Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KASUS REBUSAN JAHE DAN AKUPRESUR PERIKARDIUM 6 PADA IBU HAMIL TM 1 UNTUK PENURUNANAN MUAL MUNTAH DI PMB Y GARUT Fadillah, Willya Rizky; Ciptiasrini, Uci; -, Hidayani; Simanjuntak, Rudi
Health Sciences Journal Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2512

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Garut pada tahun 2021 jumlah kasus mual muntah pada kehamilan sekitar 14,2% dari 29.771 ibu hamil. Salah satu metode guna menanggulangi masalah mual muntah tersebut yaitu dengan diberikan air rebusan jahe selain itu cara lainnya dengan  pemberian pijat akupresur perikardium 6 sehingga efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan: untuk memberikan asuhan kebidanan efektifitas rebusan jahe dan akupresur perikardium 6 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 Metodologi: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus Hasil Penelitian: Ny. D sebelum diberikan rebusan jahe mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan rebusan jahe tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Ny. B sebelum diberikan akupresur perikardium 6 mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan akupresur perikardium 6 tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Kesimpulan: pemberian rebusan jahe lebih cepat dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil dibandingkan dengan pemberian akupresure perikardium 6 
STUDI KASUS REBUSAN JAHE DAN AKUPRESUR PERIKARDIUM 6 PADA IBU HAMIL TM 1 UNTUK PENURUNANAN MUAL MUNTAH DI PMB Y GARUT Fadillah, Willya Rizky; Ciptiasrini, Uci; -, Hidayani; Simanjuntak, Rudi
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2512

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Garut pada tahun 2021 jumlah kasus mual muntah pada kehamilan sekitar 14,2% dari 29.771 ibu hamil. Salah satu metode guna menanggulangi masalah mual muntah tersebut yaitu dengan diberikan air rebusan jahe selain itu cara lainnya dengan  pemberian pijat akupresur perikardium 6 sehingga efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan: untuk memberikan asuhan kebidanan efektifitas rebusan jahe dan akupresur perikardium 6 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 Metodologi: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus Hasil Penelitian: Ny. D sebelum diberikan rebusan jahe mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan rebusan jahe tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Ny. B sebelum diberikan akupresur perikardium 6 mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan akupresur perikardium 6 tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Kesimpulan: pemberian rebusan jahe lebih cepat dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil dibandingkan dengan pemberian akupresure perikardium 6 
MANAJEMEN LEGALITAS USAHA: STRATEGI PENGELOLAAN PERIZINAN DAN KEPATUHAN HUKUM UNTUK UMKM/KOPERASI DI KECAMATAN CIPAYUNG, DEPOK Rizki Syafrudin, Muhammad; Hamdayani, Sifa; -, Hidayani; Ridwan, Mohhamad; Sanjaya, Elvin; Pradana, Angga; Ali, Robi; setiawati, sri; Lestari Putri Lubis, Amanda; Siti Nurliyah, Elly
Jurnal Pengabdian Masyarakat Program Pemberdayaan Masyarakat Nasional Vol. 2 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat : Program Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STIE MBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64694/propernas.v2i02.57

Abstract

Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya legalitas usaha, yang meliputi proses perizinan (seperti NIB, PIRT), pengesahan badan usaha, serta kepatuhan terhadap regulasi hukum yang berlaku, termasuk perpajakan dan perlindungan konsumen. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup observasi lapangan, penyusunan materi dan modul, serta koordinasi dengan mitra UMKM dan narasumber. Tahap pelaksanaan terdiri atas sesi pemaparan materi oleh narasumber, diskusi interaktif, dan kegiatan post-test berbasis aplikasi (Quizizz) untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Tahap evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi kegiatan, dan penilaian perubahan sikap serta tindakan peserta terhadap proses pengurusan legalitas usaha. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya legalitas usaha dan langkah-langkah pengurusannya secara mandiri melalui sistem OSS (Online Single Submission). Selain itu, peserta menunjukkan minat tinggi untuk segera mengurus izin usaha seperti NIB dan PIRT, serta menyadari pentingnya memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi Dampak positif lain yang tercapai adalah tumbuhnya semangat kolaboratif dalam komunitas UMKM untuk berbagi informasi dan saling membantu dalam proses legalisasi usaha.