Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGGUNAAN BAHASA PROPAGANDA BERDIMENSI POLITIK PADA SITUS BERITA ONLINE DETIKCOM Hendaryan, Hendaryan; Afifah, Devia; Hidayat, Taufik
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2024): JURNAL LITERASI APRIL 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i1.13831

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami bagaimana media online, termasuk situs berita, dapat digunakan sebagai alat komunikasi politik yang efektif untuk mempengaruhi persepsi dan opini publik. Detikcom, sebagai salah satu situs berita terkemuka di Indonesia, memiliki pengaruh yang luas dan mencakup berbagai topik politik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penggunaan bahasa propaganda berdimensi politik pada situs berita online Detikcom. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik studi pustaka, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Keberadaan bahasa propaganda dalam konten berita dapat memengaruhi cara pembaca memahami dan menafsirkan informasi yang diberikan. Bahasa propaganda diimplementasikan menggunakan 7 teknik propaganda yaitu name calling, glittering generalities, transfer, testimonials, plain folks, dan bandwagon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat teknik propaganda yang muncul dalam tuturan-tuturan yang ditemukan, diantaranya yaitu (1) Teknik propaganda name calling diperoleh 3 buah tuturan dengan presentase 10,71%, (2) Teknik propaganda glittering generalities diperoleh 2 buah tuturan dengan presentase 7,14% (3) Teknik propaganda transfer diperoleh 3 buah tuturan dengan presentase 10,71%, (4) Teknik propaganda testimonials diperoleh 4 buah tuturan dengan presentase 14,28%, (5) Teknik propaganda plain folks diperoleh 5 buah tuturan dengan presentase 17,85%, (6) Teknik propaganda card stacking diperoleh 5 buah tuturan dengan presentase 17,85%, (7) Teknik propaganda bandwagon diperoleh 7 buah tuturan dengan presentase 21,42%. Karakteristik bahasa propaganda yang muncul terlihat dari total frekuensi tertinggi ada pada teknik bandwagon dengan jumlah presentase 21,42%.
CAMPUR KODE DALAM TURURAN PEMANDU ACARA PADA ACARA AKAD PERNIKAHAN (Upaya Mendapatkan Alternatif Bahan Ajar) Millah, Asep Saepul; Hendaryan, Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i1.15959

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi kehidupan manusia dalam berinteraksi. Campur Kode adalah suatu keadaan bahasa dimana orang mencampurkan dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak tutur. Nababan (1984:32).Acara pernikahan sangat kental  dengan budaya yang dianut oleh masyarakat, memiliki nilai-nilai budaya yang didalamnya  terdapat nilai-nilai santun dalam berbahasa sehingga campur kode merupakah hal yang tidak bisa dirlakkan.
Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar Instagram Bahlil Lahadalia (Alternatif Model Bahan Ajar Teks Debat) Mulyadi, Hendi; Hendaryan, Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19216

Abstract

Penelitian ini berjudul Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar Instagram Bahlil Lahadalia (Alternatif Model Bahan Ajar Teks Debat). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ciri-ciri ujaran kebencian yang muncul dalam kolom komentar akun Instagram Bahlil Lahadalia, serta merancang model alternatif bahan ajar teks debat berdasarkan hasil temuan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, menyimak, dokumentasi, analisis, dan mencatat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 54 data yang tergolong sebagai ujaran kebencian, yang dikelompokkan ke dalam tujuh kategori karakteristik ujaran kebencian, yaitu: penghinaan (13 data), pencemaran nama baik (6 data), penistaan (6 data), perbuatan tidak menyenangkan (8 data), memprovokasi (3 data), menghasut (10 data), dan penyebaran berita bohong (8 data). Dari ketujuh kategori tersebut, bentuk ujaran kebencian yang paling dominan adalah penghinaan. Temuan ini kemudian akan dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan model bahan ajar teks debat. Pada kegiatan debat, penting bagi peserta didik untuk memperhatikan etika berbahasa, seperti menjaga kesopanan dan menghormati lawan bicara serta audiens, guna menciptakan suasana diskusi yang sehat dan produktif. Penerapan kesantunan berbahasa juga menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya ujaran kebencian dalam forum debat. Bahan ajar yang dikembangkan ini dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Fase E kelas X SMA/SMK, mengingat peserta didik pada tingkat ini telah memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitarnya.
Kesantunan Berbahasa Dalam Kolom Komentar Instagram dr.Richard Lee, MARS., AAAM. Nuraisah, Nuraisah; Hendaryan, Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19142

