Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN CALISTUNG DI DESA KEDUNGDAWA DENGAN MEDIA LAPAK BACA Agus, Agus Khaerudin; EVA LILIS SOLIHATUN; Adinda Puteri Nabilla; Al Aziz; Duriyah
Al Naqdu Vol 4 No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : IAIC (Institut Agama Islam Cirebon)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58773/alnaqdu.v4i2.176

Abstract

Calistung is a basic skill that must be mastered by children who have entered elementary school (SD). Therefore, learning Calistung is very important to increase the generation that is not blind to read. However, the problem in Kedungdawa Village is that some of the children are still not fluent in reading, some even cannot write and count (Calistung). This Calistung training aims to: (1) improve the community's standard of living by understanding each other, both written and oral; (2) improving the quality of human resources, reducing the level of ignorance which is the source of poverty; (3) as access to acquire knowledge in the field of technology and information. The implementation of calistung training in Kedungdawa Village, Kedawung District, Cirebon Regency is by using “lapak baca” media.
Reformasi Hukum Keluarga Islam di Brunei Darussalam: Studi atas Kodifikasi dan Adaptasi Mazhab Syafi'i dalam Konteks Modern Septia Nabila; Siska Yani; Nazirah Sukma; Nurul Afifah; Jamilah; Al Aziz; Aulil Amri
El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol. 11 No. 1 (2025): EL FAQIH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the reform of Islamic family law in Brunei Darussalam, emphasizing its statutory codification within a modern state framework while retaining Syafi’i orthodoxy. Using a qualitative library research method, it analyzes regulatory transformations in marriage registration, minimum marriage age, judicially-controlled polygamy, divorce procedures, and obligatory bequest (wasiat wajibah). The findings show that Brunei adopts a strong state-centric legal model—requiring formal registration and court approval for polygamy—making it more centralized than Indonesia but less secular than Malaysia, which permits broader judicial discretion. This model reflects a hybrid approach that preserves Syafi’i legal heritage while institutionalizing bureaucratic control to ensure legal certainty and social order.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI ECOBRICK DI DESA LENGGANG BELITUNG TIMUR Dadi, Sukur; Walton, Erick Prayogo; Al Aziz
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v5i1.202

Abstract

Permasalahan utama di Desa Lenggang yang banyak ditemukan adalah masalah sampah yang belum mendapat solusi untuk pengelolaannya. Rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar dapat dilihat dari banyaknya sampah berserakan di pinggir jalan dan pengelolaan sampah yang masih dilakukan dengan cara dibakar tanpa mengetahui akibat terhadap lingkungan di masa depan. Salah satu alternatif yang cocok dan mudah dilakukan untuk mengelola sampah non organik, yaitu melalui ecobrick. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah dan meningkatkan kesadaran tentang cara menangani sampah plastik dengan benar. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dilakukan melalui metode yang memuat beberapa tahapan, yaitu memberikan pengetahuan awal kepada masyarakat melalui sosialisasi tentang pengelolaan sampah organik dan non organik, kemudian mengadakan kegiatan pelatihan bagi masyarakat tentang proses pembuatan ecobrick yang berasal dari sampah non organik, dan pendampingan pembutan ecobrick sampai menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Dalam kegiatan yang mengikutsertakan masyarakat terutama ibu-ibu mengenai pengelolaan sampah, menghasilkan produk berupa rak sepatu gantung. Melalui kegiatan ini permasalahan sampah dapat lebih teratasi walaupun tidak dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari dari aktivitas konsumsi masyarakat. Kegiatan ini dapat dilakukan untuk jangka waktu yang panjang dan dapat meningkatkan keterampilan serta kreativitas masyarakat desa Lenggang melalui pengelolaan sampah.