Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Improvement of Human Resource Quality to Face the Transformation of Maritime Transportation in Support of National Defense at Sea Dharma, Ricky Tri; Hermawan, Teddie Bernard; Wiwit, Hari
Journal of Industrial Engineering & Management Research Vol. 5 No. 4 (2024): August 2024
Publisher : AGUSPATI Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7777/jiemar.v5i4.548

Abstract

— The Industrial Revolution 4.0 has the potential to disrupt all lines of business, including the need for labour. Meanwhile, the vast potential of Indonesia's port and shipping industry, with 636 existing ports and 1,321 new ports, will require human resources with medium and high-level skills. The Industrial Revolution 4.0, which integrates Cyber Physical System (CPS) and the Internet of Things (IoT), encourages the birth of intelligent industries and smart ports with energy-saving and environmentally friendly technologies. However, the development of the Industrial Revolution 4.0 is expected to cause a decrease in the need for human resources (labour) and hurt social and economic aspects. Therefore, this study aims to analyse the improvement of HR quality to face the transformation of sea transportation to support national defence at sea. The research method used in this study is qualitative. Qualitative methods are used to formulate symptoms and information related to improving the quality of human resources to face the transformation of sea transportation to support national defence at sea. The phenomenon described in this research is the unoptimal quality of human resources in the maritime sector, especially in the port sector. The employee training system in the port sector still needs to be improved, and there is limited mastery and utilisation of information technology in the port sector. To solve these problems, efforts need to be made to improve the quality of human resources in the port sector, increase training for employees working in the port sector on an ongoing basis and optimise the mastery and use of information technology in the port sector. Improving the quality of human resources to face the transformation of sea transportation can provide benefits in the form of increased logistics and mobilisation capacity, increased maritime security surveillance, development of the domestic defence industry and operational flexibility.
Analisis Strategi Pengendalian Laut (Sea Control) Koarmada I dalam Meningkatkan Keamanan Maritim di Wilayah ALKI Purwanto, Deni; Salim, Salim; Wiwit, Hari
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i5.847

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki posisi strategis dalam jalur pelayaran internasional, salah satunya melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I) yang melintasi wilayah Laut China Selatan, Selat Karimata, dan Selat Sunda. Tingginya intensitas pelayaran di wilayah ini tidak hanya berdampak positif terhadap ekonomi, tetapi juga menimbulkan potensi ancaman terhadap keamanan maritim, seperti pelayaran asing tanpa izin, illegal fishing, dan pelanggaran wilayah kedaulatan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, strategi pengendalian laut (sea control) menjadi hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian laut yang diterapkan oleh Komando Armada I (Koarmada I) dalam menjaga keamanan di wilayah ALKI I, dengan fokus pada efektivitas implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta rekomendasi optimalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed method), yaitu kualitatif untuk mengevaluasi koordinasi dan komunikasi antar lembaga, serta kuantitatif untuk mengukur efektivitas operasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan konsep sea control dan manfaat praktis bagi peningkatan keamanan maritim nasional, khususnya di kawasan strategis ALKI I.
Pengaruh Kerjasama Internasional dan Kesiapan Alutsista Terhadap Stabilitas Keamanan Maritim di Wilayah Laut Perbatasan Kalimantan Utara Krestiawan, Wishnu; Komaruddin, Komaruddin; Wiwit, Hari
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i5.848

Abstract

Perbatasan laut Kalimantan Utara di Laut Sulawesi merupakan wilayah strategis yang rentan konflik karena menjadi jalur pelayaran internasional penting serta memiliki kekayaan ekologis dan ekonomi tinggi. Kawasan ini rawan terhadap ancaman keamanan seperti perompakan, perdagangan manusia, dan penangkapan ikan ilegal. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia, Malaysia, dan Filipina membentuk kerja sama Trilateral Maritime Patrol (TMP) yang mencakup patroli terkoordinasi dan latihan bersama. Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya, luasnya wilayah operasi, dan belum adanya SOP yang seragam. Kesiapan Alutsista, khususnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan, namun masih mengalami keterbatasan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kerja sama internasional dan kesiapan Alutsista terhadap stabilitas keamanan maritim di wilayah tersebut. Populasi penelitian adalah personel KRI di bawah Koarmada II dan Satrol Lantamal XIII/Tarakan sebanyak 565 personel, dengan sampel 235 personel menggunakan rumus Slovin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama internasional dan kesiapan Alutsista secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas keamanan maritim. Kebijakan yang disarankan mencakup tiga strategi: (1) penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik dan hukum internasional; (2) modernisasi Alutsista berbasis iptek dan industri pertahanan nasional; dan (3) pengembangan fasilitas pemeliharaan dan perbaikan Alutsista