Abstract

Abstrak: Nuraisah, 2108210011. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesantunan berbahasa dalam kolom komentar Instagram milik dr. Richard Lee, MARS., AAAM., serta mengeksplorasi potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar teks debat. Komentar-komentar yang diteliti umumnya muncul sebagai respons terhadap isu mengenai produk DNA salmon yang sempat dituduh palsu, sehingga menimbulkan berbagai reaksi dari warganet. Reaksi tersebut mencerminkan adanya penggunaan bahasa yang tidak sepenuhnya santun, dan justru lebih banyak mengandung pelanggaran kesantunan dibandingkan pematuhaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Analisis difokuskan pada identifikasi bentuk-bentuk pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa berdasarkan teori maksim kesantunan oleh Leech (1983), yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam maksim tersebut muncul dalam kolom komentar, namun pelanggaran maksim kerendahan hati tidak ditemukan. Sementara itu, seluruh maksim juga ditemukan dalam bentuk pematuhan. Berdasarkan hasil analisis, kolom komentar Instagram dr. Richard Lee, MARS., AAAM. memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran teks debat. Pemanfaatan ini dinilai relevan karena menyajikan data otentik dan kontekstual yang sesuai dengan dinamika komunikasi di media sosial serta mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan menganalisis bentuk kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa dalam situasi nyata.Kata Kunci: Kesantunan, Bahasa, Maksim, Teks Debat.
Sendi Gaya Bahasa dalam Konten Youtube untuk Meningkatkan Daya Tarik dan Efek Finansial Krismayanty, Wiwit Krismayanty; Hendaryan, Hendaryan; Herdiana, Herdiana
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sendi gaya bahasa dalam konten YouTube yang digunakan untuk menarik perhatian audiens dan memberikan dampak finansial. Fokus kajian mencakup sendi gaya bahasa kejujuran, sopan-santun, dan menarik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa 15 konten YouTube. Teknik pengumpulan data mencakup studi pustaka, pencatatan, dokumentasi, dan analisis. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konten memanfaatkan sendi gaya bahasa yang tidak sepenuhnya mencerminkan nilai kejujuran dan kesantunan. Judul dan keluku (thumbnail) umumnya bersifat hiperbolis, provokatif, dan menyesatkan, sehingga tidak sesuai dengan isi video secara keseluruhan. Teknik umpan klik (clickbait) yang dominan digunakan adalah tipe exaggeration, inflammatory, dan teasing. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah penayangan dan keterlibatan audiens, serta memberikan keuntungan finansial bagi creator namun, penggunaan sendi gaya bahasa yang manipulatif berpotensi menurunkan kepercayaan publik dalam jangka panjang. Penelitian ini menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan sendi gaya bahasa untuk menjaga integritas dan kredibilitas konten digital.
Pembelajaran Menulis Teks Berita Berbasis Media Interaktif Pada Siswa Kelas XI MAN 3 Cijantung Ciamis Aisyah, Alia Latifatul; Hendaryan, Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19230

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Menulis Teks Berita Berbasis Media Interaktif Pada Siswa Kelas XI MAN 3 Cijantung Ciamis”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) perencanaan pembelajaran menulis teks berita berbasis media interaktif, 2) pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita berbasis media interaktif, dan 3) peningkatan kemampuan menulis teks berita siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis teks berita menggunakan media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas XI yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui test awal (pre-test), dan test akhir (post-test), dan observasi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan pembelajaran menulis teks berita telah disusun sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, dengan memanfaatkan media interaktif untuk menunjang proses pembelajaran, 2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui enam tahap utama, yaitu: merumuskan pertanyaan mendasar, merancang produk, menyusun jadwal kegiatan, memantau aktivitas dan perkembangan siswa, mengevaluasi hasil, serta merefleksikan proses belajar, 3) terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa menulis teks berita setelah pembelajaran menggunakan media interaktif. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan Thitung (3,240) lebih besar daripada Ttabel (2,048), serta nilai signifikansi 0,076 > 0,05, yang mengindikasikan H0 ditolak. Dengan demikian, penggunaan media interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa di kelas XI. 
CAMPUR KODE DALAM FILM PREMAN PENSIUN KARYA ARIS NUGRAHA Gustriani, Detia; Hendaryan, Hendaryan; Andini, Siti
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis dan bentuk campur kode dalam Film Preman Pensiun karya Aris Nugraha serta mengeksplorasi potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar teks drama di tingkat pendidikan menengah Fase F kelas XI. Film ini dipilih karena menggambarkan realitas sosial masyarakat urban dengan dialog yang khas, mencerminkan fenomena sosiolinguistik seperti campur kode khususnya antara bahasa Indonesia, bahasa Sunda dan bahasa asing. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa campur kode dalam film meliputi campur kode intern (antar dialek/variasi dalam bahasa Indonesia) dan campur kode ekstern (perpaduan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing). Unsur campur kode ini memperkaya karakter tokoh dan memperkuat latar budaya dalam teks drama. Berdasarkan hasil temuan tersebut Film Preman Pensiun dapat dijadikan alternatif pengembangan bahan ajar teks drama yang tidak hanya mengacu pada kemampuan apresiasi sastra siswa tetapi juga membuka wawasan mereka terhadap keberagaman bahasa dan budaya lokal. Penggunaan film sebagai bahan ajar juga dapat meningkatkan motivasi belajar dan mendekatkan siswa pada konteks kehidupan yang nyata. 
PERTIKAIAN VERBAL DI DUNIA MAYA (FLAME WAR) DALAM FILM BUDI PEKERTI KARYA WREGAS BHANUTEJA Maolan, Sri Noor; Hendaryan, Hendaryan; Hidayatullah, Asep
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20187

