Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembentukan Pengajian Di Desa Balimbing Julu Bersama KKN STAIN Madina Kelompok 26 Tahun 2023 Bagus Pria Alwadipa; Riski Khairani; Muhammad Arif Batubara; Rezky Pramana Putra; Latipah Hanum Batubara; Riska Siregar; Siti Rohani; Ika Yulia Sari; Ayu Wulandari
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v4i1.2517

Abstract

STAIN MADINA KKN Group 26 was held in Balimbing Julu Village, Padang Bolak Julu, North Padang Lawas, North Sumatra. The main problem is that in Balimbing Julu Village there are no recitation groups specifically for children or teenagers. In Balimbing Julu Village there is no Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) so children's knowledge about religion is still minimal. In fact, there are still many elementary school children who don't know the hijaiyah letters or short letters. With this recitation, children are more enthusiastic about memorizing short suras, practicing prayer and learning monotheism of the Al-Qur'an.By establishing a study park, children can play while learning religious knowledge. Therefore, as STAIN MADINA KKN students, we collected data by conducting observations and surveys (interviews) with the Balimbing Julu community to hold a recitation garden for children, Friday afternoon recitation for mothers and youth recitation or Naposo Nauli Bulung (NNB) specifically for Friday evenings. 'at the existence of these recitations can strengthen ties between communities.To overcome this problem, we planned to alternately set up a place for recitation at the homes of members of the study group, specifically for children's study gardens, we deliberately held it at the KKN post and the next recitation location was taken over by the chairman of the NNB, namely Maralohot Siregar. With this recitation, it is hoped that it will broaden the knowledge of children, recitation mothers and Naposo Nauli Bulung (NNB). After we established a recitation garden, Friday afternoon recitation for women, and Friday evening recitation for Naposo Nauli Bulung (NNB), we understood that the support of the Balimbing Julu village community had a very important role in realizing these recitation activities. People can learn about the meaning of togetherness, solidarity and kinship.
Pertimbangan Hakim dalam Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Tinjauan Yuridis atas Putusan Nomor 339/Pid.Sus/2023/Pn Bgr Bagus Pria Alwadipa; Zulfahmi , Zulfahmi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, menjadikannya sebagai salah satu bentuk kekerasan yang paling umum. Penelitian ini menganalisis Putusan No. 339/Pid.Sus/2023/PN Bgr dari Pengadilan Negeri Bogor yang melibatkan kekerasan fisik suami terhadap istri. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi aspek hukum yang diterapkan dalam putusan tersebut, termasuk undang-undang terkait, prosedur peradilan, dan interpretasi hukum hakim. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach), menggunakan sumber hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan hakim untuk menjatuhkan pidana penjara, meskipun luka fisik korban tergolong ringan, mencerminkan komitmen sistem peradilan dalam melindungi korban dan menegakkan hukum KDRT. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi masyarakat mengenai konsekuensi hukum KDRT, serta perlunya dukungan psikologis bagi korban dan intervensi dini untuk pelaku, guna memutus siklus kekerasan dalam rumah tangga. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi hukum, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan penegakan hukum dan perlindungan terhadap korban KDRT di Indonesia.
- JUAL BELI MINYAK ECERAN DALAM PERSPEKTIF MUAMALAH DAN ‎KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TARATAK TANJUANG GADANG, LAREH ‎SAGO HALABAN: - Bagus Pria Alwadipa; Hamdanil; Syukri Iska; Elsy Renie; Fuji Pratami; Riski Khairani
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.63863

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis praktik jual beli minyak eceran sebagai bentuk transaksi muamalah berbasis kearifan lokal masyarakat Taratak Tanjuang Gadang, Lareh Sago Halaban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli minyak eceran dilakukan secara sederhana dengan mengandalkan kepercayaan, kesepakatan lisan, dan kebiasaan masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun. Praktik tersebut pada dasarnya telah memenuhi prinsip dasar muamalah, khususnya kerelaan antar pihak (tarāḍī) dan kemanfaatan. Namun demikian, masih ditemukan permasalahan berupa penakaran yang tidak standar, ketidakjelasan kualitas minyak, serta perbedaan harga yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Dalam perspektif muamalah dan kearifan lokal (ʿurf), praktik ini dapat dibenarkan selama tidak mengandung unsur penipuan, ketidakjelasan (gharar), dan kemudaratan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan nilai etika, transparansi, dan kesadaran kolektif masyarakat agar praktik jual beli minyak eceran berjalan secara adil dan berkelanjutan. Kata kunci: Muamalah, kearifan lokal, jual beli minyak eceran, ekonomi Islam.   Abstract This study analyzes the practice of retail oil trading as a form of muamalah transaction based on local wisdom in Taratak Tanjuang Gadang, Lareh Sago Halaban. The research employs a qualitative field research approach using interviews, observations, and documentation. The findings indicate that retail oil trading is conducted through simple transactions grounded in mutual trust, verbal agreements, and long-established community practices. These practices generally fulfill basic principles of Islamic muamalah, particularly mutual consent (tarāḍī) and mutual benefit. However, several issues remain, including non-standard measurement, unclear product quality, and price disparities that may lead to injustice. From the perspective of muamalah and local wisdom (ʿurf), such practices are considered acceptable as long as they do not involve fraud, uncertainty (gharar), or harm. Therefore, strengthening ethical values, transparency, and community awareness is essential to ensure fair and sustainable retail oil transactions. Keywords: Muamalah, local wisdom, retail oil trading, traditional market, Islamic economics.