Anggelina, Putri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbedaan Efektivitas Model Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar Anggelina, Putri; Harjono, Nyoto
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4164

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibandingkan dengan model Discovery Learning (DL) ditinjau dari pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA kelas 5 SD khususnya tentang organ gerak hewan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental, atau eksperimen semu, menggunakan Counterbalanced Design. Penelitian dilaksanakan di SDN Ledok 01 dengan subjek sejumlah 20 dan SDN Ledok 05 dengan subjek sejumlah 24. Setiap kelas diberi perlakuan melalui kedua model sekaligus yang keduanya sebagai kelas eksperimen sekaligus sebagai kelas kontrol (saling kontrol). Berdasarkan hasil post tes dari kedua model, diperoleh hasil uji hipotesisis melalui uji T dengan dua ekor (2-tailed) bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa kedua model berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA. Pada eksperimen 1, model PBL capaian nilai rerata kelas sebesar 8.37, sedangkan DL sebesar 5.75. Dari data ini, terbukti capaian nilai PBL lebih tinggi daripada DL, yakni selisih 2.62. Untuk eksperimen 2, rerata PBL adalah 8.15, sedangkan DL sebesar 5.45. Data ini juga membuktikan bahwa capaian nilai PBL lebih tinggi daripada DL, yakni dengan selisih 2.7. Jadi dapat disimpulkan bahwa model PBL lebih efektif dibandingkan model DL.
Perbedaan Efektivitas Model Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar Anggelina, Putri; Harjono, Nyoto
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4164

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibandingkan dengan model Discovery Learning (DL) ditinjau dari pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA kelas 5 SD khususnya tentang organ gerak hewan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental, atau eksperimen semu, menggunakan Counterbalanced Design. Penelitian dilaksanakan di SDN Ledok 01 dengan subjek sejumlah 20 dan SDN Ledok 05 dengan subjek sejumlah 24. Setiap kelas diberi perlakuan melalui kedua model sekaligus yang keduanya sebagai kelas eksperimen sekaligus sebagai kelas kontrol (saling kontrol). Berdasarkan hasil post tes dari kedua model, diperoleh hasil uji hipotesisis melalui uji T dengan dua ekor (2-tailed) bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa kedua model berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA. Pada eksperimen 1, model PBL capaian nilai rerata kelas sebesar 8.37, sedangkan DL sebesar 5.75. Dari data ini, terbukti capaian nilai PBL lebih tinggi daripada DL, yakni selisih 2.62. Untuk eksperimen 2, rerata PBL adalah 8.15, sedangkan DL sebesar 5.45. Data ini juga membuktikan bahwa capaian nilai PBL lebih tinggi daripada DL, yakni dengan selisih 2.7. Jadi dapat disimpulkan bahwa model PBL lebih efektif dibandingkan model DL.
DEVELOPMENT, FEASIBILITY, AND EFFECTIVENESS OF INCLUSIVE STEM MODULE BASED ON SDGS FOR SLOW LEARNERS Winarni, Kiki Ayu; Akhsan, Hamdi; Kistiono, Kistiono; Anggelina, Putri
EduFisika: Jurnal Pendidikan Fisika Vol 10 No 3 (2025): EduFisika: Jurnal Pendidikan Fisika Volume 10 Nomor 3 December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59052/edufisika.v10i3.49875

Abstract

Teaching slow-moving learners the abstract science concepts such as Elements, Compounds, and Mixtures can be difficult as they need concrete instructions and less cognitive load. The learning materials available cannot be expected to have the particular accessibility elements that can bridge this cognitive divide. The current study attempts this integration for the first time, combining Universal Design for Learning and a STEM-SDGs approach specifically to support slow learners. The study aimed to create a valid, usable, beneficial-inclusive module for Phase D (Grade VIII) students using the R & D approach (ADDIE model). The study incorporated six expert validators, a practicality trial to slow learners (N=10) and a quasi-experimental field study with 73 learners (Experimental N=34 vs Control N=39). The module had a rating of V-Aiken of 0.87 (Very Valid) and 92.1% was rated as Very Practical. Effectiveness testing showed that the module had a significant positive differentiating factor as the experimental group had evidence of a “High” N-Gain (0.78) as opposed to the Medium (0.40) of the control group. The findings of the study attest that the module based on UDL was effective in bridging difficult concepts and can be an adaptative resource to attain Equity in Science Education.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KPS STEM INKLUSIF BERBASIS SDGS UNTUK SISWA SLOW LEARNER Anggelina, Putri; Kistiono, Kistiono; Akhsan, Hamdi; Winarni, Kiki Ayu
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7090

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes Keterampilan Proses Sains (KPS) STEM inklusif berbasis SDGs, khususnya SDGs 4 (pendidikan berkualitas), pada materi unsur, senyawa, dan campuran bagi siswa slow learner SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap pendefinisian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik siswa slow learner dan kebutuhan asesmen KPS. Tahap desain meliputi penyusunan kisi-kisi, butir soal pilihan ganda dan isian singkat, serta rubrik non-tes yang dikontekstualisasikan dengan aktivitas STEM dan isu SDGs. Tahap pengembangan meliputi validasi isi, konstruk, dan inklusivitas oleh ahli, revisi, serta uji coba instrumen pada siswa kelas VIII. Tahap disseminate dilakukan secara terbatas kepada guru IPA. Analisis data meliputi indeks Aiken's V, korelasi item–total Pearson, koefisien Alpha Cronbach, serta tingkat kesukaran dan daya pembeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh butir valid, reliabel, dan memiliki karakteristik psikometrik yang baik sehingga layak digunakan untuk mengukur KPS siswa slow learner. Instrumen ini diharapkan menjadi asesmen alternatif yang adaptif, kontekstual, dan inklusif bagi guru IPA dalam pemetaan kemampuan KPS siswa slow learner secara lebih objektif.