Abstract

Fenomena pertikaian verbal di dunia maya atau flame war merupakan bentuk kekerasan digital yang semakin marak seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji representasi flame war dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja serta merefleksikan relevansinya dalam pendidikan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Fairclough, berdasarkan data dari adegan film yang merepresentasikan praktik flame war dan diperkuat oleh temuan-temuan dari studi sebelumnya. Dalam film, flame war dimanifestasikan melalui komentar kasar, klarifikasi yang dipelintir, keterlibatan publik yang masif, polarisasi opini, serta framing media yang menciptakan kekerasan simbolik. Konflik verbal tersebut menggambarkan lemahnya kontrol sosial di ruang digital dan bagaimana ruang daring menjadi arena penghakiman kolektif. Representasi tersebut mencerminkan realitas sosial yang kompleks dan dekat dengan kehidupan masyarakat digital masa kini. Film Budi Pekerti memperlihatkan potensi sinema sebagai media pembelajaran kontekstual dalam pendidikan bahasa Indonesia. Representasi flame war di dalamnya dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran etis, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan debat siswa dalam menghadapi tantangan komunikasi digital.
GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU "NONFIKSI" KARYA JUICY LUICY ALTERNATIF BAHAN AJAR PUISI Setiawan, Andrian; Hendaryan, Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20199

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gaya bahasa pada lirik Album ”Nonfiksi” karya Juicy Luicy sebagai alternatif  bahan ajar teks puisi. Siswa dalam praktik pembelajaran puisi di sekolah, sering kali ditemui kenyataan bahwa  merasa kurang terhubung dengan materi yang diajarkan, ini disebabkan oleh kurangnya bahan ajar yang relevan dengan kehidupan dan minat mereka. Perlu adanya pengembangan bahan ajar yang relevan, salah satunya dengan memanfaatkan lirik lagu populer yang kaya akan gaya bahasa. Album ”Nonfiksi” karya Juicy Luicy sebagai alternatif pengembangan bahan ajar teks puisi. Album ini sangat popular tidak hanya sukses secara digital, tetapi juga mendapatkan pengakuan di industri musik dengan bebagai penghargaan salah satunya masuk dua nominasi di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI), Grup Pop Terbaik dan Album Pop Terbaik, dengan pencapaian lebih dari 1 miliar dari berbagai paltfrom, Popularitas musik  di kalangan remaja Indonesia dapat menarik minat siswa untuk mempelajari gaya bahasa dari lirik lagu, terutama jika bahan ajar yang disajikan relevan dengan dunia mereka, tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap unsur-unsur kebahasaan, tetapi juga memperkaya apresiasi mereka terhadap karya sastra dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, karena penulis ingin mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada lirik lagu album “Nonfiksi” karya Juicy Luicy. Berdasarkan pembahasan Hasil penelitian, dapat di simpulkan gaya bahasa pada lirik lagu album ”Nonfiksi” karya Juicy Luicy terdapat gaya bahasa perbandingan (simile, metafora, personifikasi, dan alegori), pertentangan (hiperbola, litotes, ironi, dan paradoks), perulangan (anafora, epifora, dan aliterasi), serta pertautan (metonimia, sinekdoke, dan eufemisme)”.Kata Kunci: Gaya Bahasa, Juicy Luicy, Nonfiksi, Teks Puisi, Pengembangan Bahan Ajar.