identity. The use of digital humor, stickers, and adaptation of vocabulary meanings enrich the dynamics of community interactions across generations and linguistic diversity. Private media such as WhatsApp has proven effective in supporting the sustainability of regional languages through intense and authentic communication. This study concludes that the use of private digital media such as WhatsApp can be an innovative strategy in revitalizing the Javanese language and preserving cultural values in the digital era.