Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kebijakan Survei Karakter sebagai Salah Satu Program Merdeka Belajar Yuwono, Tia Dita Putri Latifa; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4446

Abstract

Survei karakter merupakan salah satu penilaian yang digunakan sebagai pengganti dari Ujian Nasional pada program merdeka belajar saat ini. Survei karakter pada program merdeka belajar mencakup penilaian karakter pada diri peserta didik seperti semangat gotong royong, kebhinekaan, dan tidak adanya perundungan terhadap sesama. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait kebijakan survei karakter dalam merdeka belajar yang sudah mulai diterapkan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis konten. Penulis mengumpulkan bahan-bahan dan konsep-konsep yang berkaitan dengan teori survei karakter dari Undang-Undang Pemerintah RI, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, buku, jurnal, dan buku teks yang memiliki keterkaitan dan kesesuaian. Hasil dari analisis yang telah dilakukan yaitu survei karakter yang tertuang dalam undang-undang, peraturan, jurnal, serta hasil dari diimplementasikannya survei karakter dalam pembelajaran ditemukan kebersesuaian dan berperan dalam menyiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara yang ideal. Keterbatasan penelitian ini hanya mampu melihat kecenderungan antar variabel tanpa menguji hubungan antar variabel pada survei karakter. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan menemukan penilaian survei karakter sebagai pengganti ujian nasional telah sesuai dengan tujuan pendidikan saat ini dalam program merdeka belajar.
Analisis Kebijakan Survei Karakter sebagai Salah Satu Program Merdeka Belajar Yuwono, Tia Dita Putri Latifa; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4446

Abstract

Survei karakter merupakan salah satu penilaian yang digunakan sebagai pengganti dari Ujian Nasional pada program merdeka belajar saat ini. Survei karakter pada program merdeka belajar mencakup penilaian karakter pada diri peserta didik seperti semangat gotong royong, kebhinekaan, dan tidak adanya perundungan terhadap sesama. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait kebijakan survei karakter dalam merdeka belajar yang sudah mulai diterapkan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis konten. Penulis mengumpulkan bahan-bahan dan konsep-konsep yang berkaitan dengan teori survei karakter dari Undang-Undang Pemerintah RI, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, buku, jurnal, dan buku teks yang memiliki keterkaitan dan kesesuaian. Hasil dari analisis yang telah dilakukan yaitu survei karakter yang tertuang dalam undang-undang, peraturan, jurnal, serta hasil dari diimplementasikannya survei karakter dalam pembelajaran ditemukan kebersesuaian dan berperan dalam menyiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara yang ideal. Keterbatasan penelitian ini hanya mampu melihat kecenderungan antar variabel tanpa menguji hubungan antar variabel pada survei karakter. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan menemukan penilaian survei karakter sebagai pengganti ujian nasional telah sesuai dengan tujuan pendidikan saat ini dalam program merdeka belajar.
IMPLEMENTASI DAN PROBLEMATIKA KURIKULUM MERDEKA DI SDIT RAUDHATURRAHMAH Yuwono, Tia Dita Putri Latifa; Shaleh, Shaleh; Wijayanto, Adi
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v9i1.429

Abstract

Implementation of the independent curriculum has supporting and inhibiting factors. The method used in this research is qualitative with a case study approach on the research focus at the Raudhoturrahmah Integrated Islamic Elementary School. The collected data was analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana analysis technique. The results of this research reveal that the inhibiting factors are teachers who do not fully understand their role in the independent curriculum, heavier learning loads on student assignments, and the existence of new terms in implementing the independent curriculum. The supporting factors are monthly workshops for principals and supervisors coached by expert trainers, strengthening learning committee teachers, mentoring by expert trainers online, carrying out coaching activities for principals every month, filling out surveys to find out various obstacles in implementing the independent curriculum. This school uses an independent curriculum with independent study options in grades II, III, V, VI and the independent option changes in grades I and IV. This school has implemented an independent curriculum which begins with carrying out diagnostic assessments, adjusting lesson hours, creating projects as an implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), carrying out learning that is adapted to student characteristics both outside and inside the classroom.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Permainan Edukatif Berorientasi Keaktifan Siswa dan di Sekolah Dasar Yuwono, Tia Dita Putri Latifa; Siskowati, Eni
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i2.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis permainan edukatif yang layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar serta keaktifan siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas V SDIT Raudhaturrahmah Pekanbaru. eknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dengan persentase validasi ahli desain sebesar 88%, ahli materi sebesar 89%, dan respon guru sebesar 92,5% dengan kategori sangat layak. Selain itu, hasil uji coba terbatas menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, LKPD berbasis permainan edukatif yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung pembelajaran IPA di kelas V.